A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

HASAN Slamet




Nama :
HASAN Slamet

Lahir :
Tasikmalaya, Jawa Barat, 6 Agustus 1926

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SMA
- Seskoad, Bandung


Karir :
- Kasdam VI/Siliwangi, Bandung
- Pangdam XIV Hasanuddin, Ujungpandang (1973-1975)
- Wakil Pangkowilhan IV
- Penjabat Gubernur Maluku, kemudian Gubernur Maluku (1977-1982
1982-1987)


Alamat Rumah :
Jalan Mangga Dua, Ambon

Alamat Kantor :
Jalan Pattimura, Ambon

 

HASAN Slamet


Hasan Slamet tampaknya sudah menyatu dengan lingkungan tempat tugasnya. Pria ini datang ke Maluku pada 1976. Mula-mula sebagai penjabat gubernur, kemudian gubernur definitif. Masa bakti pertama berakhir pada 1982, ia diminta lagi menjalani masa jabatan kedua, yang berakhir pada 1987.

Saat itu ia berjanji meneruskan kebijaksanaan gerakan dasar yang sudah dilakukan sebelumnya. Yaitu pembangunan sarana pos, telekomunikasi, sampai ke desa-desa dan antarpulau, transmigrasi, dan pengembangan pariwisata.

Sebagai kepala daerah yang menjadikan sagu sebagai makanan pokok, ia sempat risau akan penebangan tidak semena-mena hutan sagu. "Penebangan areal hutan sagu bagi pembangunan proyek apa pun -- pertanian, perkebunan, peternakan, transmigrasi, dan bangunan fisik -- tidak dibenarkan," cetusnya pada Maret 1984. "Sagu hanya boleh ditebang untuk dimakan," tambahnya. Karena itu, Slamet pernah menggagaskan pendirian suatu lembaga penelitian sagu, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Mayor jenderal purnawirawan ini berpendidikan formal SMA. Terjun ke dunia militer, ia sempat menikmati pendidikan Seskoad di Bandung. Sebelum ditugaskan di instansi sipil, Slamet pernah menjadi Kepala Staf Kodam VI/Siliwangi, dan Panglima Kodam XIX/Hasanuddin.

Semasih menjadi Penjabat Gubernur Maluku, Slamet senang bepergian ke mana-mana, dengan kamera film 16 mm-nya. Ia memang menyenangi pemotretan film. Pernah sekali, ketika ia sedang asyik-asyiknya membuat film di lapangan terbang Pattimura Laha, seorang penjaga keamanan menegurnya: "Sudah dapat izin belum? Saudara tidak boleh memotret di sini." Yang ditegur tidak menjawab, terus saja membidikkan kameranya. Baru ketika si penjaga diguit temannya, sadarlah ia siapa yang dihadapinya.

Yang lucu lagi ketika Nyonya Hasan Slamet ke Hitu, dan mendapat sambutan luar biasa penduduk setempat. Rupa-rupanya, di kampung itu dulu ada seorang raja yang bernama Slamet. Salah seorang adik raja bahkan bernama Hasan Slamet. Konon, mereka berasal dari Jepara, Jawa Tengah, dan membantu orang-orang Hitu melawan Portugis. Akibatnya, kalau ada orang-orang Hitu menghadap Gubernur Slamet, yang dianggap masih turunan mereka, sulit ditolak. "Kami bukan mau bertemu dengan Bapak Gubernur. Kami mau berjumpa dengan saudara kami, Hasan Slamet," kata mereka.

Di kalangan pecandu pesawat komunikasi radio antarpenduduk (KRAP), Slamet pernah dikenal sebagai DO 900 dengan handle name Hamlet. Konon, ia memiliki pesawat seharga Rp 160 juta (1982). Menyenangi musik, Slamet juga pernah terlibat dalam pembuatan film Senja di Pantai Losari dan Bandung Selatan.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


H. ABUBAKAR ALDJUFRIE | H. ALI BUDIARDJO | H. AMRAN ZAMZAMI | H. BURHANUDDIN MOHAMMAD DIAH | H. GINANDJAR KARTASASMITA | H. IRAWAN SARPINGI | H. LUKMAN UMAR | H. MAHBUB DJUNAIDI | H. MASAGUNG | H. MOCHAMMAD SYAH MANAF | H. MOHAMAD RASJIDI | H. MUHAMMAD SAID | H. MUHAMMAD SULCHAN | H. RIDWAN SAIDI | H. ROESLAN ABDULGANI | H. ROESMIN NOERJADIN | H. ROSIHAN ANWAR GELAR SUTAN MALINTANG | H. SAINAN SAGIMAN | H. SOELARTO REKSOPRODJO | H. SOEWANDI | H. SOMALA WIRIA | H. TEUKU HADI THAYEB | H. WINARNO SURAKHMAD | H. WIRATMAN WANGSADINATA | HADI SUKADI ALIKODRA | HAJI ANDI TABUSALLA | HAJI RADEN MUHAMMAD YOGIE SUARDI MEMET | HAMID ALGADRI | HAMZAH HAZ | HANDOKO TJOKROSAPUTRO | HANS BAGUE JASSIN | HANS WESTENBERG | HARDIJONO | HARDJANTHO SUMODISASTRO | HARI SUHARTO | HARIADI PAMINTO SOEPANGKAT | HARJONO NIMPOENO | HARJONO TJITROSOEBONO | HARLAN BEKTI | HARMOKO | HAROEN AL RASJID | HARRY DARSONO | HARRY TJAN SILALAHI | HARSJA WARDHANA BACHTIAR | HARSUDIYONO HARTAS | HARTARTO SASTROSOENARTO | HARTINI SOEKARNO | HARTONO REKSO DHARSONO | HARUN NASUTION | HARYATI SOEBADIO | HARYONO SUYONO | HASAN BASRI | HASAN POERBOHADIWIDJOJO | HASAN Slamet | HASJRUL HARAHAP | HASTOMO ARBI | HASUDUNGAN SIMANDJUNTAK | HEMBING WIJAYAKUSUMA | HENDRA ESMARA | HENDRA HADIPRANA | HENDRA KARTANEGARA (TAN JOE HOK) | HENDRA RAHARDJA | HENDRICK GOZALI ALIAS GOUW HIAP KIAUW | HENDRIKUS GERARDUS RORIMPANDEY | HENRIETTE MARIANNE KATOPPO | HERAWATI DIAH | HERMAN JOHANNES | HERMAN SARENS SUDIRO | HETTY KOES ENDANG | HIDAYAT MUKMIN | HILDAWATI SIDDHARTHA (HILDAWATI SOEMANTRI) | HILMAN Adil | HISKAK SECAKUSUMA | H.J. HANDOYO LUKMAN (LOOGMAN) | H.M. BAHARTHAH | H.M. JUSUF HASJIM | H.M.A. SAHAL MAHFUDH | HOEGENG IMAN SANTOSA | HUSAIN DJOJONEGORO | HUZAI JUNUS DJOK MENTAYA | Hotma Sitompoel | HR Agung Laksono | Hidayat Nur Wahid | Hamid Awaluddin | Hatta Radjasa


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq