A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Karni Ilyas




Nama :
Sukarni Ilyas, SH.

Lahir :
Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 September 1952

Pendidikan :
- SDN 3, Padang (1959-1965)
- SMPN V, Padang (1965-1968)
- SMEAN I, Padang (1968-1971)
- Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1972-1973)
- Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta (1975-1984)


Karir :
Wartawan/editor harian Suara Karya (1972-1978)
- Wartawan, desk editor, editor senior majalah berita mingguan Tempo (1978-1982; 1982-1986; 1992-1994)
- Ketua editor, komisaris majalah berita Forum, (1991-1999; 1999-2000)
- Direktur Pemberitaan SCTV (2000-sekarang)


Kegiatan Lain :
- Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI; 1974-sekarang)
- Anggota Persahi (Bagian Publikasi; 1986-sekarang)
- Ketua Jakarta Lawyers Club (JLC; 1999-sekarang)
- Konferensi Hukum Dunia di Manila, Filipina (1977)
- Konferensi Hukum Asia di Seoul, Korea Selatan (1977)
- Konferensi Hukum Dunia di Madrid, Spanyol (1978)
- International Visitor Program di AS (program resmi; 1993)
- Manggala BP7 di Jakarta (1996)
- Senior Editor Meeting di Sidney (1997)


 

Karni Ilyas


BAGI Karni Ilyas, pengamat politik A. Rahman Tolleng adalah sosok yang menempati ruang khusus dalam hidupnya. Karena dari tokoh inilah, Karni berkenalan dengan dunia wartawan senyata-nyatanya. Tolleng pulalah, menurut Karni, yang dianggap berjasa menempa karirnya sebagai wartawan di harian Suara Karya, meski untuk itu Karni harus meninggalkan kuliahnya di publisistik.

"Kalau Rahman Tolleng tidak menerima saya menjadi wartawan, saya tidak tahu apa jadinya saya sekarang,€ kenang Kail, penggilan akrab Karni Ilyas -- yang diberikan oleh rekan-rekannya di majalah TEMPO. Tolleng ketika itu adalah Pemimpin Redaksi Suara Karya, koran milik Golkar.

Di Suara Karya, urang awak ini bertahan enam tahun. Dari harian itu, Kail meloncat ke majalah berita TEMPO, pada 1978. Di majalah inilah, karir wartawan Kail mulai bersinar. Sebelum ditugaskan menjadi pemimpin redaksi majalah hukum Forum, jabatan terakhirnya di TEMPO adalah redaktur pelaksana.

Di tangan Karni, Forum, yang kala itu terbit dua minggu sekali, boleh dikatakan sanggup menjaring pembaca yang cukup besar dan mencapai masa keemasan. Majalah ini, waktu itu terkenal dengan rubrik wawancara khas dengan tokoh kontroversial dan Catatan Hukum dari Karni. Di Forum, laki-laki yang punya falsafah harus selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik ini, bertahan sampai sembilan tahun, sebelum ditunjuk menjadi komisaris dan pemilik sahamnya pada 1999.

Setahun kemudian, semua saham Karni di majalah itu dilepas dan ia hengkang ke SCTV sebagai pemimpin redaksi. Seperti pengakuannya, di stasiun televisi ini dia menemukan dunia baru yang tidak ia dapatkan sebelumnya di media cetak. €œDunia televisi ternyata dunia yang luar biasa dan di luar dugaan saya,€ katanya. Luar biasa yang dimaksud Karni salah satunya adalah waktu tenggat berita di televisi yang bisa setiap jam. Toh meski berbeda, katanya, ia mencoba selalu konsisten di jalur yang benar, terutama di dunia jurnalistik yang memang sudah mengakar dalam jiwanya. "Menulis bagi saya merupakan kenikmatan,€ ujar sarjana hukum yang jurnalis ini.

Sejak kecil, Kani €“ panggtilan masa kecilnya -- tampaknya memang ditakdirkan dekat dengan dunia jurnalistik. Minatnya pada dunia tulis menulis sebenarnya sudah terlihat sejak ia SD. Tulisan pertamanya berupa puisi dimuat di koran Haluan Padang. "Mereka tidak tahu penulisnya anak kecil," kata perokok berat ini.

Dari sanalah kekagumannya kepada sosok wartawan makin memuncak €“ dan ia pun bercita-cita ingin menjadi wartawan. Semua koran terbitan Jakarta yang masuk ke Padang, kota tempat ia dibesarkan, dibacanya. Agar bisa membaca gratis, Kani berteman dengan agen koran di ibu kota Sumatera Barat itu. Tapi kenapa harus wartawan? Katanya, ada satu hal dari wartawan yang tidak dimiliki profesi lain. €œKita bertarung agar bisa menjadi yang pertama dan terbaik,€ cetusnya.

Minat pada dunia jurnalistik ini bisa jadi ditopang oleh latar belakang Kani yang kurang menikmati kasih sayang dari orang tua, terutama sang ibu yang meninggal ketika ia berusia tujuh tahun. €œMasa kecil saya penuh air mata,€ kenangnya. Besar di lingkungan Kota Padang yang olehnya disebut keras, Kani menjadi anak yang cenderung bebas. €œKarena enggak ada orang tua dan kurang pengawasan, jadinya saya lebih bebas,€ akunya.

Tapi kebebasan Kani bukan kebebasan liar. Di kebebasannya, ia tumbuh menjadi laki-laki mandiri dan berprestasi. Justru dari sana, motivasi belajarnya sangat tinggi. Di SD, ia bahkan sempat menjadi juara kelas. €œSaya bertekad menyelesaikan sekolah dengan baik,€ kata lelaki yang hobinya membaca buku dan berenang ini.

Karena tekad itu pulalah, meski sempat meninggalkan kuliah publistiknya ketika masuk Suara Karya, Karni tetap melanjutkan kuliahnya di fakultas hukum. Sampai sekarang, selain sebagai wartawan, banyak orang mengenalnya sebagai €œorang hukum€. Di banyak kegiatan Jakarta Lawyers Club, tempat berkumpul banyak pengacara Jakarta, penerima Bintang Mahaputra 1999 -- ia tidak hadir pada acara penyerahannya -- ini juga terlibat aktif.

Kini, setelah lebih 30 tahun malang melintang di dunia wartawan, apa obsesinya? €œSaya ingin Liputan 6 menjadi sumber berita nomor satu. Kalau di majalah ada TEMPO, di koran ada Kompas, maka di televisi ada Liputan 6,€ ujar pemilik nama lengkap Sukarni Ilyas ini.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


KAMARDY ARIEF | KARDJONO WIRIOPRAWIRO | KARDONO | KARKONO Partokusumo alias Kamajaya | KARLINA UMAR WIRAHADIKUSUMAH | KARNO BARKAH | KARTINI MULYADI | KASINO HADIWIBOWO | KEMALA MOTIK | K.H. HAMAM JA'FAR | K.H. MOHAMAD ACHMAD SIDDIQ | K.H. MUKTI ALI | K.H. RADEN AS'AD SYAMSULARIFIN | K.H. SHOLEH ISKANDAR | K.H. TOHIR WIJAYA | KHAIDIR ANWAR | KI SOERATMAN | KIAI HAJI ALI MA'SHUM | KOENTJARANINGRAT | KOESNADI HARDJASOEMANTRI | KONTAN PRI BANGUN | KOSASIH PURWANEGARA | KRISHNAHADI S. PRIBADI | KRISTOFORUS Sindhunata | K.R.M. HARIO JONOSEWOJO HANDAJANINGRAT | K.R.T. HARDJONEGORO | KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO | KUNTOADJI | KUNTOWIJOYO | KURNIA | KUSWATA KARTAWINATA | KWIK KIAN GIE | Kafi Kurnia | Kamiso Handoyo Nitimulyo | Karlina Leksono Supelli | Karni Ilyas | Kartika | Kemal Jufri | Koesparmono Irsan | Krisdayanti | Kurniawan Dwi Yulianto | Kusnanto Anggoro | Kusumo Priyono | Kwik Kian Gie


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq