A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Nan Triveni Achnas




Nama :
Nan Triveni Achnas

Lahir :
Singapura, 14 Januari 1963

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD dan SMP di Singapura
- SMA di Malaysia
- Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta (1985-1988)
- Memperoleh beasiswa dari pemerintah Belanda untuk pelatihan pembuatan film features, dokumenter dan film televisi komersial (1990)
- Memperoleh beasiswa British Achievening Award 1995, untuk kuliah kajian sinema di University of East Anglia, United Kingdom (1994-1995)


Karir :
- Dosen dan Ketua Jurusan Kajian Sinema, Institut Kesenian Jakarta
- Film yang disutradarai: film pendek Urip (1988); film pendek Hanya Satu Hari (1988); film dokumenter Hari-Hari Ibu Marni (1988); film dokumenter Ibu dan Air (1991); Ceh Kucak Gayo (1996) film dokumenter bagian dari Anak Seribu Pulau; Kuldesak (1997) bersama sutradara lain (Riri Riza, Rizal Mantovani,dan Mira Lesmana); Telesinema Penari (1998) berdasarkan cerpen Seno Gumira Ajidarma; Telesinema Melati Chandra (1999) bagian dari serial tentang AIDS, produksi RCTI dan Ford Foundation; Pasir Berbisik (2000)


Penghargaan :
- Sutradara Muda Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik ke-46 (2001) - Grand Prix The Young Cinema Film Festival, Tokyo (1988), untuk film Hanya Satu Hari

Keluarga :
Ayah : Achnas Achier Ibu : Ida Lochfiah

Alamat Rumah :
Kampus IKJ, Cikini, Jakarta Pusat

 

Nan Triveni Achnas


SUTRADARA muda yang sering dipanggil Nan ini menjalani masa kecil sampai remaja di negeri orang. Lahir di Singapura, 14 Januari 1963. Pendidikan dasar sampai sekolah lanjutan pertama diselesaikan di Singapura, sementara saat sekolah lanjutan atas dia tinggal di Malaysia. Achnas Achier, ayahnya, bekerja di periklanan. Ida Lochfiah, ibunya, seorang ibu rumah tangga.

Saat kecil, anak ketiga dari empat bersaudara ini sudah akrab dengan buku. Belajar membaca sejak umur dua tahun, ketika kelas dua sekolah dasar, ia sudah membaca roman karya Harold Robbins, novelis Inggris. Ia menyukai seni rupa, senang membaca sastra, dan hobinya menonton film. Pengalaman batin di dunia fiksi dan pemahamannya pada karya-karya visual dan audiovisual rupanya berkembang dalam dirinya. Ia lantas berkeinginan menjadi sutradara film. €œDari dulu media audio visual atau yang berhubungan dengan seni rupa memang sudah dekat dengan saya,€ tuturnya.

Pada 1984, keluarga Achnas pindah ke Jakarta. Nan sempat bekerja sebagai wartawan The Jakarta Post selama setahun. Akhirnya ia kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), memilih bidang penyutradaraan. Film pendek Hanya Satu Hari adalah tugas akhirnya di IKJ, berdurasi 8 menit, tentang eksistensi seorang laki-laki dalam kehidupannya. Film tersebut meraih penghargaan Grand Prix The Young Cinema Film Festival, Tokyo, 1988. Meraih gelar master bidang kajian film dari East Anglia University, Inggris. 1995.

Mengajar kajian sinema di IKJ adalah rutinitas Nan sehari-hari. Dia menyutradarai sejumlah film televisi, antara lain Penari, Melati Chandra, Kembang untuk Nur. Untuk film layar lebar Pasir Berbisik, Nan bertindak sebagai sutradara dan penulis skenario. Ketika membuat Pasir Berbisik, banyak problem fisik yang harus diatasi: naik gunung, bikin tangki, ada badai. Maka, ada shot-shot yang harus diakali dengan berbagai cara. Dari film berbiaya Rp 3,5 miliar tersebut, Nan memperoleh penghargaan sebagai Sutradara Muda Terbaik dalam Festival Film Asia Pasifik ke-46 di Jakarta, 2001.

Orang mengenal Nan termasuk sutradara yang tak banyak omong. Ia baru berani menyebut dirinya film maker setelah menyelesaikan Pasir Berbisik. Setelah ini, ia akan membuat sebuah trilogi: Potret, Jendela, Bendera. Setting-nya di kota Jakarta. Di saat sedang riset, di tempat tidurnya biasa ada sekitar 6-8 buku yang berlainan, dari komik, filsafat, seni rupa.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


NANA NARUNDANA | NANA SUTRESNA SASTRADIDJADJA | NANDA TELABANUA | NANI PRIHATANI SAKRI SOENARTO (NANI SAKRI) | NANI SOEDARSONO | NANI YAMIN | NANIK JULIATI SURYAATMADJA | NANNY ANISTASIA LUBIS | NARTOSABDO | NELLY ADAM MALIK | NICHLANY | NICODEMUS LULU KANA | NILA CHANDRA | NILYARDI KAHAR | NOERBERTUS RIANTIARNO | NONO ANWAR MAKARIM | NOORCA MARENDRA MASSARDI | NUDDIN LUBIS | NUGROHO NOTOSUSANTO | NURADI | NURCHOLISH MADJID | NURFITRIANA SAIMAN | NURHAYATI DINI | NUSJIRWAN TIRTAAMIDJAJA (IWAN TIRTA) | NYA ABBAS AKUP | NYI TJONDROLUKITO | Naek L. Tobing | Nan Triveni Achnas | Norbertus Riantiarno | Nasir Tamara | Nia Dinata | Noni Sri Aryati Purnomo | Nungki Kusumastuti | Nursyahbani Katjasungkana | Nurul Arifin


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq