A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

IHROMI




Nama :
IHROMI

Lahir :
Garut, Jawa Barat, 4 April 1928

Agama :
Protestan

Pendidikan :
- Christelijke HIS, Garut (1942)
- Sekolah Teknik, Bandung (1945)
- SMA Perjuangan, Garut/Sumedang (1948)
- Sekolah Tinggi Teologia, Jakarta (1955)
- Fakultas Sastra Universitas Indonesia (tidak selesai, 1957)
- Universitas Harvard, Cambridge, AS (M.A., 1963)
- Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Jerman Barat (Doktor, 1972)


Karir :
- Tentara Pelajar (1945-1946)
- Sekjen Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (1954-1955)
- Guru Besar Sekolah Tinggi Teologia (1972-sekarang)
- Guru Besar Luar Biasa Fakultas Sastra UI (1974-sekarang)
- Ketua Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia (1973-1978)
- Wakil Ketua World Council of Churches (1975-1983)


Alamat Rumah :
Jalan Dempo 14, Jakarta Pusat Telp: 883292

Alamat Kantor :
Jalan Proklamasi 27 Jakarta Pusat Telp: 882517

 

IHROMI


Sejak kecil ia sudah dipanggil "profesor" oleh teman-teman se-SD-nya. Ini mungkin gara-gara Ihromi berkaca mata, suka duduk di bangku paling belakang, senang membaca, dan "pintar- pintar bodoh". Soalnya, ia paling pintar di satu pelajaran, dan "paling bodoh" pada pelajaran yang lain, konon.

Julukan itu mendorongnya giat belajar. "Saya ingin menunjukkan bahwa saya benar-benar akan menjadi profesor," ujar Ihromi. Tadinya, ia ingin menjadi insinyur mesin, dan sempat masuk sekolah teknik di Bandung -- seangkatan dengan bekas Gubernur Ali Sadikin yang mengambil jurusan bangunan. Ternyata, kemudian, ia meneruskan pelajaran ke SMA, karena beralih cita-cita, ingin jadi dokter.

Setamat SMA di Sumedang, 1948, Ihromi bertemu dengan dr. Sanusi, ipar Bung Hatta. Dokter itulah yang menganjurkan si anak pedagang kecil ini masuk Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ). Tamat STTJ enam tahun kemudian, ia masuk Fakultas Sastra UI, jurusan bahasa Sunda dan Arab. Gelar M.A. ilmu sejarah dan bahasa Semit diraihnya dari Universitas Harvard, AS, 1963. Tiga tahun mendalami Kitab Perjanjian Lama di Joh. Gutenberg Universitap4t, di Mainz, Jerman Barat, menghasilkan gelar doktor bagi Ihromi. Disertasinya, 'Amm 'Ani Wadal Nach dem Propheten Zephanya, dipertahankannya dengan yudisium magna cum laude.Guru besar FS UI dan STTJ ini pernah menjadi anggota Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional (KPPN). Kepada harian Sinar Harapan, 3 Agustus 1984, Ihromi mengingatkan pemborosan serius yang terjadi di sektor pendidikan. Kekurangtahuan masyarakat tentang pendidikan tercermin dalam cara mereka memasukkan anak-anaknya ke sekolah yang berorientasi pada gelar. Ketidaktahuan itulah yang dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan tertentu, yang hanya mencari keuntungan. Ditinjau dari segi uang maupun waktu, "Pemborosan ini serius sekali," katanya.

Ihromi, orang Indonesia pertama yang meraih keahlian bahasa Ibrani di luar negeri, tidak sependapat dengan sikap memperbandingkan agama. "Kalau untuk mengetahui agama lain, ya, tidak apa-apa. Asal tidak memperbandingkannya," katanya. Alasannya, tiap agama mempunyai kaidahnya sendiri-sendiri. Sikap saling menghormati keyakinan masing-masing, menurut dia, adalah dasar kerukunan beragama.

Ihromi sendiri berasal dari ayah yang penganut Islam dan ibu pengikut Kristen. Dua belas bersaudara, tujuh orang memilih Kristen sedangkan yang lima memilih Islam. "Kami selalu kompak dalam hal-hal lainnya, walau berlainan agama," ujar wakil ketua Working Committee on Dialogue Dewan Gereja Sedunia itu.

Aktif di gerakan mahasiswa Kristen, GMKI, memberi kesempatan bagi lelaki yang gemar membaca cerita wayang dan ihwal kehidupan orang Indian ini kenal dengan seorang gadis Tapanuli, Tapi Omas, yang kemudian lebih dikenal sebagai Prof. Dr. Ny. T.O. Ihromi, S.H., guru besar FH UI. Menikah pada 1959. Ia dianugerahi dua anak perempuan. Ihromi senang berjalan kaki, dan menggemari musik klasik Barat dan Sunda.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


I GUSTI NGURAH OKA DIPUTHERA | I GUSTI NGURAH BAGUS | I GUSTI NGURAH PUTU WIJAYA | I KETUT Gde Widiana | I NYOMAN MOENA | I WAYAN SURPHA | IBNU SUTOWO | IBRAHIM HASAN | IBRAHIM HOSEN | IBRAHIM RISJAD | IBU SOED (Saridjah Niung Bintang Soedibio) | ICUK SUGIARTO | IDA BAGUS MADE | IDA BAGUS MANTRA | IDA BAGUS OKA PUNIAATMAJA | IDHAM | IDHAM CHALID | IDRIS SARDI | IHROMI | IKE SOEPOMO | IMAM MUNANDAR | IMAM ZARKASYI | IMAN CHAERUL UMAM | IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK) | IMAN TAUFIK | INDAH BERLIANI SOETOPO | INKE MARIS | IRAVATI M. SUDIARSO | IRENG MAULANA | ISBANDI SOEWARDI | ISKANDAR ALISJAHBANA | ISKANDAR SURYAATMADJA | ISMAIL Saleh | ISMAIL SUNI | ISMED BATARA SIREGAR | ISMID HADAD | IVANNA LIE | IWAN DARMANSJAH | IWAN JAYA AZIS | IWAN STAMBOEL | IZZAC HINDOM | Iwan Suryaputra | I Gede Ardika | Ichlasul Amal | Ignas Kleden


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq