A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Koesparmono Irsan




Nama :
Koesparmono Irsan

Lahir :
Pematang Siantar, 24 Maret 1940.

Agama :
Islam

Pendidikan :
- PTIK-VIII;
- Kawiryan Brimop;
- Seskopol KRA II;
- Criminal Investigation Course, Tokyo;
- Narcotic and Drug Abuse, Seoul;
- Fakultas Hukum Universitas Pancasila (SH);
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IGI Jakarta (MM);
- Gregorio Aranetta University, Manila (MBA);
- Lemhannas KRA XXI.


Karir :
- Perwira Reserse Mabes Polri;
- Wadanres 2105 Fakfak;
- Anggota DPRD II Fakfak;
- Danres 2107 Sorong;
- Danwilko 072 Jakarta Utara;
- Dansatserse Polda Metro Jaya;
- Asintelpampol Polda Riau;
- Asintelpampol Polda Jawa Timur;
- Kapolwiltabes Surabaya;
- Wakapolda Sumatera Barat;
- Kapolda Sumatera Barat;
- Direktur Reserse Polri;
- Kapolda Jawa Timur;
- Gubernur Akpol;
- Deputy Operasi Kapolri.


Keluarga :
Ayah : R. Iskandar Irsan. Ibu : R.A. Koeshartinah. Istri : Wening Rialatun M.S. Anak : 1. Roefke Koerniawan Irsan ST; 2. Reza Sefrino Irsan ST; 3. Drg. Ria Dyah Savitri Irsan.

Alamat Rumah :
Jalan Bandung 395 Cinere, Jakarta.

Alamat Kantor :
Universitas Bhayangkara Jakarta, Jalan Darmawangsa I, Kebayoran Baru, Jakarta.

 

Koesparmono Irsan


KOESPARMONO tidak pernah bercita-cita jadi polisi. Malah takut polisi. Suatu ketika ia diajak ibunya ke pasar. Ada polisi pasar, berseragam tapi tidak pakai sepatu, dengan memakai topi bambu dan bersenjata kelewang. €œSaya takut. Saya bersembunyi di belakang ibu,€ tutur Koes.

Cita-citanya jadi dokter. Ia menolak saran ayahnya untuk jadi polisi. Koes tak paham profesi polisi.

Masa kecil Koes, demikian ia biasa disapa, berpindah-pindah mengikuti orangtuanya. Ayahnya, R. Iskandar Irsan, berpendidikan teknik. Semula bekerja sebagai kepala stasiun Gubeng, Surabaya. Lalu Iskandar Irsan jadi polisi mo-brik (sekarang Brimob), polisi bagian perang.

Pada usia tujuh tahun, keluarganya pindah ke Banyumas, Jawa Tengah, tinggal di asrama brimob. €œSaya mulai mengenali pekerjan polisi, sering diajak ikut patroli, menolong korban banjir,€ ujar Koes, mengenang. €œSejak itu saya senang dengan yang namanya polisi.€

Tapi, lulus SMA, €œSaya tidak masuk fakultas kedokteran tapi Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung. Merasa kuliah di teknik monoton, di tengah perjalanan, temannya, Rahardi Ramelan, menyarankan agar jadi polisi.

Akhirnya, dengan usaha sendiri€”tanpa bantuan ayahnya€”Koesparmono Irsan lulus tes jadi polisi, 1959. €œSaya mulai belajar, dan tertarik hukum dan teknik kepolisian. Pada kedua bidang ini nilai saya paling tinggi,€ ujar Koes.

Koes tertarik juga pada perintis (Sabhara). Alasannya, €œYa, karena saya lihat gagah. Kalau ada huru-hara dia yang maju.€ Tapi, setelah itu ia malah ditemparkan jadi reserse di markas besar. Sebagai anggota baru, ia sempat dipelonco oleh Sujono Kartowijoyo, direktur resersenya saat itu. Koes di kawan-kawan disuruh tidur dalam sel dengan pintu terbuka. Mereka tidak bisa tidur, karena banyak nyamuk. Tiga hari baru dikeluarkan.

Ilmu yang ia dapatkan tidak semuanya bisa dipraktikkan. Untuk mempraktikkannya, ia disuruh mengusut pencurian tutup bensin mobil. Koes diajak seorang brigadir polisi ke Pasar Senen. €œSetiap hari saya nongkrong di Pasar Senen. Pada hari keenam pencurinya baru muncul,€ cerita Koes.

Tapi, brigadir tersebut menyuruhnya untuk mengikuti. Ternyata barang itu dibawa ke pasar Tanah Abang, tempat jualan spare part. €œTernyata banyak pencuri menjual barangnya ke sana. Pada hari yang ditentukan tempat itu digerebek.€

Pengalaman lain yang berkesan sewaktu jadi reserse, yakni ketika menyamar jadi tukang becak untuk menangkap pencuri barang-barang Natal. Kulitnya yang putih diolesi semir agar kelihatan hitam. Si pencuri pegang pistol. Tapi, Koes tidak mempergunakan pistolnya yang masih baru. Ia menggunakan batu. Dilemparnya batu itu ke kepala si pencuri. Barulah brimob yang menangkap.

€œSaya selalu ditugaskan di lapangan, ke daerah-daerah,€ ujar Koes. Lulus sekolah di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), 1967, ia ditugaskan di Irian, jadi Wakapolres Sorong. Di sana ia jadi guru bahasa Inggris dan ilmu alam. €œKarena di sana kejahatan kurang dan tugas polisi tidak terlalu berat, saya sumbangkan apa yang saya punya.€

Pertama ketemu Wening Rialatun, calon istrinya, waktu Koes ikut jaga ujian SMA. €œSaya jaga dia. Kok cewek ini cantik sekali. Lalu saya kenalan, tapi terputus ketika dia kuliah,€ tutur Koes. Mereka ketemu lagi di Peruri, waktu Koes bertugas di perusahaan uang RI itu. Wening melamar ke Peruri tapi ditolak lantaran tidak punya SKKB. €œLalu saya buatkan, setelah itu Wening diterima.€ Hubungan berlanjut serius sampai ke pernikahan.

Mengaku tidak tidak suka dengan intelijen politik, karena Koes tidak suka dengan politik. Kalau sekarang jadi Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta, karena €œSaya ingin membagi pengalaman dengan adik-adik saya di kepolisian.€

Sudah banyak yang ia kerjakan, sudah banyak jabatan pernah ia sandang, antara lain Kapolda Sumber, Kapolwiltabes Surabaya, Kapolda Jawa Timur, Gubernul Akpol, Direktur Reserse Polri. Tapi, masih ada keinginan yang belum terwujud. €œSaya ingin punya kantor detektif swasta dengan nama Biro Detektif Koesparmono Irsan.€

Pengalaman rohaninya? Waktu kecil, ia anak nakal. Makan daging babi pernah, salat tidak pernah. Belajar salat ketika sudah dewasa, sudah berpangkat mayor. €œWaktu saya sakit cukup lama, Oma Sarua, pendeta perempuan Ambon, menganjurkan saya ke masjid. Saya diingatkan oleh orang yang agamanya lain. Saya belajar salat dari buku yang diberikan kantor dinas agama di Fafak, Irian Jaya. Juga dibantu istri saya.€



Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


KAMARDY ARIEF | KARDJONO WIRIOPRAWIRO | KARDONO | KARKONO Partokusumo alias Kamajaya | KARLINA UMAR WIRAHADIKUSUMAH | KARNO BARKAH | KARTINI MULYADI | KASINO HADIWIBOWO | KEMALA MOTIK | K.H. HAMAM JA'FAR | K.H. MOHAMAD ACHMAD SIDDIQ | K.H. MUKTI ALI | K.H. RADEN AS'AD SYAMSULARIFIN | K.H. SHOLEH ISKANDAR | K.H. TOHIR WIJAYA | KHAIDIR ANWAR | KI SOERATMAN | KIAI HAJI ALI MA'SHUM | KOENTJARANINGRAT | KOESNADI HARDJASOEMANTRI | KONTAN PRI BANGUN | KOSASIH PURWANEGARA | KRISHNAHADI S. PRIBADI | KRISTOFORUS Sindhunata | K.R.M. HARIO JONOSEWOJO HANDAJANINGRAT | K.R.T. HARDJONEGORO | KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO | KUNTOADJI | KUNTOWIJOYO | KURNIA | KUSWATA KARTAWINATA | KWIK KIAN GIE | Kafi Kurnia | Kamiso Handoyo Nitimulyo | Karlina Leksono Supelli | Karni Ilyas | Kartika | Kemal Jufri | Koesparmono Irsan | Krisdayanti | Kurniawan Dwi Yulianto | Kusnanto Anggoro | Kusumo Priyono | Kwik Kian Gie


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq