
Nama : JITZACH ALEXANDER SEREH
Lahir : Kupang, NTT, 2 Juni 1920
Agama : Protestan
Pendidikan : - SD, Kupang (1934)
- SMP, Bandung (1937)
- SMA, Jakarta (1940)
- FE Universitas Indonesia Ujungpandang (SM, 1950)
- FE Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta (1977)
Karir : - Pegawai Pos di Kupang (1945-1946)
- Amtenar Koperasi di Ujungpandang (1948-1950)
- Kuasa Kas BI di Bandung (1952-1953)
- Wakil Pemimpin BI di Malang (1954)
- Wakil Pemimpin BI di Medan (1955)
- Pejabat BI di Amsterdam (1956)
- Kepala Bagian Kredit Kantor Pusat BI di Jakarta (1957)
- Wakil Pemimpin BI di Surabaya (1957)
- Pemimpin BI di Bandung (1957-1960)
- Inspektur BI di Jakarta (1963-1965) Kepala Perwakilan BI untuk AS, Kanada, dan Amerika Latin di New York (1965-1968)
- Direktur Muda/Kepala Urusan Pengawasan Kredit BI (1968-1971)
- Direktur BI untuk Bidang Administrasi & Organisasi, Personalia, Pasar Uang dan Modal (1971-1976)
- Presdir PT Danareksa (1976 -- sekarang)
Alamat Rumah : Kemang Indah Kapling K-4, Bangka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793934
Alamat Kantor : Jalan Merdeka Selatan 13, Jakarta Pusat Telp: 360408
|
|
JITZACH ALEXANDER SEREH
Di dinding kamar kerjanya tergantung lukisan kapal layar yang dihadang gelombang dan batu karang. Waktu kecil, pengusaha ini bercita-cita menjadi kelasi. Ayahnya, Benyamin Arnoldus, guru dan pendeta, menginginkan anak kedua dari tiga bersaudara itu menjadi pendeta. Dalam usia lima tahun anak itu dititipkan ayahnya pada Gereja Protestan wilayah Nusa Tenggara Timur di Kupang.
Alex, demikian nama panggilannya, membandel. Tamat Middelbare Handels School (MHS) di Jakarta, ia segera bekerja sebagai klerk pos di Kupang. Jepang masuk, ia berdagang antarpulau: minyak kelapa, telur, kopi -- dengan menyewa perahu. "Untungnya berlipat," ujarnya. "Beli Rp 1,50 jual Rp 7,00." Malang, suatu saat ia ditangkap Jepang, dituduh mata-mata Inggris, dan dititipkan pada Raja Endeh yang dikenalnya baik. Dengan jaminan sang Raja ia dibebaskan, tetapi dagangannya berantakan. Sisanya dijualnya untuk biaya sekolah di Makassar.
Alex masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) cabang Ujungpandang, hanya sampai sarjana muda. Lalu ia ke Jakarta, bekerja di Bank Indonesia (BI), 1951. Merampungkan sarjana penuhnya di Universitas Ibnu Chaldun, persis ketika ia pensiun, 1976. Setahun kemudian, ia menerima tawaran menjabat Presiden Direktur PT (Pesero) Danareksa.
Sebelumnya, Alex mendalami perbankan di Amsterdam, Negeri Belanda, dan belajar tentang Pasar Modal di AS. Pernah memegang berbagai jabatan di BI, ia dikenal sebagai tokoh yang berhasil meminjam US$ 60 juta untuk BI dari sindikat bank swasta di AS. Jabatan terakhirnya di BI adalah Direktur Bidang Administrasi, Personalia, dan Pasar Uang & Modal. Ia juga merintis memasyarakatkan Deposito Berjangka, Tabanas & Taska, dan Kredit Investasi.
Dengan modal Rp 50 milyar, Danareksa melakukan jual beli sertifikatnya sendiri. "Dengan cara demikian kami berharap memberikan sumbangan bagi pemerataan pendapatan," katanya. Keuntungan perusahaan, maksudnya, bisa dinikmati lebih banyak orang. Pada 1982, Danareksa memasarkan sertifikat saham dari sembilan perusahaan, sebesar Rp 151,768 milyar. Keuntungannya Rp 5,214 milyar.
Menikahi Martha Josina Toepoe, 1934, lelaki berbadan tegap ini kini ayah empat anak. Selain orhiba, olah raganya golf.
|