
Nama : H. MUHAMMAD SAID
Lahir : Kandangan, Kalimantan Selatan, 8 September 1936
Agama : Islam
Pendidikan : - SD, Kandangan (1950)
- SMP, Kandangan (1953)
- SMA, Banjarmasin (1956)
- Fakultas Teknik Sipil UGM Yogyakarta (1963)
Karir : - Kepala Pekerjaan Umum Daerah Kalimantan Selatan (1964) Kepala Badan Pelaksana Harian Bidang Pembangunan Kal-Sel (1965)
- Kepala Bagian Pembangunan Prasarana Kal-Sel (1966)
- Anggota BPH Kal-Sel (1966-1971)
- Karo Perencanaan Pembangunan (1969-1973)
- Kepala Direktorat Pembangunan Kal-Sel (1973-1977)
- Karo Pembangunan Kal-Sel (1977-1981)
- Diperbantukan pada Gubernur Kal-Sel (1981)
- Wagub Kal-Sel (1981)
- Penjabat Gubernur Kal-Sel (1984)
- Gubernur Kalimantan Selatan (1985-sekarang
Kegiatan Lain : - Ketua Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI) Kal-Sel (1966)
- Anggota Dewan Pengawas PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) (1972-1980)
- Ketua Lembaga Pendidikan Kejuruan Nasional Indonesia (LPKNI) (1979-sekarang)
- Penasihat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) (1980- sekarang)
- Penasihat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (1980-sekarang)
- Ketua Yayasan Jantung Sehat Kal-Sel (1984)
- Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Kal-Sel (1982)
- Ketua KONI Kal-Sel (1982-sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Jenderal A. Yani Km 5 Kompleks Darma 3, Banjarmasin Telp: 3425
Alamat Kantor : Jalan Jenderal Sudirman 14 Banjarmasin Telp: 4983
|
|
H. MUHAMMAD SAID
Ayahnya dahulu hanya seorang sopir, tetapi bertekad besar agar pendidikan ketiga anaknya maju. Dengan kerja keras, sang ayah membiayai anak keduanya yang belajar teknik sipil di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sang ibu menginginkan Said menjadi dokter, tetapi anak itu sendiri mengaku tidak pernah mencita-citakan apa pun di masa kecilnya. "Yang penting, sekolah saya selesai dan mengubah nasib orangtua." Maka itulah, ketika Muhammad Said dilantik jadi gubernur Kalimantan Selatan, Februari 1985, yang disayangkannya, "Orangtua saya tak sempat tahu anaknya jadi gubernur," katanya. Sebab, keduanya sudah meninggal.
Anak Desa Amawang Kanan, Kandangan, Kalimantan Selatan, ini langsung pulang ke kampung halaman begitu studinya rampung. Menjadi Kepala Kantor Pekerjaan Umum baru empat bulan Said kemudian ditarik ke Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Ia dipercaya menjabat Kepala Badan Pelaksana Harian Bidang Pembangunan. Menjadi wakil gubernur dan penjabat gubernur adalah jenjang yang dilaluinya sebelum diangkat sebagai gubernur definitif.
Lebih dari 20 tahun bekerja di kantor gubernur banyak membantu dalam tugasnya sekarang. "Mungkin hanya 25% ilmu yang saya dapatkan di UGM bisa diterapkan dalam tugas saya sekarang," katanya. Dan yang 25% itu antara lain keahliannya di bidang teknik sipil. "Dari bahan sampai menjadi bangunan, saya mengerti dengan mendetail. Karenanya, tidak ada kontraktor yang bisa macam-macam."
Rencana induk gubernur pendahulunya, Mistar Tjokrokusumo (almarhum), tetap dilanjutkan oleh Said. Prioritas pembangunan Kalimantan Selatan masih pertanian. Di sektor pangan sudah swasembada -- hal yang belum dicapai di bidang peternakan. Yang mulai dirintis adalah sektor perikanan. Sedangkan perkebunan sedang digalakkan lewat pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR), khususnya untuk tanaman karet dan tebu. Daerah yang diharapkan berperan lebih besar dalam ekspor nonmigas (karet, kayu lapis dan gelondongan) ini melakukan pula penghijauan besar-besaran.
Sejak mahasiswa sudah giat berorganisasi. Dan pengalamannya memang memancar. Pernah jadi Ketua Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI) Kalimantan Selatan, 1966. Lalu, 1980, pelaku tenis, catur, tenis meja, dan jogging ini, mendampingi regu bulu tangkis Indonesia ke All England. Sebelumnya, 1975, sempat ikut rombongan Gapensi ke Korea Selatan. Lembaga Pendidikan Kejuruan Nasional Indonesia yang diketuainya memiliki Sekolah Tinggi Keuangan. Menghimpun sekitar 1.000 mahasiswa, sudah menghasilkan kira-kira 200 sarjana muda jurusan pajak dan akuntan.
H.M. Said menikah dengan Norlatifah, gadis asal Barabai, Kalimantan Selatan. Mereka dikaruniai empat anak.
|