A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

HERMAN JOHANNES




Nama :
HERMAN JOHANNES

Lahir :
Roti, NTT, 28 Mei 1913

Agama :
Protestan

Pendidikan :
- Sekolah Melayu, Kupang (1922)
- ELS, Kupang (1928)
- MULO, Makassar (1931)
- AMS, Jakarta (1934)
- Technische Hogeschool, Bandung (1942)
- Sekolah Tinggi Teknik, Yogyakarta (1946)


Karir :
- Guru COMB (1940-1942)
- Guru STM Jakarta (1942-1945)
- Dosen Fisika Perguruan Tinggi Kedokteran Jakarta (1943-1945)
- Lektor STT Yogyakarta dan Perguruan Tinggi Kedokteran Klaten (1946-1948)
- Guru Besar STT, Perguruan Tinggi Kedokteran (1948-1949)
- Guru Besar Universitas Gadjah Mada (1949 -- sekarang)
- Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (1950-1951)
- Ketua Fak. Teknik (1951-1956)
- Ketua Fak. Ilmu Pasti dan Alam (1955-1962)
- Anggota Dewan Nasional (1957-1959)
- Anggota Dewan Perancang Nasional (1958-1962)
- Rektor UGM (1961-1966)
- Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah IV Daerah Istimewa Yogyakarta, Surakarta, Kedu (1966-1979)
- Ketua Regional Science and Development Centre Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (1969 -- sekarang)


Kegiatan Lain :
- Ketua Hatta Foundation (1950-sekarang)
- Anggota DPA (1968-1978)
- Anggota Komisi IV (1970)
- Anggota PEPUNAS II (1968-sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Cornel Simanjuntak, Yogyakarta

 

HERMAN JOHANNES


Ia termasuk yang protes ketika pemerintah memberi penerangan yang salah, menatap langsung gerhana matahari total menyebabkan kebutaan. Akibatnya, "Kita kehilangan momen yang sangat berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan," kata Prof. Herman Johannes. Ia sendiri menatap gerhana matahari total itu ketika terjadi di Indonesia (Juni 1983) hanya dengan kaca bening yang dihangusi jelaga.

Guru besar fisika dan kimia UGM sejak 1959 ini sering menjadi sumber berita para wartawan. Karena ia mengerjakan hal yang jarang, meneliti bahan bakar pengganti minyak dari ilalang. Ia berhasil membuktikan bahwa briket arang biomassa kering mampu menggantikan fungsi arang kayu, yang sesuai bagi dapur di pedesaan.

Keakrabannya meneliti ilalang, mungkin karena tempat lahirnya, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, penuh dengan sabana ilalang. Hidup mengabdi pada penelitian -- satu-satunya keinginan yang tidak dapat dipadamkan -- membawa risiko lain: kehidupannya yang bersahaja. Rumah yang dimilikinya, misalnya, merupakan hadiah dari para alumni UGM. "Saya bersyukur, karena mereka memikirkan hari tua saya. Padahal, saya tidak tahu persis apa yang telah saya lakukan untuk mereka," katanya.Semasih menjadi mahasiswa THS (ITB sekarang) menteri PUT (1950-1951) ini memimpin Timorese Jongeren, berikut trompet organisasinya, Seroean Timor. Tahun 1945, ia menjadi anggota KNIP, selama lima tahun, kemudian Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil. Pernah pula menjadi anggota Akademi Militer, ia juga salah seorang pendiri partai Persatuan Indonesia Raya.

Ia pernah berkata, "Setiap hari saya memikirkan agar kita tidak bergantung pada minyak," dan ia tidak menutup diri meneliti yang lain. Kini ia menanam putri malu. "Ini untuk membuat susu," tuturnya.

Pernah menyampaikan pernyataan yang menghebohkan. Tahun 2000, Indonesia akan dikeluarkan dari keanggotaan OPEC. Lho? "Kalau tak hati-hati menggunakan minyak, Indonesia akan kehabisan sumber minyak menjelang tahun 2000. OPEC 'kan kelompok negara pengekspor minyak. Kalau kita tak punya minyak lagi, apa yang diekspor?" katanya.

Rektor UGM (1961-1966) ini banyak mendapat penghargaan, antara lain; Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra II. Menikah dengan Annie M.G. JohanneswAmalo, Johannes dikaruniai empat anak. Anak-anaknya tak boleh menggunakan mobil dinasnya. "Mobil ini untuk keperluan dinas saya," katanya suatu ketika.

Gemar bridge, bahkan menulis buku bridge, Teknik Squeeze dalam Bridge, (Indira, 1972), dan Squeezing for Three of Four Extra Tricks, (Australian Bridge, 1973), Johannes juga menghasilkan buku bahasa, Kumpulan Sinonim Kata Bagus (1979).

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


H. ABUBAKAR ALDJUFRIE | H. ALI BUDIARDJO | H. AMRAN ZAMZAMI | H. BURHANUDDIN MOHAMMAD DIAH | H. GINANDJAR KARTASASMITA | H. IRAWAN SARPINGI | H. LUKMAN UMAR | H. MAHBUB DJUNAIDI | H. MASAGUNG | H. MOCHAMMAD SYAH MANAF | H. MOHAMAD RASJIDI | H. MUHAMMAD SAID | H. MUHAMMAD SULCHAN | H. RIDWAN SAIDI | H. ROESLAN ABDULGANI | H. ROESMIN NOERJADIN | H. ROSIHAN ANWAR GELAR SUTAN MALINTANG | H. SAINAN SAGIMAN | H. SOELARTO REKSOPRODJO | H. SOEWANDI | H. SOMALA WIRIA | H. TEUKU HADI THAYEB | H. WINARNO SURAKHMAD | H. WIRATMAN WANGSADINATA | HADI SUKADI ALIKODRA | HAJI ANDI TABUSALLA | HAJI RADEN MUHAMMAD YOGIE SUARDI MEMET | HAMID ALGADRI | HAMZAH HAZ | HANDOKO TJOKROSAPUTRO | HANS BAGUE JASSIN | HANS WESTENBERG | HARDIJONO | HARDJANTHO SUMODISASTRO | HARI SUHARTO | HARIADI PAMINTO SOEPANGKAT | HARJONO NIMPOENO | HARJONO TJITROSOEBONO | HARLAN BEKTI | HARMOKO | HAROEN AL RASJID | HARRY DARSONO | HARRY TJAN SILALAHI | HARSJA WARDHANA BACHTIAR | HARSUDIYONO HARTAS | HARTARTO SASTROSOENARTO | HARTINI SOEKARNO | HARTONO REKSO DHARSONO | HARUN NASUTION | HARYATI SOEBADIO | HARYONO SUYONO | HASAN BASRI | HASAN POERBOHADIWIDJOJO | HASAN Slamet | HASJRUL HARAHAP | HASTOMO ARBI | HASUDUNGAN SIMANDJUNTAK | HEMBING WIJAYAKUSUMA | HENDRA ESMARA | HENDRA HADIPRANA | HENDRA KARTANEGARA (TAN JOE HOK) | HENDRA RAHARDJA | HENDRICK GOZALI ALIAS GOUW HIAP KIAUW | HENDRIKUS GERARDUS RORIMPANDEY | HENRIETTE MARIANNE KATOPPO | HERAWATI DIAH | HERMAN JOHANNES | HERMAN SARENS SUDIRO | HETTY KOES ENDANG | HIDAYAT MUKMIN | HILDAWATI SIDDHARTHA (HILDAWATI SOEMANTRI) | HILMAN Adil | HISKAK SECAKUSUMA | H.J. HANDOYO LUKMAN (LOOGMAN) | H.M. BAHARTHAH | H.M. JUSUF HASJIM | H.M.A. SAHAL MAHFUDH | HOEGENG IMAN SANTOSA | HUSAIN DJOJONEGORO | HUZAI JUNUS DJOK MENTAYA | Hotma Sitompoel | HR Agung Laksono | Hidayat Nur Wahid | Hamid Awaluddin | Hatta Radjasa


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq