A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

ICUK SUGIARTO




Nama :
ICUK SUGIARTO

Lahir :
Solo, Jawa Tengah, 4 Oktober 1962

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD, SMP, Solo
- SMA Ragunan, Jakarta (1980)


Karir :
- Juara Munadi Cup di Semarang (1974)
- Juara Dunia di Kopenhagen (1983)
- Anggota Tim Thomas Cup Indonesia (1984 & 1986)
- Juara Thailand Open (1984, 1985)
- Juara Malaysia Open di Kuala Lumpur (1984)
- Juara Turnamen Piala Alba di Jakarta (1985)
- Unggulan ke-16 Grand Prix pemain bulu tangkis dunia, 1985


Kegiatan Lain :
- Karyawan Bank Bumi Daya Jakarta

Alamat Rumah :
Kompleks Bulu Tangkis, Jalan Manila, Senayan, Jakarta Pusat

 

ICUK SUGIARTO


Ia menjadi pahlawan, dielu-elukan sepanjang jalan, begitu tiba di tanah air setelah mengantungi gelar juara dunia bulu tangkis di Denmark, 1983. Koran dan majalah memasang gambar Icuk besar-besar. Tetapi, tidak lama sang pahlawan di singgasana. Bulan-bulan selanjutnya, ia sudah dicaci-maki. Berbagai turnamen diikutinya -- selalu tanpa hasil. Ia kalah. Bahkan, ketika memperebutkan Piala Thomas, Icuk menyerah, walau regu Indonesia berhasil merebut piala terhormat itu.

Tahun 1983 memang tahun kelabu bagi pemain dari Solo ini. Hampir tidak ada kejuaraan yang dimenangkannya. Kalau tidak di final, ia kalah di semifinal, bahkan di babak penyisihan. "Lama-lama, saya merenung dan mencari penyebabnya. Kemudian saya bertekad untuk bangkit," ujarnya. Tekadnya ini menyebabkan Icuk pindah dari rumahnya sendiri, di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, ke sebuah rumah kontrakan di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Dengan rumah yang lebih dekat ke tempat latihan, Icuk tidak pernah absen menempa dirinya.

Hasilnya memang mengagumkan. Di kejuaraan Muangthai Terbuka, Juli 1985, Icuk menundukkan pemain muda RRC Xiang Guo Bao di final dengan pertarungan dua set yang singkat, 15w6 dan 15w3. Ia mengantungi hadiah Rp 2,5 juta, padahal saat bertanding itu Icuk menderita sakit di telapak kakinya.

Kemenangan itu seperti berpihak terus pada Icuk. Pekan pertama September 1985, ia lagi-lagi menggondol gelar juara pertama dalam kejuaraan Piala Alba V di Jakarta dan mengantungi hadiah Rp 8,3 juta. Lawannya, Morten Frost Hansen, dibantainya lewat pertarungan rubber set, 15w11, 8w15, dan 15w4. Dan kemenangan lain di bulan yang sama, di arena PON XI, Icuk menyumbangkan medali emas untuk DKI Jakarta.

Istrinya, Nina Yaroh -- bekas pemain nasional asal Medan -- punya andil dalam berbagai kemenangan ini. Dialah menurut Icuk yang mendorongnya untuk bangkit. "Nina yang selalu bisa menerima saya baik kalah ataupun menang," kata penggemar novel Motinggo Busje ini. Pasangan muda ini dikaruniai seorang anak.

Tentang sang juara yang sering sakit-sakitan menjelang bertanding ini, konon, itu 'warisan' masa kecilnya. Karena sakit-sakitan itulah, namanya semula Budianto lantas diubahnya menjadi Sugiarto. Kemudian, di kampungnya, Keratonan, Solo, anak ketiga dari tujuh bersaudara keluarga pegawai RRI ini mendapat panggilan akrab: Icuk. Nama itu kini digandengnya, jadilah Icuk Sugiarto.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


I GUSTI NGURAH OKA DIPUTHERA | I GUSTI NGURAH BAGUS | I GUSTI NGURAH PUTU WIJAYA | I KETUT Gde Widiana | I NYOMAN MOENA | I WAYAN SURPHA | IBNU SUTOWO | IBRAHIM HASAN | IBRAHIM HOSEN | IBRAHIM RISJAD | IBU SOED (Saridjah Niung Bintang Soedibio) | ICUK SUGIARTO | IDA BAGUS MADE | IDA BAGUS MANTRA | IDA BAGUS OKA PUNIAATMAJA | IDHAM | IDHAM CHALID | IDRIS SARDI | IHROMI | IKE SOEPOMO | IMAM MUNANDAR | IMAM ZARKASYI | IMAN CHAERUL UMAM | IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK) | IMAN TAUFIK | INDAH BERLIANI SOETOPO | INKE MARIS | IRAVATI M. SUDIARSO | IRENG MAULANA | ISBANDI SOEWARDI | ISKANDAR ALISJAHBANA | ISKANDAR SURYAATMADJA | ISMAIL Saleh | ISMAIL SUNI | ISMED BATARA SIREGAR | ISMID HADAD | IVANNA LIE | IWAN DARMANSJAH | IWAN JAYA AZIS | IWAN STAMBOEL | IZZAC HINDOM | Iwan Suryaputra | I Gede Ardika | Ichlasul Amal | Ignas Kleden


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq