
Nama : HANDOKO TJOKROSAPUTRO
Lahir : Surabaya, 29 September 1949
Agama : Katolik
Pendidikan : - SD, Solo (1960)
- SMP, Solo (1963)
- SMA, Solo (1966)
- Jurusan Mesin ITB, Bandung (1967-1969)
Karir : - Semasih remaja, membantu ayahnya dalam mengelola/menangani Perusahaan Batik Keris di Solo
- Dirut PT Batik Keris di Solo (1970-sekarang)
- Wakil Direktur PT Dan Liris (1974-sekarang)
Alamat Rumah : Kompleks Batik Keris, Cemani Sukoharjo, Jawa Tengah Telp: 5117, 5113, 5116
Alamat Kantor : PT Batik Keris, Cemani Sukoharjo Telp: 5117, 5113, 5116
|
|
HANDOKO TJOKROSAPUTRO
Anak kedua dari lima bersaudara ini lahir sebagai Kwee Han Tiong. Biasa dipanggil Handoko, sejak remaja ia sudah membantu ayahnya, Kasom Tjokrosaputro, alias Kwee Sam Tjiok. "Turut mengawasi pabrik, melayani para pembeli, mengirim pesanan, atau keliling dari kota ke kota mengontrol langganan," tuturnya.
Perusahaan batik yang dirintis dan didirikan ayahnya sejak 1920 itu melembagakan diri dalam bentuk PT Batik Keris, pada 1970. Handoko diangkat sebagai dirut. Mengapa memilih merk Keris? "Keris dipandang sebagai benda berharga," jawab Handoko. "Lagi pula mengandung makna simbolis." Ia lantas beramsal, "Simbol keberanian atas dasar cinta dan kejujuran."Ketika ayahnya wafat, 1976, Batik Keris sudah tampil di barisan terdepan bisnis batik nasional. Mempekerjakan sekitar 80 perancang, pabriknya, selain yang menjadi satu dengan kantor pusat di Cemani, Sukoharjo, juga di Colomadu, dan Solo. Untuk pemintalan benang, tenun, pewarnaan, dan finishing konveksi busana, didirikannya PT Dan Liris, 1974. Handiman alias Kwee Han Liem, adik Handoko -- pemegang ijazah spinning, knitting, dan warp knitting industries, dari Philadelphia College of Textile, AS -- duduk sebagai dirut. "Dan Liris diambil dari sebuah nama motif batik," ujar Handoko, yang menjadi wakil dirut PT itu.
Produksi batik printing-nya 120 ribu yard setahun. Pakaian jadi lebih dari 3 juta potong setahun. Ekspornya mencapai Singapura, Australia, Hongaria, Jepang, Amerika, dan Timur Tengah.
Handoko tidak lupa memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Batik Keris ditunjang 2.000 karyawan langsung, dan 2.600 karyawan tidak langsung -- yaitu yang membawa pekerjaan ke rumah. PT Dan Liris mempunyai 2.900 karyawan. "Tenaga kerja merupakan unsur yang penting," kata Handoko, "Merekalah yang turut menentukan maju mundurnya perusahaan."
Handoko menikah dengan Lita Anggraini, 1968. Ayah lima anak ini tidak sempat menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Mesin ITB.
|