
Nama : HARSUDIYONO HARTAS
Lahir : Jepara, Jawa Tengah, 1935
Agama : Islam
Pendidikan : - Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang (1960)
- Seskoad (1972)
- Seskogab (1975)
- Lemhanas (1982)
Karir : - Perwira Kavaleri di Kodam II Bukit Barisan, Medan (1960-1962) Wakil Komandan Batalyon Kavaleri Kostrad (sampai 1971)
- Wakil Gubernur Akabri Darat, Magelang (1982-1983)
- Pangdam II/Bukit Barisan, Medan (1983-1985)
- Pangdam IV/Diponegoro (1985 -- sekarang)
Alamat Kantor : Markas Komando Daerah (Makodam) IV/Diponegoro Semarang, Jawa Tengah
|
|
HARSUDIYONO HARTAS
Jenderal berbintang dua ini dilantik sebagai Panglima Kodam IV Diponegoro -- yang ke-14 -- Mei 1985. Sebelumnya, ia Panglima Kodam II Bukit Barisan yang dilikuidasi. Pendahulunya, Mayor Jenderal Soegiarto, ditarik ke Markas Besar AD, dan kini menjabat Asisten Personil Kepala Staf ABRI di Jakarta.
Perwira generasi muda ini mengawali karier militernya setelah lulus Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, 1960. Ia mula-mula bertugas di Medan, Sumatera Utara, sebagai perwira kavaleri. Dua tahun kemudian, ia mengikuti pendidikan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas). Kembali ke Magelang, ia diserahi jabatan Wakil Gubernur Akabri Darat.
Banyak senyum tetapi selalu tegas, ia terkenal tuntas dalam menyelesaikan soal, dan tidak memilih bulu. Ketika di Medan, panglima ini sering turun ke bawah. Menemukan kebocoran di perusahaan perkebunan, ia tandas berkomentar, "Kebocoran itu merupakan ladang subur bagi oknum-oknum yang berusaha mendiskreditkan pemerintah." Dalam membasmi "premanisme" -- gang pengganggu ketenteraman -- ia memantapkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
Pada 1984, ketika meninjau daerah banjir di tanggul Sungai Asahan, Tanjungmuda, Kecamatan Limapuluh ia mengimbau masyarakat untuk turut serta memelihara kelestarian hutan. "Apabila pembabatan hutan di sekitar proyek PT Inalum di Sigura-gura tidak dihentikan, akan timbul kerusakan fatal terhadap jaringan transmisi listrik sampai ke Kuala Tanjung, Asahan," katanya.
Suatu saat, ia berhadapan dengan 88 sersan dua yang baru dilantik, 1983. Ia tandas menegaskan, dalam mengemban tugas, "Ada tiga hal pokok yang harus dimiliki setiap prajurit, yaitu ketahanan mental, ketahanan fisik, dan pengetahuan serta kemahiran teknik. Itulah kepribadian patriot dengan keterampilan profesional," katanya.
|