A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

IMAM MUNANDAR




Nama :
IMAM MUNANDAR

Lahir :
Blitar, Jawa Timur, 15 Juni 1927

Agama :
Islam

Pendidikan :
- HIS (1940)
- SMP (1943)
- STM (1951)
- Renseitai/Peta (1943-1944)
- Kupaltu (1953)
- Kupalda (1957)
- Seskoad (1967)
- Lemhanas Angkatan V (1973)
- Lembaga Manajemen Hankam Khusus Pati (1974)


Karir :
- Danton Divisi Narotama, Blitar (1945-1948)
- Danki Dam VIII Brawijaya, Surabaya (1948-1953)
- Perwira S-2 Dam VIII Brawijaya (1953-1958)
- Dan Denma Kodam VIII Brawijaya (1956-1961)
- Dan KMK Malang (1961-1962)
- Dan Puslatpur, Malang (1962-1963)
- Danyon 530 Para, Madiun (1963-1964)
- Dandim Surabaya (1964-1965)
- Waas II Kas Kodam VIII Brawijaya (1965-1966)
- Kasdem 084, Surabaya (1966-1968)
- Danrem 081, Madiun (1968-1970)
- Danrem 084, Surabaya (1970-1972)
- Wakasdam VIII Brawijaya (1972-1973)
- Ka Disjab AD, Bandung (1973-1975)
- Pangdam XVII Cenderawasih, Jayapura (1975)
- Wapang Kowilhan I, Medan (1978)
- Gubernur Riau (1980-sekarang)


Alamat Kantor :
Kantor Gubernur Riau, Pakanbaru

 

IMAM MUNANDAR


Rekan-rekannya sesama gubernur menjuluki Imam Munandar Man of the Year, 1985. Apa pasal? Ia sempat menjadi tumpuan perhatian, ketika dalam pemilihan calon gubernur Riau di tingkat DPRD, September 1985, calon unggulan utama Fraksi Karya Pembangunan ini hanya memperoleh 17 suara. Sementara itu, Ismail Suko, calon pendamping dari fraksi yang sama, lebih unggul dua suara.

Uniknya, sebagian besar masyarakat Riau tidak menyesali kekalahan Munandar. Sebaliknya, mereka menyambut gembira kemenangan Ismail Suko. Apakah selama ini ada masalah dengan gubernur itu? "Kalau saya, tidak ada apa-apa," ujarnya.

Tetapi, Ismail Suko kemudian mengundurkan diri. Otomatis jalan menuju kursi Gubernur Riau untuk masa jabatan kedua bagi Munandar menjadi mulus. Ia dilantik untuk periode jabatan 1985- 1990, Oktober 1985. Diakuinya, tidak ada beban psikologis baginya sehubungan dengan peristiwa pemilihan itu. "Kita semua 'kan bersaudara. Setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan," ujarnya.

Senang humor, ucapan dan lagak lagunya yang jenaka sering mengundang tawa. Namun, pada saat tertentu ia bisa menjadi galak dan beringas. Bila menemukan sesuatu yang tidak beres, ia cepat marah dan melontarkan umpatan.

Munandar mengecam birokrasi yang berlebihan, serta pelayanan yang lamban dan berbelit-belit. Pegawai negeri yang kurang mengikuti tata tertib dimintanya berhenti saja. "Semangat membangun harus disertai tindakan terhadap setiap penyelewengan," ujarnya.

Masa jabatannya yang pertama sebagai Gubernur Riau ia mulai pada 1980, menggantikan Subrantas yang meninggal. Bekerja keras mengejar ketinggalan, ia menggiatkan pertanian di daerah yang terkenal dengan ladang-ladang minyak itu. Produksi pangan ditingkatkannya melalui program intensifikasi khusus (insus) Operasi Riau Makmur. Untuk perkebunan kelapa sawit, ia menyiapkan lahan seluas 600 ribu hektar.

Dari masyarakat Riau, Munandar menerima gelar Datuk Lela Wangsa (panglima perkasa pelindung bangsa) dan Paklung (yang dituakan), 1981. Sebaliknya, untuk menghormat dan menghargai Raja Ali Haji, ia membangun prasasti Gurindam Duabelas -- nama satu di antara karya terkenal sastrawan Melayu tersebut. Munandar juga pendiri dan ketua presidium Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pakanbaru.

Menggemari berbagai cabang olah raga, antara lain sepak bola, tinju, judo, dan terjun payung, ia merencanakan membangun stadion serba guna di ibu kota provinsi yang dipimpinnya itu dengan biaya Rp 1 milyar. Di bidang kesenian, ia menyenangi gamelan, wayang, dan seni lukis. Ia gemar pula bercocok tanam dan memelihara ternak. Menikah dengan Sri Moedjinah, ia dikaruniai enam anak.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


I GUSTI NGURAH OKA DIPUTHERA | I GUSTI NGURAH BAGUS | I GUSTI NGURAH PUTU WIJAYA | I KETUT Gde Widiana | I NYOMAN MOENA | I WAYAN SURPHA | IBNU SUTOWO | IBRAHIM HASAN | IBRAHIM HOSEN | IBRAHIM RISJAD | IBU SOED (Saridjah Niung Bintang Soedibio) | ICUK SUGIARTO | IDA BAGUS MADE | IDA BAGUS MANTRA | IDA BAGUS OKA PUNIAATMAJA | IDHAM | IDHAM CHALID | IDRIS SARDI | IHROMI | IKE SOEPOMO | IMAM MUNANDAR | IMAM ZARKASYI | IMAN CHAERUL UMAM | IMAN EMMANUEL GINTING MALIK (EL MANIK) | IMAN TAUFIK | INDAH BERLIANI SOETOPO | INKE MARIS | IRAVATI M. SUDIARSO | IRENG MAULANA | ISBANDI SOEWARDI | ISKANDAR ALISJAHBANA | ISKANDAR SURYAATMADJA | ISMAIL Saleh | ISMAIL SUNI | ISMED BATARA SIREGAR | ISMID HADAD | IVANNA LIE | IWAN DARMANSJAH | IWAN JAYA AZIS | IWAN STAMBOEL | IZZAC HINDOM | Iwan Suryaputra | I Gede Ardika | Ichlasul Amal | Ignas Kleden


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq