A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

IDRIS SARDI




Nama :
IDRIS SARDI

Lahir :
Jakarta, 6 Juni 1939

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD kelas III
- AMI (Akademi Musik Indonesia), Yogyakarta


Karir :
- Pimpinan merangkap violis Orkes RRI Jakarta (1953 -- sekarang)
- Komponis dan Ilustrator musik untuk film. Mendapat piala citra untuk Penata Musik Terbaik antara lain dalam Film: Pengantin Remaja (1971)
- Perkawinan (1973)
- Cinta Pertama (1974)
- Doea Tanda Mata (1985)


Alamat Rumah :
Jalan Haji Kontong, Pancoran, Jakarta Selatan Telp: 791783

 

IDRIS SARDI


Usianya belum genap enam tahun ketika ia merengek-rengek pada ayahnya untuk diajari bermain biola. M. Sardi, ayahnya, masih belum mengacuhkan bakat anaknya. Tetapi, ketika ia mendapat sambutan hangat pada pemunculannya yang pertama bersama konser Akademi Musik Indonesia (AMI) di Gedung Negara, Yogyakarta, 1949, M. Sardi baru sadar akan keahlian anaknya.

Betapa tidak. Idris kecil yang masih berusia 10 tahun, dengan celana pendek, memesonakan penontonnya. Usai pergelaran, penonton ramai antre menyalaminya. Di antara yang menyalami, terdapat ayahnya.

Usia delapan tahun, Idris sudah belajar menggesek biola pada Nicolai Vorfolomeyeff, seorang musikus pelarian dari Rusia yang turut memimpin Orkes Radio Jakarta. Sebelumnya pernah belajar pada Tordasi.

Idris yang lahir di Jakarta itu masih kelas III SD ketika Nicolai menerimanya sebagai mahasiswa luar biasa AMI di Yogya. Anak sulung dari delapan bersaudara ini mewarisi seni dari kakek dan kedua orangtuanya. Kakeknya pemain musik di Keraton Yogyakarta, dan sang ayah, selain pemain biola kesohor, menjadi ilustrator film Indonesia -- persis profesi Idris Sardi sekarang. Dalam film Rencong Aceh yang juga dibintangi oleh ibunya, Hadidjah, ilustrasi film dikerjakan ayahnya.

Bocah cilik Idris sudah menjadi sangat sibuk ketika menjadi mahasiswa luar biasa AMI. Pagi ke RRI, sekolah, kuliah, dan bertugas lagi di RRI pada sore harinya. Ia tidak menikmati kehidupan seperti anak-anak lainnya, misalnya bermain kelereng.

Ketika M. Sardi meninggal, 1953, Idris menggantikan kedudukan sang ayah sebagai violis pertama merangkap pimpinan Orkes RRI Jakarta, dalam usia 14 tahun. Honornya Rp 1.400. Ini berarti Rp 150 lebih tinggi dari honor ayahnya.

Pada tahun 60-an, Idris beralih dari dunia musik biola serius, idolisme Heifetz, ke komersialisasi Helmut Zackarias, yang mengaung-ngaung. Ia lantas dituduh oleh para pengamat musik sebagai "pelacur" dari dunia serius.

"Tapi, ini satu-satunya jalan pada waktu itu untuk tetap hidup pada profesi saya," ujar Idris membela diri. Karena tipe Zackarias-lah yang pada waktu itu bisa laku. Waktu itu, di Indonesia belum ada musik serius yang bisa hidup sehat. Nicolai sendiri pernah mengatakan padanya, "Kamu harus siap kecewa, atau kamu berkelana ke luar negeri."

Ia hidup berdampingan dengan Ita Zerlyta, kemanakan Bing Slamet, yang dinikahinya April 1968. Pasangan yang menurunkan tiga anak ini bubar pada 1981. Idris kemudian menikah dengan Marini, penyanyi cantik yang telah menjanda dua kali. Marini juga membawa tiga anak -- yang semuanya ikut Idris.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


I GUSTI NGURAH OKA DIPUTHERA | I GUSTI NGURAH BAGUS | I GUSTI NGURAH PUTU WIJAYA | I KETUT Gde Widiana | I NYOMAN MOENA | I WAYAN SURPHA | IBNU SUTOWO | IBRAHIM HASAN | IBRAHIM HOSEN | IBRAHIM RISJAD | IBU SOED (Saridjah Niung Bintang Soedibio) | ICUK SUGIARTO | IDA BAGUS MADE | IDA BAGUS MANTRA | IDA BAGUS OKA PUNIAATMAJA | IDHAM | IDHAM CHALID | IDRIS SARDI | IHROMI | IKE SOEPOMO | IMAM MUNANDAR | IMAM ZARKASYI | IMAN CHAERUL UMAM | IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK) | IMAN TAUFIK | INDAH BERLIANI SOETOPO | INKE MARIS | IRAVATI M. SUDIARSO | IRENG MAULANA | ISBANDI SOEWARDI | ISKANDAR ALISJAHBANA | ISKANDAR SURYAATMADJA | ISMAIL Saleh | ISMAIL SUNI | ISMED BATARA SIREGAR | ISMID HADAD | IVANNA LIE | IWAN DARMANSJAH | IWAN JAYA AZIS | IWAN STAMBOEL | IZZAC HINDOM | Iwan Suryaputra | I Gede Ardika | Ichlasul Amal | Ignas Kleden


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq