A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK)




Nama :
IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK)

Lahir :
Bahorok, Sumatera Utara, 17 November 1949

Pendidikan :
- SD Negeri Bohorok, Bohorok, Sumatera Utara (1962)
- SMP Taman Siswa, Binjai (1965)
- SPG Negeri Binjai (1969)


Karir :
- Film-filmnya: Mereka Kembali (1973)
- Kampus Biru
- Jakarta, Jakarta
- Perkawinan dalam Semusim
- Gara-Gara Istri Muda
- November 1828 (Meraih Citra, 1979)
- Cinta Segitiga
- Remaja di Lampu Merah
- Kabut Sutra Ungu (1980)
- Dr. Siti Pertiwi (1981) Seputih Hatinya Semerah Bibirnya
- Mawar Jingga
- Pasukan Berani Mati
- Titian Serambut Dibelah Tujuh (1983)
- Tugas ke Neraka
- Dia Sang Penakluk
- Budak Nafsu (Meraih Citra, 1984)
- Jaka Sembung (1984)
- Bajing Ireng (1984)
- Rahasia Buronan (1984)
- Carok (Meraih Citra, 1985)


Alamat Rumah :
Jalan Mirah Delima II No. 3, Sumur Batu, Jakarta Pusat

 

IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK)


Empat tahun luntang-lantung di Jakarta, 15 tahun main film, berkali-kali menjadi nominator FFI, baru beberapa tahun ini El Manik memperoleh keberuntungan. Meraih dua Piala Citra pada 1979 dan 1984, Juni 1985 ia dinyatakan sebagai pemeran pembantu pria terbaik dalam Festival Film Asia Pasifik ke-30 di Tokyo. Dan, pada FFI 1985 di Bandung ia juga meraih Citra untuk pemeran pembantu pria terbaik melalui film Carok.

Tamat SPG di Binjai, 1969, Iman Emmanuel Ginting Manik merantau ke Surabaya. Bukan hendak menjadi guru, seperti profesi ayahnya, tetapi membuka studio foto, yang ternyata cukup berhasil. Namun, masih saja anak ketiga dari empat bersaudara itu tergoda mengikuti tes Lembaga Pendidikan Musik & Film di Jakarta. "Lulus nomor satu," tutur El Manik, yang mengikuti tes film.

Sambil menunggu panggilan, El Manik pulang ke Surabaya untuk menjual peralatan studionya. Tetapi, setelah kembali ke Jakarta, ia tidak berhasil menemui pengurus lembaga tersebut -- ia dan rekan-rekannya telah tertipu! Mulailah Manik hidup menggelandang. "Dahulu di belakang TIM ada Gedung Merah, di sana saya sering tidur," kata aktor yang kemudian beruntung mendapat kesempatan bermain, sebagai figuran, dalam film Mereka Kembali arahan Nawi Ismail. Honor pertamanya tidak lebih dari Rp 5.000 (1973).

Dari sini ia terus-menerus mendapat peran pembantu, seperti film Cinta Pertama arahan Teguh Karya, dan Kampus Biru yang ditangani oleh Ami Priyono, serta sejumlah film Ami lainnya. Mendapat peran utama dalam film Jakarta Jakarta, 1979, dari Ami Priyono, membuat Manik mulai dilirik sineas lain. Teguh Karya menyodorkan peran opsir Belanda dalam November 1828, yang menghasilkan Piala Citra dalam FFI 1979 di Palembang untuk pemeran pembantu pria terbaik.

Setelah itu, orang Batak Karo yang berhasil memerankan ustad dalam Titian Serambut Dibelah Tujuh (nominasi peran utama FFI 1983) itu berulang kali masuk nominasi. Tetapi, baru pada 1984, dalam FFI di Yogyakarta, Manik meraih Piala Citra untuk pemeran utama pria terbaik lewat film Budak Nafsu arahan Sjumandjaja. Gelar best supporting actor dalam Festival Film Asia Pasifik di Tokyo digondolnya melalui film Jejak Pengantin.

Ada yang menilai gaya main Manik mirip Jack Nicholson (pemeran One Over the Cuckoo's Nest). "Jack Nicholson yang meniru aku," kata bujangan yang periang dan gemar bercanda itu. Tetapi dalam kesempatan lain, Manik mengaku menyukai Robert De Niro -- di samping Bung Karno untuk tokoh politiknya.

Manik, yang di masa sekolah mengaku pernah menjajakan koran dan majalah, kini menjadi penunggu rubrik Mat Dongkrak dalam majalah Variasi. Walaupun sudah menjadi "bintang besar", penggemar olah raga senam, jalan kaki, catur, dan selancar angin ini masih melakukan kebiasaan lamanya: makan di warung tegal.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


I GUSTI NGURAH OKA DIPUTHERA | I GUSTI NGURAH BAGUS | I GUSTI NGURAH PUTU WIJAYA | I KETUT Gde Widiana | I NYOMAN MOENA | I WAYAN SURPHA | IBNU SUTOWO | IBRAHIM HASAN | IBRAHIM HOSEN | IBRAHIM RISJAD | IBU SOED (Saridjah Niung Bintang Soedibio) | ICUK SUGIARTO | IDA BAGUS MADE | IDA BAGUS MANTRA | IDA BAGUS OKA PUNIAATMAJA | IDHAM | IDHAM CHALID | IDRIS SARDI | IHROMI | IKE SOEPOMO | IMAM MUNANDAR | IMAM ZARKASYI | IMAN CHAERUL UMAM | IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK) | IMAN TAUFIK | INDAH BERLIANI SOETOPO | INKE MARIS | IRAVATI M. SUDIARSO | IRENG MAULANA | ISBANDI SOEWARDI | ISKANDAR ALISJAHBANA | ISKANDAR SURYAATMADJA | ISMAIL Saleh | ISMAIL SUNI | ISMED BATARA SIREGAR | ISMID HADAD | IVANNA LIE | IWAN DARMANSJAH | IWAN JAYA AZIS | IWAN STAMBOEL | IZZAC HINDOM | Iwan Suryaputra | I Gede Ardika | Ichlasul Amal | Ignas Kleden


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq