
Nama : ISMED BATARA SIREGAR
Lahir : Bengkalis, Sumatera Utara, 20 November 1925
Agama : Islam
Pendidikan : - ELS, Medan/Jakarta
- HBS, Medan/Jakarta
- FH UI, Jakarta (1954)
- International Relations Sophia University Tokyo (1971)
- Business Administration University of Hawaii di Tokyo (1974)
Karir : - Pengacara (1954-1955)
- Anggota Pengawas Bappeda DKI (1961-1963)
- Anggota Pengawas Bappeda Sul-Sel (1962-1965)
- Lektor Hukum Adat Universitas Muhammadiyah
- Asisten Menteri Perindustrian Dasar/Ringan RI (1966-1967)
- Atase Perindustrian KBRI Jepang (1969-1982)
- Dirut Bank Perdania (1984 -- sekarang)
Kegiatan Lain : - Pengurus Pusat HMI & PPMI
- Sekjen Dewan Ekonomi Indonesia (1955-1961) Sekjen National Committee of International Chamber of Commerce (1957-1961)
Alamat Rumah : Jalan Perdatam V No. 25, Pancoran, Jakarta Selatan Telp: 795397
Alamat Kantor : Jalan Mangga Besar 7-9-11, Jakarta Pusat Telp: 621708
|
|
ISMED BATARA SIREGAR
Seberapa luas lapangan kerja buat lulusan fakultas hukum? Inilah jawaban Ismed Batara Siregar, Presiden Direktur Bank Perdania. "Sarjana hukum itu bisa terpakai di semua lapangan. Tanpa hukum, negara sulit berjalan. Juga untuk bank."
Tentu saja. Ismed sendiri memang sarjana hukum, dan berkecimpung di dunia perbankan. Semula ia ingin menjadi advokat. Sebab, "Waktu kecil, saya banyak melihat penyelewengan hukum dan penindasan." Maka, jadilah anak pertama dari 12 bersaudara ini masuk Fakultas Hukum UI, 1954. Itu berarti ia mengesampingkan harapan ayahnya, T. Sutan Dilaoet. Sang ayah, terakhir bekerja sebagai hoofdopzichter B.O.N -- semacam kepala DPU -- di Medan, di zaman kolonial Belanda, menginginkan Ismed menjadi insinyur.
Beberapa negeri sudah ia kunjungi. Untuk urusan kongres, seminar, tugas, program pendidikan, maupun urusan pribadi. Yang paling berpengaruh bagi lelaki semampai dengan tinggi 174 cm dan berat 65 kg ini, tampaknya hanya Jepang. Di negeri itu, ia sempat bertahan selama 13 tahun lebih, yaitu ketika menjabat sebagai atase perindustrian KBRI.
Kini di ruang kerjanya tergantung sebuah kaligrafi dalam huruf kanji. Arti huruf-huruf artistik itu: sabar. "Saya selalu menengoknya, supaya kalau sedang memanggil karyawan untuk menegur atau memarahinya, saya jadi ingat bahwa saya harus sabar," kata orang yang pernah jadi anggota pengawas Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta, di zaman Gubernur Sumarno.
Penggemar golf ini menikah pada 1957, dengan Hetty Sigarlakie, S.H. Upacara perkawinannya berlangsung di kediaman Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, di Brussel, Wiwoho.
Selain itu bapak tiga anak ini pembaca novel yang baik. Musashi, novel biografi tokoh samurai terkenal, sudah dibacanya tatkala ia masih di Jepang dan sebelum diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
|