A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

K.H. TOHIR WIJAYA




Nama :
K.H. TOHIR WIJAYA

Lahir :
Blitar, Jawa Timur, 9 September 1927

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD, Blitar
- Pesantren Tebuireng, Pesantren Pondok Rejoso, Pesantren Peterongan, Pesantren Pondok Tremas, Jawa Timur


Karir :
- Anggota DPRD Masyumi di Blitar (1946-1949)
- Dosen IAIN, Yogyakarta (1969)
- Ketua GUPPI (Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam)
- Anggota DPRD Pusat Fraksi Golkar (1977-sekarang)
- Ketua Umum MDI (Majelis Dakwah Islam) (1978-sekarang)
- Ketua Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (1983-sekarang)
- Anggota Dewan Pembina Golkar Pusat


Alamat Rumah :
Kompleks DPR/MPR -- Senayan, Jakarta Pusat

Alamat Kantor :
Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto 6, Jakarta Pusat

 

K.H. TOHIR WIJAYA


Cita-citanya menjadi ulama, sesuai dengan keinginan ayahnya, K.H. Mansyur, yang mendidiknya dengan keras. "Masih berusia empat tahun, saya sudah diajari salat dan mengaji," tutur anak ketiga dari tujuh bersaudara ini. Tohir Wijaya menghabiskan masa kecilnya di pondok pesantren.

Ketika menamatkan SD di kota kelahirannya, Blitar, Jawa Timur, ia dikenal sebagai anak yang paling menyenangi pelajaran sejarah. Gemar membaca buku cerita kepahlawanan. Tokoh yang dikaguminya Teuku Umar. "Pejuang yang berjiwa penuh keimanan," komentarnya.

Kembali menjadi santri, Tohir berpindah-pindah pondok pesantren. Antara lain di Tebuireng, Peterongan, Rejoso, dan Tremas, semuanya di Jawa Timur. Ia mendalami tafsir Alquran dan hadis, juga mempelajari dakwah dan sejarah perkembangan Islam.

Kemahirannya berdakwah cukup menonjol. Tohir lantas mewakili Masyumi di DPRD Blitar, 1946. Di sini ia mulai lebih mengenal organisasi, dan merasa perlu ikut kursus kilat manajemen di Yogyakarta, 1949. Sementara itu, ia tetap giat berdakwah.Tatkala menjadi dosen di IAIN Sunan Kalijaga, Tohir masuk Golkar, 1969. "Saya tertarik ingin menekuni bidang pendidikannya," tutur ulama ini. Segera mendirikan Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam (Guppi), ia menjadi ketuanya yang pertama.

Berperawakan tinggi 159 cm dengan berat 59 kg, dan rambutnya kini sudah beruban. Istrinya, Hajah Munawarah, wafat pada 1985. Salah seorang di antara enam anaknya kini menjadi pengasuh pondok pesantren Al-Kamal, yang didirikan kakek empat cucu ini di Blitar.

Biasa berkemeja putih, Tohir kemudian terpilih sebagai Ketua Majelis Dakwah Islam (MDI), yang didirikan Golkar pada 1978. "Tujuan MDI untuk berdakwah mengenai pembangunan, terutama membangun faktor manusianya," katanya. Ia sering berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, untuk berdakwah atau menatar tiap cabang MDI. Dalam muktamar MDI ke-2 di Jakarta, 1984, Tohir kembali terpilih menjadi ketuanya untuk kedua kali.

Di samping sebagai anggota Dewan Pembina Golkar Pusat, belakangan ia menjadi Ketua Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, yang didirikan pada 1983. "Anggota pengurusnya termasuk Pak Harto dan Ibu Tien," ujarnya. Yayasan ini konon sesudah dua tahun mempunyai deposito di bank sebesar Rp 15 milyar. Pengagum Rhoma Irama ini di kala senggang senang mendengarkan musik dangdut. Ia menggemari masakan Padang. Olah raganya jalan kaki seusai sembahyang subuh. Duda berusia 58 tahun ini masih tampak segar. "Bila ada wanita yang mau," katanya, "saya mau menikah lagi."

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


KAMARDY ARIEF | KARDJONO WIRIOPRAWIRO | KARDONO | KARKONO Partokusumo alias Kamajaya | KARLINA UMAR WIRAHADIKUSUMAH | KARNO BARKAH | KARTINI MULYADI | KASINO HADIWIBOWO | KEMALA MOTIK | K.H. HAMAM JA'FAR | K.H. MOHAMAD ACHMAD SIDDIQ | K.H. MUKTI ALI | K.H. RADEN AS'AD SYAMSULARIFIN | K.H. SHOLEH ISKANDAR | K.H. TOHIR WIJAYA | KHAIDIR ANWAR | KI SOERATMAN | KIAI HAJI ALI MA'SHUM | KOENTJARANINGRAT | KOESNADI HARDJASOEMANTRI | KONTAN PRI BANGUN | KOSASIH PURWANEGARA | KRISHNAHADI S. PRIBADI | KRISTOFORUS Sindhunata | K.R.M. HARIO JONOSEWOJO HANDAJANINGRAT | K.R.T. HARDJONEGORO | KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO | KUNTOADJI | KUNTOWIJOYO | KURNIA | KUSWATA KARTAWINATA | KWIK KIAN GIE | Kafi Kurnia | Kamiso Handoyo Nitimulyo | Karlina Leksono Supelli | Karni Ilyas | Kartika | Kemal Jufri | Koesparmono Irsan | Krisdayanti | Kurniawan Dwi Yulianto | Kusnanto Anggoro | Kusumo Priyono | Kwik Kian Gie


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq