
Nama : JAMES T. RIADY
Lahir : Jakarta, 7 Januari 1957
Agama : Protestan
Pendidikan : - SD Pasar Baru, Jakarta (kelas IV, 1965)
- SD, Macao (1969)
- SMP, Melbourne, Australia (1971)
- SMA, Melbourne, Australia (1974)
- Jurusan Akuntansi & Ekonomi Perusahaan, Universitas Melbourne, Australia (1977)
- Kursus International Banking pada Irving Trust Company dan Investment Bank, New York, AS (1977)
Karir : - Job Training pada Commercial Bank of Australia (1977)
- Bekerja di Union Planters Bank, New York, AS (1977)
- Executive Vice President dari Stephens Inc. (1978)
- Karyawan bagian manajemen & investasi Bank Central Asia, Jakarta (1978)
- Dirut PT Basuki Indah (produsen televisi) (1979)
- Dirut PT Multi Polar (1980 -- sekarang)
- Dirut BPI (Bank Perniagaan Indonesia) (1982 -- sekarang)
- Dirut Lippo Holding Company Ltd. (1979 -- sekarang)
- Vice President Stephens Finance Limited (sekarang)
Kegiatan Lain : - Presiden Lions Club International
Alamat Kantor : Bank Perniagaan Indonesia Lippo Life Building Jalan H.R. Rasuna Said, Kapling 8-10, Jakarta Selatan Telp: 517008
511020
|
|
JAMES T. RIADY
Bankir muda ini pernah merasa bosan bersekolah. Mungkin bisa dipahami: pada usia lima tahun ia sudah masuk SD. Baru duduk di kelas IV, ia sudah dipindahkan ke Macao, mulai lagi dari kelas I setingkat SD, dan harus mengikuti bahasa Portugis sebagai bahasa pengantar. Tiga setengah tahun di Macao, James pindah ke Melbourne, Australia. Di sana ia berkutat hingga menamatkan perguruan tinggi.
Tidak cukup sampai di situ, bankir senior Mochtar Riady memagangkan putra keempat dari enam anaknya itu di lembaga keuangan nonbank Irving Trust, dan Investment Bank, AS. Kemudian, James dimagangkan lagi sepuluh bulan di Stephens Finance Ltd., Hong Kong. Pulang ke Indonesia, akhir 1979, tidak syak lagi "pendekar" muda ini sungguh-sungguh siap membuka jurus.
Gebrakan pertama dilakukannya dengan menghidupkan Bank Perniagaan Indonesia (BPI), bank loyo milik pengusaha Hasyim Ning. Hanya dalam waktu dua tahun, aset BPI dari Rp 13 mil-yar naik menjadi Rp 100 mil-yar per November 1983. "Ada empat syarat yang harus dipenuhi seorang bankir," kata James. Yaitu: berpengetahuan luas dalam seluk-beluk hukum, mendalami akunting, bersikap gentleman, dan mampu memimpin serta mengembangkan.BPI kemudian menjadi tulang punggung Lippo -- usaha patungan antara Lippo Holding Company (Mochtar Riady) dan Liem Sioe Liong. Pada 1982, perusahaan ini sudah membayar pajak sekitar Rp 5 mil-yar setahun. Lippo merupakan kelompok berbagai perusahaan yang berdiri sendiri, tetapi terikat dalam suatu kerja sama.
Di kalangan dunia usaha, James dipandang sebagai anak muda yang agresif. Ketika mengembangkan BPI, misalnya, ia merekrut tiga wakil presiden Citibank, dan berhasil merangkul Anthony Salim, putra Liem Sioe Liong, sebagai anggota komisaris BPI. "Perbankan memang bisnis yang memerlukan perhitungan, agresivitas, tetapi juga keluwesan," ujar James.
Memasuki usia ke-28, 1985, James sudah siap bersaingan dengan bank-bank asing, bank-bank devisa nasional, dan bank-bank pemerintah. "Saya mau pegang multinasional," katanya. Menikah dengan Aylin, James kini sudah menjadi ayah.
|