A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Kemal Jufri




Nama :
Kemal Jufri

Lahir :
Jakarta, 7 Juni 1974

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD Trisula Jakarta
- SMP Lab School Jakarta
- SMA Mid Pac Hawaii, Amerika Serikat


Karir :
- Fotografer freelance
- Memotret untuk media internasional: Time, Newsweek, Asia Week, The New York Times, Business Week, dan Far East Economic Review


Penghargaan :
Award of Excellence dari Picture of the Year 1999

Keluarga :
Ayah : Fikri Jufri Ibu : Anisa Hadad

Alamat Rumah :
Jalan Pulomas Barat VIII/8, Jakarta Pusat

 

Kemal Jufri


Foto-foto hasil jepretannya menghiasi media internasional. Ia pernah menyabet Award of Excellence 1999 dari Picture of the Year di Amerika Serikat€”organisasi yang memberikan penghargaan semacam World Press Photo. Tapi, ia bilang bahwa jadi fotografer adalah sebuah takdir.

Waktu kecil, Kemal hanya berpikiran ingin punya profesi yang ada hubungannya dengan seni, terutama seni desain, seni visual, dan arsitektur. Tak terpikir untuk menjadi fotografer. Ia tak suka dengan hal-hal yang berbau teknis, termasuk kamera. Ia malas mempelajari mekanisme pemakaian kamera. €œKamera kan berkesan rumit. Kalau melihat foto-foto yang bagus, ya, tertarik juga,€ tutur Kemal.

Ayahnya, wartawan senior Fikri Jufri, tak menuntut anaknya harus jadi apa. Cuma, neneknya mengharapkan Kemal bekerja di kantor, di belakang meja. Setelah ia jadi fotografer, sang nenek masih sering heran dan menertawakan cucunya yang suka bawa kamera yang berat-berat ke mana-mana.

€œWaktu itu ayah saya kepengin anak-anaknya sekolah di luar negeri,€ ujar anak kedua €“ satu-satunya anak lelaki - dari tiga bersaudara ini. Kakaknya sekolah di Australia, adiknya di Singapura. Kemal sendiri cenderung memilih Amerika. €œTiba-tiba saya dapat brosur tentang Hawaii dan saya lihat kok banyak orang Asia, jadi lebih gampang bersosialisasi. Pendidikannya Amerika, suasananya Asia,€ tambahnya.
Tetapi setelah tamat sekolah menengah di sana, Kemal balik ke Jakarta. Ia mengunjungi Galeri Foto Jurnalistik Antara, 1994, dan bertemu dengan kuratornya saat itu, Yudhi Soerjoatmodjo. Ia lalu magang di kantor berita itu, walau ia sama sekali masih buta pengalaman memotret. Adalah Fotografer Oscar Motuloh memperkenalkan kamera dan foto jurnalistik kepadanya, melalui buku-buku karya fotografer internasional.

Dalam rangka magang, Kemal kemudian ditugaskan oleh Oscar menyusuri jalan-jalan Jakarta dan hasilnya memuaskan dan dapat honor. Habis magang di Antara, kendala teknis tentang kamera mulai teratasi, terlebih lagi setelah itu ia mengikuti workshop esai foto di Antara. Kemal mengadakan pameran foto Kota Kita, bertema para profesional muda di luar topeng-topeng profesinya.

Lepas magang di Antara, Kemal freelance untuk media lokal, termasuk majalah D&R. Setelah itu, tiba-tiba salah satu koresponden Asia Week sedang membuat story mengenai pembredelan Tempo, dan dia butuh foto Goenawan Mohamad dan Fikri Jufri berdua.

Tahu bahwa Kemal anak Fikri, si koresponden menawarinya tugas memotret kedua tokoh pers itu. €œLangsung saya terima. Saya potret dengan background cover Tempo yang bergambar Habibie dan kapal, dan dimuat setengah halaman,€ tutur Kemal. Editor foto di Asia Week suka dengan karyanya dan dari situlah awalnya sampai Kemal jadi reguler contributor majalah terkemuka di Asia ini.

John McDougall, fotografer AFP, melihat hasil jepretan Kemal di Asia Week, dan ia lalu menawari jadi stringer tetap untuk AFP. Ia menerimanya, tapi tak lama. Jenuh dengan gaya bekerja di AFP, yang tiap hari harus memproduksi terus menerus, Kemal balik lagi ke Asia Week. Ia juga kontributor untuk Time, News Week, Far Eastern Economic Review.

Kemal memilih freelance karena ia bisa fleksibel mengatur waktu. €œSaya memang berjiwa bebas, pengin ngatur waktu sendiri, nentuin story sendiri, enggak didikte hingga kreativitas lebih besar,€ ujar Kemal. Kalau ada assignment pukul lima pagi, ia mesti bangun pukul tiga dinihari. Kalau tidak ada, bangun siang saja, katanya. €œSampailah di satu titik di mana saya merasa ini profesi yang cocok untuk saya dan akan saya lakukan seterusnya,€ kata Kemal lagi.

Sebagai fotografer, di lapangan ia kerap mengalami kejadian buruk. Misalnya, dipukuli aparat keamanan saat meliput penyerbuan markas PDI, 27 Juli 1996, sampai peralatannya dihancurkan. Atau diburu-buru milisi ketika meliput di Timor Timur pada saat jajak pendapat. Ia menyadari bahwa meliput konflik berisiko luka bahkan mati. Karena itu, ia memakai perhitungan. €œKalau saya pikir terlalu berbahaya, saya nggak akan terusin karena nantinya konyol,€ ujar Kemal.

Ketika meliput di daerah konflik, termasuk di Ambon, sering Kemal memotret kejadian berdarah-darah. €œPadahal, kalau melihat kecelakaan lalu lintas, tawuran, darah membuat saya lemas, pusing, jantung berdebar-debar,€ ungkap Kemal. €œTapi, karena saya memotret, konsentrasinya ke pemotretan, kayak kita ngelihat udah di frame, jadi lupa dengan hal-hal berdarah,€ tambahnya.

Sejak Maret 2001, bersama Dina Purita Antonio, jurnalis asal Filipina, Kemal mendirikan agen foto Imaji. Mereka bercita-cita mengumpulkan fotografer dan penulis freelance dalam sebuah wadah agar tidak mudah dipermainkan oleh para pengorder.

Kemal hobi menonton film. Ia jarang olahraga, walau ia sadar bahwa seorang jurnalis foto seperti dia kebugaran fisik sangat menunjang. Tapi, ia tetap akan berusaha berolahraga secara rutin, agar berat badan setimbang dengan tinggi tubuhnya.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


KAMARDY ARIEF | KARDJONO WIRIOPRAWIRO | KARDONO | KARKONO Partokusumo alias Kamajaya | KARLINA UMAR WIRAHADIKUSUMAH | KARNO BARKAH | KARTINI MULYADI | KASINO HADIWIBOWO | KEMALA MOTIK | K.H. HAMAM JA'FAR | K.H. MOHAMAD ACHMAD SIDDIQ | K.H. MUKTI ALI | K.H. RADEN AS'AD SYAMSULARIFIN | K.H. SHOLEH ISKANDAR | K.H. TOHIR WIJAYA | KHAIDIR ANWAR | KI SOERATMAN | KIAI HAJI ALI MA'SHUM | KOENTJARANINGRAT | KOESNADI HARDJASOEMANTRI | KONTAN PRI BANGUN | KOSASIH PURWANEGARA | KRISHNAHADI S. PRIBADI | KRISTOFORUS Sindhunata | K.R.M. HARIO JONOSEWOJO HANDAJANINGRAT | K.R.T. HARDJONEGORO | KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO | KUNTOADJI | KUNTOWIJOYO | KURNIA | KUSWATA KARTAWINATA | KWIK KIAN GIE | Kafi Kurnia | Kamiso Handoyo Nitimulyo | Karlina Leksono Supelli | Karni Ilyas | Kartika | Kemal Jufri | Koesparmono Irsan | Krisdayanti | Kurniawan Dwi Yulianto | Kusnanto Anggoro | Kusumo Priyono | Kwik Kian Gie


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq