A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

JUDHI KRISTIANTHO SUNARJO




Nama :
JUDHI KRISTIANTHO SUNARJO

Lahir :
Cirebon, Jawa Barat, 15 Desember 1946

Agama :
Katolik

Pendidikan :
- SDN XI, Cirebon (1960)
- SMPN I, Cirebon (1963)
- SMA (1966)
- Akademi Bahasa Kebudayaan Jepang, Jakarta
- Job Training Separasi Warna dan Tinta Cetak di Tokyo (1969- 1970)


Karir :
- Pembantu Dinas Luar PT Gada Mas (1966-1968)
- Asisten Sales Manager Fa. Rayun (1968-1969)
- Pimpinan Cabang Jakarta PT Menara Sala Unit Percetakan (1969- 1973)
- Direktur PT Menara Sala Unit Percetakan (1973-1974)
- Dirut PT Gemini Repro (1975-1980)
- Dirut CV Sagitarius Offset Printing (1976 -- sekarang)
- Direktur Cabang PT Indohero Steel & Engineering Co. (1980- 1983)
- Direktur Utama PT JK Rekords (1983 -- sekarang)



Alamat Rumah :
Jalan Petojo Selatan VII No. 19 A, Jakarta Pusat Telp: 356775

Alamat Kantor :
CV Sagitarius Offset Printing Bandengan Selatan Gang Yusuf 4 A, Jakarta Utara Telp: 661846, 664275

 

JUDHI KRISTIANTHO SUNARJO


Suatu hari pada 1983, Judhi bertemu dengan Chintami Atmanegara, calon model bagi kalender yang hendak dibuatnya. Tetapi, dalam perkembangan lebih lanjut, keduanya sepakat bekerja sama untuk membikin rekaman kaset lagu-lagu pop. Akhirnya, lahirlah dua pendatang baru: Chintami sebagai penyanyi, dan Judhi Kristiantho selaku produser rekaman.

Memakai nama JK Record -- JK dari Judhi Kristiantho -- ia berhasil mengorbitkan sejumlah artis penyanyi laris. Di antaranya Dian Piesesha, Ria Angelina, Obbie Mesakh, Meriam Bellina, dan, tentu, Chintami Atmanegara. Pada 1985, aset JK Record mencapai Rp 500 juta, tetapi oleh sebuah sumber diperkirakan sekitar Rp 10 milyar.

Sukses anak itu berjalan tersendat. Ia terpandai ketika duduk di bangku SMP Cirebon, tetapi karena bandelnya ia sempat membuat orangtuanya marah besar. Untuk memperoleh uang saku, Judhi memberi kesempatan kepada teman-teman sekelasnya "menyontek", dengan imbalan ditraktir jajan. Walhasil, ia hanya rajin ke sekolah jika ada ulangan atau ujian. "Saya lalu diusir dari rumah," tutur si sulung dari 10 bersaudara berdarah Cina-Jawa-Sunda itu.

Hijrah ke Jakarta, Judhi bekerja sebagai penjaga gudang sebuah firma, sambil masuk sekolah malam. Tamat SMA, direktur perusahaannya menyekolahkan anak pengusaha EMKL itu di Akademi Bahasa Asing, jurusan bahasa Jepang. Ia kemudian dipercaya memimpin perusahaan sendiri. Namun, setelah anak dan menantu sang direktur pulang dari Jerman, ia tersingkir.

Judhi kemudian bekerja di perusahaan percetakan milik mertuanya, lalu dikirim belajar separasi warna dan tinta di Jepang. Pulangnya, ia diangkat menjadi direktur kantor pusat perusahaan itu di Solo. Konflik soal keuangan membuat Judhi balik ke Jakarta. Dengan bantuan modal dari bibinya, pengusaha yang wajahnya mirip pemain bulu tangkis Liem Swie King, itu mendirikan usaha percetakan sendiri.

Sukses di kedua bidang usaha itu, konon, karena Judhi berhasil menjadikan pekerjaannya sebagai hobi. "Saya suka fotografi, cetak-mencetak, musik, dan seni desain," ujar penggemar jogging, mengendarai sepeda, silat, dan menembak, itu. Ia mengaku masih melakukan sendiri penataan sampul kaset dan pengambilan foto penyanyinya, sedangkan proses pencetakan dilakukan di percetakan miliknya. Menerobos pasar dengan "janji" hadiah mobil dan semacamnya bagi pembeli kaset yang berhasil memenangkan undian kupon ternyata ampuh -- dan ditiru pengusaha rekaman lainnya. Album Tak Ingin Sendiri dari Dian Piesesha, misalnya, bisa meraih omset penjualan di atas satu juta kaset untuk kategori album tunggal. Ia mengaku tidak takut kaset bajakan. Alasannya, mutu rekaman ulangnya yang jelek membuat pasaran kaset bajakan rendah.

Istri Judhi, Ega Handayani S., juga sibuk berbisnis. Ibu tiga anak itu Direktur PT Gemini Repro.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


JUWONO SUDARSONO | J. SADIMAN | JACKSON ARIEF | JAILANI Naro | JAKOB OETAMA | JAKOB SUMARDJO | JAMES DANANDJAJA | JAMES T. RIADY | JAMIEN A. TAHIR | JANTO WONOSANTOSO | JAYA SUPRANA | JENNY MERCELINA LALOAN (LA ROSE) | JENNY ROSYENI RACHMAN | J.H. HUTASOIT | JIM ABIYASA SUPANGKAT SILAEN | JITZACH ALEXANDER SEREH | JOHANA SUNARTI NASUTION | JOHANNA MASDANI | JOHANNES Adriaan Arnoldus Rumeser | JOHANNES Baptista Sumarlin | JOHANNES Chrisos Tomus Simorangkir | JOHNNY WIDJAJA | JONI P. SOEBANDONO | JOSEPHUS ADISUBRATA | JUDHI KRISTIANTHO SUNARJO | JULIUS TAHIJA | JUSUF PANGLAYKIM (J.E. PANGESTU) | J. Kristiadi | J.B. Kristiadi | Jacob Nuwa Wea | Ja'far Umar Thalib | Jajang C. Noer | JAYA SUPRANA | Jim Supangkat | Joe Kamdani | Johnson Panjaitan | Joko Pinurbo | Jos Luhukay | Juan Felix Tampubolon | Jujur Prananto | Jusuf Kalla | Juwono Sudarsono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq