
Nama : JOSEPHUS ADISUBRATA
Lahir : Klaten, Jawa Tengah, 7 Maret 1930
Agama : Katolik
Pendidikan : - SD, Yogyakarta (1944)
- SLP, Yogyakarta (1948)
- SLA, Yogyakarta (1951)
- Kursus Bahasa dan Sejarah di Yogyakarta (1953-1955)
- Kursus Filsafat (1955-1958)
- Universitas Leuven Belgia (1958-1962)
Karir : - Guru Besar dan Sejarah di Jakarta (1962-1963)
- Redaktur/Wartawan majalah Intisari (1963-1973)
- Redaktur/Wartawan harian Kompas (1965-1973)
- Kepala Divisi Penerbitan PT Gramedia (1973)
- Pemimpin Umum majalah Bobo (1973-1980)
- Direktur Utama PT Gramedia Film (1976)
- Anggota Direksi PT Gramedia (sejak 1980)
Alamat Rumah : Jalan Kakap Raya 49, Rawamangun III, Jakarta Timur Telp: 486254
Alamat Kantor : Jalan Palmerah Selatan 24-26, Jakarta Pusat Telp: 5483008
|
|
JOSEPHUS ADISUBRATA
Di sekolah seminari, "Saya memperoleh pendidikan moral dan ilmu yang lebih dari cukup," ujar Josepheus Adisubrata. Di sekolah pastor setingkat SLTA di Yogyakarta itu, ia diharuskan menguasai bahasa Inggris, Prancis, Belanda, dan Latin (pasif). Ini yang menopang keberhasilannya sebagai wartawan maupun penerbit.
Ayah Sri Maryadi -- nama kecil Adisubrata -- memang menginginkan agar ada seorang dari sembilan anaknya yang menjadi pastor. "Tapi keputusan masuk seminari datang dari saya sendiri," ujar si sulung, yang di SD pernah meraih predikat "juara kelas".
Di seminari, anak guru dari Desa Semangkak, Klaten, Jawa Tengah, itu harus menghasilkan sebuah karangan bagus tiap minggu. Maka, ia tidak ragu-ragu menerima ketika Almarhum P.K. Ojong dan Jakob Oetama mengajaknya bergabung ke majalah Intisari, 1963. Ia juga tidak mengalami kesulitan jurnalistik saat menjadi wartawan harian Kompas. Pada 1973, kelompok Kompas merasa sudah tiba waktunya memperluas usaha -- dengan menerbitkan buku. Didirikanlah Divisi Penerbitan PT Gramedia, dan Adisubrata ditunjuk sebagai kepalanya. Cerita bersambung Marga T., Karmila, yang muncul di Kompas sebelumnya, adalah buku terbitan PT Gramedia yang pertama. Buku itu berkali-kali mengalami cetak ulang.Setelah buku novel jenuh di pasaran, dengan sigap Gramedia beralih menggarap buku anak-anak. Dongeng-dongeng sejenis karangan H.C. Andersen mereka cetak warna-warni, dengan cover mewah empat warna. Dan laris. Tetapi, kata Adisubrata, yang juga pemimpin umum majalah anak-anak Bobo, "Usaha penerbitan jangan hanya diukur dari segi keuntungan." Dalam upaya "mencerdaskan dan membudayakan bangsa", Gramedia juga menerbitkan buku-buku kurang laku. Misalnya, Kebudayaan dan Material Dayak, dan Senilukis Bali dalam Tiga Dimensi.
Untuk buku-buku terjemahan, lepasan nirgelar Universitas Leuven, Swedia, itu setiap tahun datang ke Pameran Buku Internasional di Frankfurt, Jerman Barat. Kalau ada yang cocok, ia langsung menandatangani kontrak dengan penerbit asing yang bersangkutan.
Sepak bola adalah olah raga kegemarannya. Di klub sepak bola Seminari, ia, bersama P. Swantoro, kini Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, menjadi penyerang. Tetapi senam dan jogging adalah olah raga yang dilakukannya sekarang. Waktu senggang diisinya dengan merawat tanaman di halaman rumahnya di Jalan Kakap Raya, Jakarta Timur. Jika Adi berhalangan, tugas itu digantikan oleh Agnes Sugiyatmi, wanita sekampung di Klaten, yang dinikahinya pada 1965.
Adi sangat mementingkan pendidikan kerohanian bagi ketiga anaknya. "Pendidikan rohani dulu, baru ilmu pengetahuan," katanya.
|