
Nama : ISMAIL SUNI
Lahir : Labuhanhaji, Aceh, 7 Agustus 1929
Agama : Islam
Pendidikan : - SD, Tapaktuan (1942)
- SMP, Aceh (1948)
- SMA, Jakarta (1953)
- FH UI (S.H., 1957
- Doktor, 1963)
- Universitas McGill, Montreal, Kanada (MCL, 1960)
Karir : - TP Islam (1945-1950), Asisten, kemudian Guru Besar FH UI (1955-sekarang)
- Dekan FH Universitas Cenderawasih (1962-1963)
- Wakil Ketua Lembaga Pembinaan Hukum Nasional (1964-1974)
- Dosen Seskoal, Lemhanas dan Akabri Kepolisian (1965) Anggota DPR-GR/MPRS (1967-1969)
- Rektor Universitas Muhammadiyah (1973-1980)
Kegiatan Lain : - Direktur PT Canadianty (1971-sekarang)
Karya : - Antara Lain: Pergeseran Kekuasaan Eksekutif, Aksara Baru, 1977
Alamat Rumah : Jalan Jenggala II/12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Alamat Kantor : Wisata Internasional, Kamar 270 Jakarta Pusat
|
|
ISMAIL SUNI
Kecilnya ia terbilang pandai. Ismail masih duduk di kelas II SM Muhammadiyah di Labuhanhaji, ketika terdorong ikut ujian akhir, dan lulus, 1948. Bekas anggota Tentara Pelajar Islam itu kemudian berangkat ke Jakarta dan masuk SMA "favorit", Ja-lan Budi Utomo, Jakarta. Melanjutkan ke Fakultas Hukum UI, studinya rampung setahun lebih awal. Gelar MCL (Master of Civil Law) diraihnya tiga tahun kemudian (1960) pada Universitas McGill di Montreal, Kanada.
Ketika Irian Barat (kini Irian Jaya) di bawah UNTEA -- organisasi PBB yang kemudian mengalihkan dae-rah sengketa Be- landawIndonesia itu kepada RI -- Ismail ditunjuk mendampingi Prof. Sugarda Purbacaraka untuk me-rintis pendirian Universitas Cenderawasih (Uncen). Tepat pada Hari Pahla-wan, 10 November 1962, fakultas pertama (hukum) di Irian Barat didirikan. Ismail menjabat dekannya sambil menjadi wakil Prof. Sugarda -- yang memangku jabatan rektor.
Tetapi, Uncen ditinggalkannya karena Ismail ingin me-raih gelar doktor hukum tata negara pada Universitas Indonesia. Dengan disertasi, Pergeseran Kekuasaan Eksekutif, Suatu Penyelidikan dalam Hukum Tata Negara, ia lulus, 1963. Disertasi yang telah dibukukan itu menjadi buku wajib di seluruh universitas negeri.
Ismail telah menulis sekitar 100 karangan, antara lain buku, Mekanisme Demokrasi Pancasila dan Mencari Keadilan -- Sebuah Otobiografi. Saat menjadi anggota DPRGR, guru besar FH UI ini turut me-rumuskan UU Pemilihan Umum, UU Susunan MPR dan DPR, dan UU Keormasan.
Tetapi, ia juga acap berurusan dengan pihak yang berwajib. Pada 1978, ia ditahan, karena ucapannya dalam berbagai ce-ramah dan diskusi. Pria berkulit kuning ini juga pintar berwiraswasta. Di Sumate-ra Utara, Ismail memiliki kebun karet dan cokelat, sebuah usaha patungan dengan orang Inggris. Dari Rosna Daud, gadis Aceh yang dinikahinya pada 1958, ia dianuge- rahi lima anak.
|