
Nama : IMAN TAUFIK
Lahir : Jakarta, 24 April 1942
Agama : Islam
Pendidikan : - SD Negeri 8, Cirebon (1954)
- SLP Negeri I, Cirebon (1957)
- SLA Negeri IB, Cirebon/Monroe High School di Rochester New York, AS (1960)
- ITB di Bandung (lulus 1967)
- Reservoir Engineering di Jakarta (1972)
- Advanced Construction Management di Singapura (1980)
- Computer Aided Design System di Nice, Prancis (1982)
Karir : - Senior Mechanical Engineer PT Caltex Pacific Indonesia (1967-1971)
- Senior Offshore Engineer IIAPCO-OIL, Jakarta (1971-1972)
- Director of Engineering R.J. Brown & Associates (s) Pte., Ltd. Singapore (1972-1973)
- Direktur PT Tripatra Engineering (1973-1983)
- Komisaris Utama PT Tripatra Engineering (1984 -- sekarang)
- Dirut PT Gunanusa Utama Fabricators (1982 -- sekarang)
Kegiatan Lain : - Ketua Departemen Teknologi Tinggi Kadin Pusat
- Ketua II Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (1980-1984)
- Bendahara G3PI/ILD (1982-1984)
- Sekjen Hippi (1980-1984)
Alamat Rumah : Jalan H. Abdulgani 155, Rempoa, Ciputat, Jakarta Selatan Telp: 741564
Alamat Kantor : PT Tripatra Engineering Gedung Cipta, Jalan H.R. Rasuna Said Kapling C-10, Jakarta Selatan Telp: 516766/583338
|
|
IMAN TAUFIK
"Kalau tidak ada lagi tantangan dalam hidup ini, lebih baik mati," ujar Iman Taufik. Dan begitulah memang perjalanan kariernya. Lahir di Jakarta tetapi besar di Cirebon, ia bercita-cita menjadi pelaut. Pernah melamar sebagai calon penerbang TNI-AL, tetapi kandas. "Mata saya minus," kata Iman.
Ia lalu diterima di Jurusan Mesin ITB Bandung. Datanglah musibah: ayahnya, pensiunan pegawai jawatan telepon, meninggal dunia. Keadaan ini memaksa anak tunggal itu membuka bengkel sepeda motor. Untuk menghemat, secara bergilir ia makan di rumah teman-temannya. Kuliahnya sering bolos, tetapi untung banyak rekannya yang membantu mengisi daftar hadir.
Lulus ITB, 1967, kali ini Iman ingin menjadi awak kapal selam bagian mesin. Sayang, ketika itu TNI-AL sedang mengurangi personilnya. Kebetulan, datang tawaran sebagai mechanical engineer perusahaan minyak Caltex -- langsung diterima Iman. Walaupun merasa banyak mendapat pengalaman berharga, untuk mencapai jabatan Manajer Produksi Caltex (batas minimal usia 50 tahun), "Saya harus menunggu 21 tahun," tuturnya.Inilah alasannya beralih ke perusahaan minyak AS, IIAPCO. Di sana, lelaki tinggi besar (181 cm, berat 95 kg) itu meminta gaji empat kali lipat dari yang diterimanya di Caltex. Diluluskan, tetapi di sini ia juga cuma bertahan setahun. Soalnya, IIAPCO mengingkari janji memberikan fasilitas perumahan kepadanya, padahal bawahan Iman, orang Amerika, memperoleh rumah bagus.
Rasa tidak betah terulang di R.J. Brown & Associates PTE., Ltd. Bergaji US$ 2.000 sebulan berikut fasilitas mobil Mercy dan rumah mewah di Holland Road, Singapura, tetapi rasa rindu tanah airnya lebih unggul. Lagi pula, seorang Amerika menasihati agar ia lebih baik menyumbangkan keahliannya kepada tanah air. Iman tergugah.
Pulangnya, di bandar udara Kemayoran, Iman bertemu rekannya di Caltex, Wiwoho Basuki Cakranegara. Keduanya, masing-masing insinyur mesin dan ahli perminyakan, sepakat berkongsi. Berdirilah PT Tripatra Engineering, 1972. "Modalnya hanya kredibilitas dan keberanian," kata Iman. Lalu menyusul PT Gunanusa Utama Fabricators, industri anjungan minyak lepas pantai. Dengan modal Rp 4 milyar, perusahaan ini menyerap sekitar 600 tenaga kerja.
Ketua Departemen Teknologi Tinggi Kadin Pusat, dan Sekretaris Jenderal Hippi ini melakukan jogging setiap pagi. Kala senggang, ia menyelam (scuba diving) di Pulau Putri, Kepulauan Seribu, Jakarta. Golf? "Menghabis-habiskan waktu saja," katanya.
Ia menikah dengan Nani Yurniati, 1969, dan dikaruniai tiga anak.
|