
Nama : Iwan Suryaputra
Lahir : Semarang, Jawa Tengah, 25 September 1970
Pendidikan : 1. SD Karangturi Semarang (1983)
2. SMP Karangturi Semarang (1986)
3. SMA Karangturi Semarang (1989)
4. Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jakarta (1995)
Karir : 1. Manajer pabrik batu bata di Bekasi, Jawa Barat (1992-1998)
2. Konsultan teknologi informasi untuk Mobile Smart PTE Ltd., Melbourne, Australia (1998-sekarang)
3. Direktur Operasional PT Bukit Mahligai Sentosa (2000-sekarang)
4. GM Operational PT Atlasat Solusindo (sekarang)
Alamat Rumah : Gelong Baru Timur 6b No. 12, Jakarta 11440. Telepon: 855 787 5758
Alamat Kantor : Gedung Elektrindo, Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan
|
|
Iwan Suryaputra
Pengagum raja komputer dunia, Bill Gates, ini mengaku tidak sengaja menekuni dunia teknologi informasi (TI). Walau kuliah di jurusan akutansi di Universitas Tarumanagara, Jakarta, €œSaya lebih banyak berkecimpung ke dunia TI,€ ujar pria yang sejak SMP sudah mengikuti berbagai kursus komputer ini.
Begitu lulus dari Universitas Tarumanagara, 1995, ia melihat bahwa TI memiliki peluang berkembang yang cukup besar. Walau pada 2001 bisnis dotcom di Indonesia bertumbangan, ia tetap melihat bahwa perusahaan yang di-backup badan usaha milik negara, seperti Telkom, Indosat, dan Satelindo, akan tetap bertahan. Karena itulah, ia memilih berprofesi sebagai praktisi sekaligus pengamat tekonologi informasi.
Karirnya di dunia TI diawali setelah berhenti dari pekerjaan semula sebagai manajer sebuah pabrik batu bata di Bekasi, Jawa Barat. Iwan kemudian menjadi konsultan TI untuk Mobile Smart PTE Ltd, yang berkedudukan di Melbourne, Australia. Kini, selain masih jadi konsultan di perusahaan tersebut, Iwan menjabat Direktur Operasional PT Bukit Mahligai Sentosa dan GM Operational PT Atlasat Solusindo. Sebagai praktisi sekaligus pengamat TI, Iwan sering menulis kolom di media massa tentang berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi informasi.
Istri dan anaknya cukup mendukung karirnya. Berapa pun harga alat TI yang dibutuhkan, sang istri akan menyuruhnya membeli. Ayah seorang anak ini tidak mengarahkan agar anaknya kelak mengikuti jejaknya. €œSilakan mau jadi seniman, pemusik, atau politisi. Tugas saya hanya mengarahkan,€ katanya. Soal memperkenalkan pada komputer, €œItu saya lakukan sejak dini,€ ujarnya lagi. Cuma, jangan harap si anak bisa melihat situs-situs porno, karena pada komputernya sudah disensor.
€œSaya hanya selalu merasa perlu terus belajar,€ katanya. Dan, ia mengerjakan profesi ini dengan enjoy. €œKarena selain sebagai pekerjaan, TI juga hobi saya.€ Hobinya yang lain: main game, terutama play station-2. Falsafah hidupnya mikul duwur mendhem jero (menjunjung hal yang baik-baik, mengubur hal yang jelek dalam-dalam). €œSaya ketika melihat kesusahan berusaha tidak menambah kesusahan. Kalau ada kemampuan, saya akan bantu,€ ujarnya.
Obsesinya, Iwan hendak meluncurkan buku tentang selular dan dunia TI. Yang lain, ini berhubungan dengan pengalamannya: sering bermimpi tentang kejadian di masa depan, beberapa minggu kemudian ia betul-betul ke tempat impiannya itu. Untuk menjawabnya, €œSaya banyak membaca buku tentang pendekatan ilmiah memori otak terhadap masa lalu dan sekarang,€ tuturnya. Ditambah dengan membaca bahan di internet, mistik ataupun teori-teori logika, ia berharap dalam dua puluh tahun ke depan apa yang dipelajarinya sekarang akan menjadi bisnis. €œEntah bisnis apa.€
|