A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

JENNY ROSYENI RACHMAN




Nama :
JENNY ROSYENI RACHMAN

Lahir :
Jakarta, 18 Januari 1959

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD
- SMP
- Kuliah Sinematografi di IKJ


Karir :
- Sebagai figuran dalam film-film cerita: Pemeran Utama dalam Rahasia Gadis (1975)
- Meraih Piala Citra dalam film Kabut Sutra Ungu (1980), dan Gadis Marathon (1982) Film-film lainnya antara lain: November 1828, Bukan Sandiwara, Kartini, dan Doea Tanda Mata


Alamat Rumah :
Jalan Pulo Mas VIC, No. 57, Villa Mas, Jakarta Timur

 

JENNY ROSYENI RACHMAN


Pada masa remajanya, Jenny Rachman suka lari dari rumah, dan sekolahnya mandek di kelas II SMP. Suatu kali, untuk menghibur diri, Jenny bermain ski es di Senayan, Jakarta, dan pembawaannya yang bebas dan ceplas-ceplos menarik perhatian Produser Tuty Soeprapto. Yeyen -- begitu wanita berdarah Aceh dan Cina-Madura itu biasa dipanggil -- lalu diajak ikut main film iklan. Ia juga mulai terjun sebagai model foto dan dan peragawati. Waktu itu, usianya baru 14 tahun.

Walaupun orangtuanya melarang, Yeyen terus merintis kariernya sebagai aktris. Ia mulai mendapat peran figuran dalam film-film cerita, memainkan gadis lincah, manja, dan bandel -- peran- peran yang melekat dengan sosok dirinya. Tetapi nama anak ketiga dari empat putri bersaudara ini melesat sejak memainkan peran utama dalam Rahasia Gadis, 1975.

Sejak dua sampai empat tahun berikutnya, dengan nama yang mulai sejajar dengan bintang-bintang film lainnya, Jenny memasang tarif Rp 5w7 juta untuk sebuah peran. Padahal, Piala Citra pertama baru diraihnya pada 1980, lewat Kabut Sutra Ungu, film laris arahan Sjumandjaja. Piala Citra kedua direbutnya melalui film karya Sutradara Chaerul Umam, Gadis Marathon, dua tahun kemudian. Film-film bagus lainya yang diperankannya adalah November 1828 (Teguh Karya), Bukan Sandiwaradan Kartini (Sjumandjaja), serta Doe Tanda Mata (Slamet Rahardjo). Sedikitnya, sudah 30 film dibintanginya.Meskipun tidak sampai selesai SMP, Jenny mampu menyerap pengetahuan dari pergaulannya. Baik dari sesama artis, dan terutama dari para sutradara, khususnya dari Almarhum Sjumandjaja, yang belakangan banyak menangani film-film Yeyen. Dengan arahan Sjumandjaja pula, ia terdorong menjadi mahasiswa pendengar Akademi Sinematografi Institut Kesenian Jakarta (IKJ). "Saya tidak hanya ingin jadi pemain, saya ingin juga memperdalam seluk beluk pembuatan film," ujar Jenny, yang tampaknya berniat menjadi sutradara. Ia juga banyak membaca buku tentang sinematografi.

Pada 1982, ia menunaikan ibadah haji. Empat tahun kemudian, ia bersama suaminya yang kedua, Budi Prakoso, dituduh terlibat dalam penganiayaan terhadap S.K. Marta, wartawa majalah Vista. Menurut Yeyen dan Budi, Martha membuat berita yang kurang menyenangkan mengenai hidup perkawinan mereka.

Aktris yang kerap mengadakan pengajian di vilanya yang bergaya kelenteng di Cipanas, Bogor, ini sering juga mengaji di Majelis Taklim Al Qohar di Bandung, yang mempunyai cabang di Sawangan, Jakarta. Jenny gemar memasak. Di kediamannya di Pulo Mas, Jakarta Timur, ia rajin memasak masakan Jepang walaupun, sejak 1982, ia sendiri sudah tidak makan nasi. "Nasi membikin badan cepat gemuk," katanya.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


JUWONO SUDARSONO | J. SADIMAN | JACKSON ARIEF | JAILANI Naro | JAKOB OETAMA | JAKOB SUMARDJO | JAMES DANANDJAJA | JAMES T. RIADY | JAMIEN A. TAHIR | JANTO WONOSANTOSO | JAYA SUPRANA | JENNY MERCELINA LALOAN (LA ROSE) | JENNY ROSYENI RACHMAN | J.H. HUTASOIT | JIM ABIYASA SUPANGKAT SILAEN | JITZACH ALEXANDER SEREH | JOHANA SUNARTI NASUTION | JOHANNA MASDANI | JOHANNES Adriaan Arnoldus Rumeser | JOHANNES Baptista Sumarlin | JOHANNES Chrisos Tomus Simorangkir | JOHNNY WIDJAJA | JONI P. SOEBANDONO | JOSEPHUS ADISUBRATA | JUDHI KRISTIANTHO SUNARJO | JULIUS TAHIJA | JUSUF PANGLAYKIM (J.E. PANGESTU) | J. Kristiadi | J.B. Kristiadi | Jacob Nuwa Wea | Ja'far Umar Thalib | Jajang C. Noer | JAYA SUPRANA | Jim Supangkat | Joe Kamdani | Johnson Panjaitan | Joko Pinurbo | Jos Luhukay | Juan Felix Tampubolon | Jujur Prananto | Jusuf Kalla | Juwono Sudarsono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq