
Nama : JANTO WONOSANTOSO
Lahir : Surakarta, Jawa Tengah, 15 Maret 1944
Agama : Katolik
Pendidikan : - SD Tarakanita, Jakarta (1957)
- SMP Domenico Savia, Semarang (1960)
- SMA Loyola, Semarang (1963)
- Fakultas Kedokteran Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta (tidak selesai)
Karir : - Agen Tunggal Jamu Air Mancur (1969 -- sekarang)
- Direktur Utama PT Jamu Air Mancur (1976 -- sekarang)
Kegiatan Lain : - President Lions Club Jakarta (1984)
Alamat Rumah : Jalan Kencana Permai VI SHL2 No. 21, Pondok Indah, Jakarta Selatan Telp: 761558
Alamat Kantor : PT Jamu Air Mancur Jalan Garuda 28, Jakarta Pusat Telp: 412472
|
|
JANTO WONOSANTOSO
Air mancur pernah mencoba menembus pasaran Eropa -- yang bersama negeri Barat lainnya, pada 1970-an, ramai mereka ingin "kembali ke (pengobatan secara) alam". Upaya perusahaan jamu ini (1978), tidak jalan. "Di sana izinnya yang susah," kata Janto, anak sulung (empat bersaudara) Wonosantoso pendiri Air Mancur, 1963, di Solo. Kini (1985), ia ingin mencoba menjajaki ekspor jamu ke Australia.
Lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, Janto menghabiskan masa kecilnya (SD) di Jakarta. Merampungkan sekolah menengah di Semarang, ia kembali lagi ke Jakarta, dan kuliah -- sambil bekerja di sekretariat -- Fakultas Kedokteran Universitas Prof. Dr. R. Mustopo. Keduanya ditinggalkannya karena sibuk menjadi agen Air Mancur di Jakarta, yang dirintisnya dengan menjajakan jamu dari pintu ke pintu.
Perusahaan yang kini dipimpinnya menghimpun 2.300 karyawan, tanpa seorang pun tenaga asing, termasuk Cabang Solo dan kantor pusat di Wonogiri. PT Jamu Air Mancur, yang dikatakan oleh Janto bukan perusahaan keluarga, sejak 1980 memakai komputer.Resesi ekonomi, konon, tidak memukul perusahaan ini. Omset perusahaan per 1984 tercatat Rp 9 milyar. Nilai ekspor ke Malaysia per bulan pada tahun yang sama mencapai Rp 25 juta. Majalah Prisma Februari 1984, mencatat ekspor Air Mancur pada Agustus dan September 1983 masing-masing sebesar US$ 50 ribu dan 100 ribu. Bandingkan dengan ekspor total jamu Indonesia setahunnya yang hanya US$ 1,5 juta.
Untuk mempropagandakan jamunya ke seluruh Indonesia, Air Mancur pernah memakai 85 mobil. Cara ini ternyata tidak efektif lagi. "Dulu setiap teriak orang langsung ngumpul," kata Janto. Kini, memakai video pun, orang enggan datang. Akhirnya, ia memutuskan menjual mobil propaganda kepada sopir yang bersangkutan.
Sang dirut, yang mengaku belajar manajemen lewat praktek, gemar bepergian ke luar negeri, bersama keluarganya.
Menikah dengan Widiany, 1969, ia dikaruniai tiga anak. Dua yang tertua, kembar.
Pengusaha ini terpilih oleh Nyonya Tien Soeharto untuk membuka Apotek Hidup di Taman Mini Indonesia Indah. Di taman itu kini tumbuh 245 spesies tumbuhan, bahan mentah jamu tradisional.
|