A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

I KETUT Gde Widiana




Nama :
I KETUT Gde Widiana

Lahir :
Tabanan, Bali, 17 April 1966

Agama :
Hindu

Pendidikan :
- SD
- SMP Negeri I, Tabanan
- SMA Negeri I, Tabanan (1985)


Karir :
- Medali emas Kejuaraan Atletik Antar-SMP, Bali (1980)
- Medali emas lompat tinggi pada Kejuaraan Atletik POPSI (Pekan Olah Raga Pelajar Seluruh Indonesia), Jakarta, 1980
- Medali emas lompat tinggi pada Kejurnas Atletik Yunior, Jakarta, 1981
- Medali emas lompat tinggi pada Kejuaraan Atletik Pelajar ASEAN, Muangthai, 1984 (memecahkan rekornas)
- Meraih medali emas lompat tinggi di PON XI, Jakarta, 1985


Alamat Rumah :
Jalan Pahlawan I No. 26, Tabanan, Bali

 

I KETUT Gde Widiana


Dalam waktu kurang dari sebulan, dua kali ia memecahkan rekor nasional (rekornas). Di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali, anak ini tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang mampu melompati mistar setinggi 2 meter, 1 April 1984. Tumbanglah rekornas 1,99 meter atas nama Soewignyo, yang bertahan selama tiga tahun.

Pada tahun yang sama, dalam kejuaraan pelajar ASEAN di Muangthai, 29 April, ia melintasi mistar 2,01 meter. Memang, prestasi siswa kelas dua SMA ini kurang mendapat publikasi. Debut internasionalnya yang pertama tenggelam ditelan berita persiapan Piala Thomas. "Saya sudah berbuat, diakui atau tidak," ujar Ketut Gde. Setelah diselidiki pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), lompatannya diresmikan sebagai rekornas. Ia lantas dipersiapkan untuk SEA Games 1985, dan Asian Games 1986.Berperawakan tinggi 1,80 meter, bobot 67 kg, ia mulai mencintai olah raga lompat tinggi ketika masih di kelas satu SMP. Muncul di kejuaraan atletik antar-SMP, 1980, ia juara pertama. Lompatannya: 1,65 meter. Ayahnya, Wayan Suatra, seorang guru SD, kemudian membawa Ketut Gde kepada pelatih Moch. Halil dan Nengah Wassa di Denpasar.

Lewat pembinaan kedua pelatih ini, ia mengikuti kejuaraan atletik Pekan Olah Raga Pelajar Seluruh Indonesia (POPSI) di Jakarta, 1980. Ia berhasil melompat 1,81 meter. Setahun kemudian, dalam kejuaraan atletik yunior di kota yang sama, ia melompat 1,95 meter.

Semula ia melompat dengan gaya straddle (mengangkang) tetapi belakangan ia memilih gaya fosbury flop (menelentang di atas mistar). Gaya ini diperkenalkan juara lompat tinggi dari Amerika Serikat, Dick Fosbury, dalam Olimpiade Meksiko, 1968. "Dengan gaya straddle, saya cuma mampu melompat setinggi 1,85 meter."

Sehari, paling sedikit anak keempat dari lima bersaudara ini melompati mistar 30 kali. Untuk itu, ia masih harus menempuh jarak 21 km dari rumahnya di Tabanan ke stadion di Denpasar. Untuk mengatasi kejenuhan, sekali-sekali ia main bola voli, atau bola basket. Ibunya, seorang bidan, selama ini turut mengatur menu sang juara yang masih muda itu.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


I GUSTI NGURAH OKA DIPUTHERA | I GUSTI NGURAH BAGUS | I GUSTI NGURAH PUTU WIJAYA | I KETUT Gde Widiana | I NYOMAN MOENA | I WAYAN SURPHA | IBNU SUTOWO | IBRAHIM HASAN | IBRAHIM HOSEN | IBRAHIM RISJAD | IBU SOED (Saridjah Niung Bintang Soedibio) | ICUK SUGIARTO | IDA BAGUS MADE | IDA BAGUS MANTRA | IDA BAGUS OKA PUNIAATMAJA | IDHAM | IDHAM CHALID | IDRIS SARDI | IHROMI | IKE SOEPOMO | IMAM MUNANDAR | IMAM ZARKASYI | IMAN CHAERUL UMAM | IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK) | IMAN TAUFIK | INDAH BERLIANI SOETOPO | INKE MARIS | IRAVATI M. SUDIARSO | IRENG MAULANA | ISBANDI SOEWARDI | ISKANDAR ALISJAHBANA | ISKANDAR SURYAATMADJA | ISMAIL Saleh | ISMAIL SUNI | ISMED BATARA SIREGAR | ISMID HADAD | IVANNA LIE | IWAN DARMANSJAH | IWAN JAYA AZIS | IWAN STAMBOEL | IZZAC HINDOM | Iwan Suryaputra | I Gede Ardika | Ichlasul Amal | Ignas Kleden


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq