
Nama : Joe Kamdani
Lahir : Bogor, Jawa Barat, 15 Januari 1937
Agama : Katolik
Pendidikan : - SD Negeri (1951)
- SMP Strada, Jakarta (1953)
- SMA Kanisius, Jakarta (1956)
Karir : - Karyawan tata usaha pada beberapa perusahaan (1956-1958)
- Freelance salesman dengan beberapa orang staf (1959-1960)
- Freelance salesmen dengan beberapa orang staf (1960-1965)
- Leveransir (1965-1969)
- Pendiri dan Direktur Utama PD Matahari yang kemudian berganti nama menjadi Datascrip (1969- sekarang)
Kegiatan Lain : Rotary Club (1988-1993)
Alamat Kantor : Kawasan Niaga Kemayoran, Jakarta Pusat
|
|
Joe Kamdani
Joe Kamdani berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah pegawai negeri. Joe sendiri menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri, karena biayanya lebih murah. €œSelulus SMA, saya ingin melanjutkan sekolah,€ kata si sulung dari sebelas bersaudara yang bercita-cita menjadi ahli hukum ini. Dan ia memang sempat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, tapi terhenti pada 1956. Ia menghadapi kesulitan biaya.
Cita-cita ingin menjadi ahli hukum pun sirna. Joe lalu bekerja apa saja, dari menjadi klerek sampai tukang catut. Modalnya cuma kepercayaan. Pada 1959, Joe menjadi freelance salesman dengan dibantu beberapa orang staf. Ia menawarkan mesin dan alat perlengkapan kantor. Sepuluh tahun kemudian, ia mendirikan wadahnya, PD Matahari. Pertama kali PD Matahari berkantor di sebuah toko kecil di Jalan Pacenongan, Jakarta Pusat. Sesuai dengan perkembangan usahanya, pada 1978 nama itu diubahnya menjadi PT Datascript. Kantornya pun pindah dari sebuah toko kecil ke Kawasan Niaga Kemayoran, Jakarta Pusat.
Meskipun PT Datascript relatif sukses, itu tak berarti tanpa hambatan. Joe sempat terengah-engah menghadapi berbagai gejolak ekonomi. Kendala paling berat yang ia rasakan adalah saat ikut diterpa krisis ekonomi 1997-1998. Ini ditambah lagi dengan korupsi dalam perusahaan. Beruntung, semua itu akhirnya bisa diatasi.
Kunci sukses Joe adalah kepercayaan kepada para karyawan yang disertai dengan pengawasan. €œSaya selalu memberikan kepercayaan kepada karyawan dan klien. Itu tetap dipelihara sampai sekarang,€ ujar pengusaha yang tidak mempercayai horoskop ataupun feng sui ini. €œKeberhasilan usaha adalah buah perencanaan dan perhitungan yang matang,€ ia mengemukakan kiat usahanya. Selain itu, Joe juga berpegang pada Tiga 3 K: kemauan, kemampuan, dan kesempatan. Hal ini, menurut penggemar penyanyi Harry Balafonte itu, harus dijalankan secara simultan dan penuh keyakinan.
Obsesi yang belum tercapai boleh dibilang cukup banyak. Obsesinya saat ini: €œSaya ingin Datascript menjadi sebuah pusat elektronik,€ kata pengagum Bung Karno itu.
Waktu luang, ia gunakan untuk tidur dan berolahraga. Ini membuat kondisi fisik penggemar olahraga selancar angin itu cukup terjaga. Dan ia nyaris celaka digulung ombak saat berselancar pada 1990. €œSelama satu hari satu malam saya terapung di laut Jawa,€ tutur suami Lucia ini. Untungnya ia tetap tenang, sehingga nyawanya selamat. Itu menjadi pengalaman yang paling berkesan dan membuatnya semakin percaya pada kekuasaan Tuhan.
|