A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

KI SOERATMAN




Nama :
KI SOERATMAN

Lahir :
Bandung, 16 Juli 1923

Agama :
Islam

Pendidikan :
- Taman Muda Taman Siswa, Yogyakarta (1937) Taman Dewasa, Yogyakarta (1940)
- Taman Guru, Yogyakarta (1943)
- Fakultas Pendidikan UII, Yogyakarta (tidak tamat)


Karir :
- Pamong Taman Siswa (1943-1950)
- Pimpinan Pusat Taman Siswa (1950-1956)
- Ketua Bagian Pendidikan Majelis Luhur Taman Siswa (1956-1975)
- Dosen Sarjana Wiyata Taman Siswa, Yogya (1956 -- sekarang)
- Dosen ASTI, Yogya (1961 -- sekarang)
- Wakil Ketua Komisi IX/Pendidikan DPR-RI (1971-1977 dan 1982 -- sekarang)
- Dosen Ilmu Sejarah pada Fakultas Sastra & Kebudayaan UGM, Yogya
- Ketua Umum Majelis Luhur Taman Siswa (1975 -- sekarang).


Kegiatan Lain :
- Pembantu SK Kedaulatan Rakyat, Yogya (1966 -- sekarang)
- Pembantu SK Suara Karya, Jakarta (1972 -- sekarang)
- Anggota PB PGRI (1973 -- sekarang)
- Ketua Musyawarah Perguruan Swasta Pusat (1975 -- sekarang)
- Staf Ahli Majalah Analisis Kebudayaan (1976 -- sekarang)
- Anggota Dewan Kebijaksanaan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (1978 -- sekarang)
- Dewan Film Nasional
- Majelis Pembina Pramuka Nasional.


Alamat Rumah :
Jalan Kusumanegara 80 D, Yogyakarta Telp: 3563 Taman Siswa, Jalan Garuda 25, Jakarta Pusat Telp: 413281

Alamat Kantor :
Majelis Luhur Taman Siswa, Jalan Taman Siswa 33, Yogyakarta Telp: 2093 DPR-RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Telp: 5801543

 

KI SOERATMAN


Sejak ayahnya, Sahadat Atmodiwirjo, memasukkan anaknya ke Taman Siswa di Yogyakarta, Ki Soeratman tidak pernah beranjak dari sana. Baginya, Taman Siswa menjadi sangkan paraning dumadi, asal mula kejadian.

Anak sulung dari dua bersaudara itu memang bercita-cita menjadi guru. Itu sebabnya lepas Taman Dewasa (SMP) ia tidak ke Taman Madya (SMA), melainkan ke Taman Guru (SPG). Tahun 1943, Ratman, begitu panggilannya, mulai dengan karier pendidik. Ia menjadi guru Taman Dewasa di Cirebon, Jawa Barat, sekaligus menjadi pamong Taman Siswa. Mulai saat itu mendapat sebutan "ki" di depan namanya. "Ki adalah salah satu usaha menanamkan citra demokrasi," ucapnya.

Ia mengaku gemar berkelahi di masa mudanya, khususnya, melawan sinyo-sinyo Belanda. Pernah, anak sekolah Muhammadiyah minta bantuan anak Taman Siswa melawan sinyo-sinyo tersebut. "Perkelahian itu sifatnya politis, karena setiap Taman Siswa menyadari bahwa lawannya adalah Belanda yang menjajah kita," tuturnya. Dalam Kongres XIV Taman Siswa, Juli 1984, Soeratman terpilih kembali sebagai Ketua Umum Majelis Luhur Taman Siswa untuk periode 1984-1988. Jabatan ini dipegangnya sejak tahun 1975.

Ratman lahir di Kampung Kanoman, Bandung, 1923. Tetapi, Yogya baginya adalah kota kelahirannya yang kedua. Di sana ia tinggal bersama istrinya Dra. Darsiti, dosen ilmu sejarah Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM, yang memberinya sepasang anak. Yang lelaki, Winaya Budi, tewas dalam kecelakaan lomba perahu karet ITB di Citarum, Jawa Barat, 1977. Sedangkan putrinya, Vita Murni, seorang dokter hewan yang bekerja pada Dinas Peternakan Pemda DIY.

Soeratman menilai bahwa sistem penggajian pemerintah yang didasarkan pada ijazah adalah tidak mendidik. "Saya sendiri tidak berijazah negeri," katanya. Akibat sistem ini, menurut Soeratman, anak didik hanya dipacu untuk menggapai ijazah.

Jabatan Ki Soeratman lainnya Ketua Musyawarah Perguruan Swasta, juga dosen di Sarjana Wiyata, dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI). Posisinya sebagai pendidik inilah agaknya yang menjadikan ia juga terpilih sebagai anggota Dewan Film Nasional, dan anggota Majelis Pembina Pramuka Nasional (Mabinas).

Kesibukannya itu menyebabkan ia mondar-mandir JakartawYogya setiap pekan. Untuk menjaga kondisi tubuhnya, ia selalu minum jamu tradisional, dan melakukan senam Orhiba setiap pagi. Di sela kesibukannya ia masih sempat menciptakan lagu yang sudah dibukukan dengan judul Embun Pagi (untuk anak-anak) dan Tunas Muda (untuk remaja). Ia juga menyusun beberapa operet anak- anak.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


KAMARDY ARIEF | KARDJONO WIRIOPRAWIRO | KARDONO | KARKONO Partokusumo alias Kamajaya | KARLINA UMAR WIRAHADIKUSUMAH | KARNO BARKAH | KARTINI MULYADI | KASINO HADIWIBOWO | KEMALA MOTIK | K.H. HAMAM JA'FAR | K.H. MOHAMAD ACHMAD SIDDIQ | K.H. MUKTI ALI | K.H. RADEN AS'AD SYAMSULARIFIN | K.H. SHOLEH ISKANDAR | K.H. TOHIR WIJAYA | KHAIDIR ANWAR | KI SOERATMAN | KIAI HAJI ALI MA'SHUM | KOENTJARANINGRAT | KOESNADI HARDJASOEMANTRI | KONTAN PRI BANGUN | KOSASIH PURWANEGARA | KRISHNAHADI S. PRIBADI | KRISTOFORUS Sindhunata | K.R.M. HARIO JONOSEWOJO HANDAJANINGRAT | K.R.T. HARDJONEGORO | KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO | KUNTOADJI | KUNTOWIJOYO | KURNIA | KUSWATA KARTAWINATA | KWIK KIAN GIE | Kafi Kurnia | Kamiso Handoyo Nitimulyo | Karlina Leksono Supelli | Karni Ilyas | Kartika | Kemal Jufri | Koesparmono Irsan | Krisdayanti | Kurniawan Dwi Yulianto | Kusnanto Anggoro | Kusumo Priyono | Kwik Kian Gie


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq