A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

JIM ABIYASA SUPANGKAT SILAEN




Nama :
JIM ABIYASA SUPANGKAT SILAEN

Lahir :
Ujungpandang, 2 Mei 1948

Agama :
Protestan

Pendidikan :
- SD (1961) dan SMP (1964), Bandung
- SMA, Jakarta (1968)
- ITB (1975)


Karir :
- Membentuk kelompok Pamer 1974
- Anggota Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (1975)
- Editor Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (1979)
- Dosen Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta dan Universitas Tri Sakti (1979)


Kegiatan Lain :
- Redaktur majalah Zaman (1979-1984) dan majalah TEMPO (1984-sekarang)

Alamat Rumah :
Jalan Kampung Melayu Kecil III/17, Jakarta Selatan

Alamat Kantor :
Jalan H.R. Rasuna Said Kapling C-17, Kuningan, Jakarta Selatan Telp: 5781022

 

JIM ABIYASA SUPANGKAT SILAEN


Telah lahir, pada pertengahan 1970-an, Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia. "Kami punya gagasan untuk mencoba melansir suatu definisi baru dalam seni rupa. Dan mencoba membentuk definisi-definisi yang tak umum dikenal," kata Jim Supangkat, salah seorang pentolannya.

Gerakan yang -- dimotori antara lain oleh S. Prinka, Dede Eri Supria, dan Hardi, kata Jim pula, "Muncul sebagai gabungan dari beberapa perselisihan paham dan konsep. Juga karena kericuhan-kericuhan dan sejumlah rasa tak puas."

Beberapa dari mereka ada yang masih terus berkarya, Dede Eri Supria, misalnya. Sebagian lagi, di samping tetap mendalami seni rupa, juga ada yang bekerja pada biro iklan. Jim sendiri, lantas menjadi redaktur mingguan Zaman -- sebelum akhirnya ke TEMPO. "Tapi profesi utama saya tetap senirupawan," katanya menegaskan.

Sewaktu di SMA, Jim sering kena hukuman atau skorsing karena terlalu sering memprotes gurunya. "Saya bosan dengan cara mengajar guru saya yang selalu mementingkan hapalan. Ini 'kan tidak baik. Maka, saya protes."

Jim anak ketiga (dari empat bersaudara) dr. Supangkat Danusaputra, ahli penyakit anak dan pernah menjadi pegawai tinggi Departemen Kesehatan. Ibunya, Paula Purwasudarma, sebenarnya menginginkan Jim mengikuti jejak ayahnya. Namun, laki-laki yang kemudian tumbuh bongsor (tinggi 180 cm, berat 60-an kg) ini lebih memilih bidang seni rupa.

Karya patung Jim pernah mendapatkan penghargaan Wendy Sorensen Memorial (1973) sebagai patung terbaik. Belakangan, ia sering membuat karya bersama dengan Altje Ulli Suminar Hasudungan -- bekas mahasiswi Institut Kesenian Jakarta, yang dinikahi Jim pada 1980. Pasangan ini memiliki seorang anak.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


JUWONO SUDARSONO | J. SADIMAN | JACKSON ARIEF | JAILANI Naro | JAKOB OETAMA | JAKOB SUMARDJO | JAMES DANANDJAJA | JAMES T. RIADY | JAMIEN A. TAHIR | JANTO WONOSANTOSO | JAYA SUPRANA | JENNY MERCELINA LALOAN (LA ROSE) | JENNY ROSYENI RACHMAN | J.H. HUTASOIT | JIM ABIYASA SUPANGKAT SILAEN | JITZACH ALEXANDER SEREH | JOHANA SUNARTI NASUTION | JOHANNA MASDANI | JOHANNES Adriaan Arnoldus Rumeser | JOHANNES Baptista Sumarlin | JOHANNES Chrisos Tomus Simorangkir | JOHNNY WIDJAJA | JONI P. SOEBANDONO | JOSEPHUS ADISUBRATA | JUDHI KRISTIANTHO SUNARJO | JULIUS TAHIJA | JUSUF PANGLAYKIM (J.E. PANGESTU) | J. Kristiadi | J.B. Kristiadi | Jacob Nuwa Wea | Ja'far Umar Thalib | Jajang C. Noer | JAYA SUPRANA | Jim Supangkat | Joe Kamdani | Johnson Panjaitan | Joko Pinurbo | Jos Luhukay | Juan Felix Tampubolon | Jujur Prananto | Jusuf Kalla | Juwono Sudarsono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq