A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Hamid Awaluddin




Nama :
Hamid Awaluddin

Lahir :
Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 1960

Agama :
Islam

Pendidikan :
- Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, 1986
- Non Degree Journalism, American University, AS
- American University, AS (LLM), 1990
- American Univerisity, AS (MA), 1991
- American University, AS (PhD), 1998


Karir :
- Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Bersatu
- Anggota KPU
- Dosen Unhas dan Direktur Studi HAM Unhas
- Anggota Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
- Spesial Advisor pemberantasan korupsi pada Partnership for Governance Reform in Indonesia
- Wakil Direktur Pusat Studi Etika Politik dan Pemerintahan (PUSKAP)


Keluarga :
Istri: Andy Marcelya

 

Hamid Awaluddin
Sosok yang Akrab dan Pandai Melucu

Hamid Awaluddin dikenal sebagai sosok yang mudah akrab dengan siapa saja dan pandai melucu. “Melucu itu salah satu keahlian Pak Hamid,” komentar Valina Singka, koleganya sewaktu menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KUP). “Dia punya bakat akrab dengan siapa saja,” lanjutnya. Untuk Valina Singka, jika Hamid hendak menemuinya di ruang kerjanya, ia pun punya ketukan khusus yang disebutnya sebagai ketukan romantis.

Apakah kelucuan serupa dipraktikkan juga saat ia menjabat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM)? Entahlah. Namun yang jelas, baru beberapa hari dilantik sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu, ia melakukan gebrakan yang mengejutkan banyak pihak. Ia melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lembaga pemasyarakatan dan penggeberekan pekerja seks warga negara asing yang melanggar aturan keimigrasian. “Urgensinya sederhana, untuk mendapatkan informasi yang sesungguhnya di lapangan” ujarnya kepada Tempo . Selain itu, menurut Hamid, hal itu penting sebagai shock therapy bagi segenap stafnya di lapangan. Ia mengakui bahwa tindakannya memang sensasional. Tapi, “Dimana-mana yang namanya shock therapy pasti sensasional. Karena yang ingin dicapai adalah efek bola salju,” ujarnya.

Sebagian kalangan mengkritik inspeksi yang dilakukannya tidak memiliki konsep dan hanya mengejar popularitas pada 100 hari pertama jabatannya sebagai menteri. Hamid menanggapinya dengan santai, “Itu adalah orang iseng, saya tidak terganggu dengan tuduhan-tuduhan itu.”

Jabatannya sekarang memang sesuai dengan bidang keahliannya. Lulus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, 1986; untuk memenuhi hasrat merantau, Hamid melalang ke Amerika Serikat. Ia mengambil program non-gelar bidang jurnalistik. Kemudian ia mengambil dua program master di American University yaitu master dalam bidang hukum internasional, HAM dan politik internasional. Di universitas yang sama, ia meraih gelar doktornya, 1998.

Hamid kemudian mendedikasikan diri di Kedubes Filipina dan Kongres AS sebagai peneliti politik. Selain itu ia sempat pula menjadi Sekretaris Eksekutif Kantor Pengacara Internasional SAA. Setelah belasan tahun berkelana, Hamid ‘pulang kandang’, kembali ke Indonesia. Pada 1996, ia membuat penelitian di LP Cipinang mengenai ‘abal-abal’. Abal-abal adalah istilah untuk sekelompok narapidana yang memilih tinggal selamanya di LP. Mereka merasa tidak lagi memiliki keluarga dan tidak diharapkan lagi di tengah masyarakat.

Konon terpilihnya Hamid menjadi Menteri Kehakiman dan HAM merupakan rekomendasi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hamid dianggap mewakili aspirasi masyarakat Indonesia Timur. Ia sendiri enggan berkomentar soal itu.

Dengan jabatan barunya, tentu Hamid makin sibuk. “Anak-anak saya jadi rewel dan manja kepada saya. Saya berangkat pukul 08.00, pulang jauh larut malam. Mereka mengeluh waktu mereka tersita. Tapi mau bagaimana lagi?” cerita suami Andy Marcelya ini.

Meski demikian ia masih menyempatkan diri berolahraga, fitness dua hari sekali dan bulutangkis. “Saya main bulutangkis seminggu sekali, tengah malam,” katanya. Sosoknya yang akrab tak berubah. Lihat daftar rekan main bulutangkisnya : tukang ojek, tukang kayu dan para tetangga di sekitar rumah.
(febi/berbagai sumber)

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


H. ABUBAKAR ALDJUFRIE | H. ALI BUDIARDJO | H. AMRAN ZAMZAMI | H. BURHANUDDIN MOHAMMAD DIAH | H. GINANDJAR KARTASASMITA | H. IRAWAN SARPINGI | H. LUKMAN UMAR | H. MAHBUB DJUNAIDI | H. MASAGUNG | H. MOCHAMMAD SYAH MANAF | H. MOHAMAD RASJIDI | H. MUHAMMAD SAID | H. MUHAMMAD SULCHAN | H. RIDWAN SAIDI | H. ROESLAN ABDULGANI | H. ROESMIN NOERJADIN | H. ROSIHAN ANWAR GELAR SUTAN MALINTANG | H. SAINAN SAGIMAN | H. SOELARTO REKSOPRODJO | H. SOEWANDI | H. SOMALA WIRIA | H. TEUKU HADI THAYEB | H. WINARNO SURAKHMAD | H. WIRATMAN WANGSADINATA | HADI SUKADI ALIKODRA | HAJI ANDI TABUSALLA | HAJI RADEN MUHAMMAD YOGIE SUARDI MEMET | HAMID ALGADRI | HAMZAH HAZ | HANDOKO TJOKROSAPUTRO | HANS BAGUE JASSIN | HANS WESTENBERG | HARDIJONO | HARDJANTHO SUMODISASTRO | HARI SUHARTO | HARIADI PAMINTO SOEPANGKAT | HARJONO NIMPOENO | HARJONO TJITROSOEBONO | HARLAN BEKTI | HARMOKO | HAROEN AL RASJID | HARRY DARSONO | HARRY TJAN SILALAHI | HARSJA WARDHANA BACHTIAR | HARSUDIYONO HARTAS | HARTARTO SASTROSOENARTO | HARTINI SOEKARNO | HARTONO REKSO DHARSONO | HARUN NASUTION | HARYATI SOEBADIO | HARYONO SUYONO | HASAN BASRI | HASAN POERBOHADIWIDJOJO | HASAN Slamet | HASJRUL HARAHAP | HASTOMO ARBI | HASUDUNGAN SIMANDJUNTAK | HEMBING WIJAYAKUSUMA | HENDRA ESMARA | HENDRA HADIPRANA | HENDRA KARTANEGARA (TAN JOE HOK) | HENDRA RAHARDJA | HENDRICK GOZALI ALIAS GOUW HIAP KIAUW | HENDRIKUS GERARDUS RORIMPANDEY | HENRIETTE MARIANNE KATOPPO | HERAWATI DIAH | HERMAN JOHANNES | HERMAN SARENS SUDIRO | HETTY KOES ENDANG | HIDAYAT MUKMIN | HILDAWATI SIDDHARTHA (HILDAWATI SOEMANTRI) | HILMAN Adil | HISKAK SECAKUSUMA | H.J. HANDOYO LUKMAN (LOOGMAN) | H.M. BAHARTHAH | H.M. JUSUF HASJIM | H.M.A. SAHAL MAHFUDH | HOEGENG IMAN SANTOSA | HUSAIN DJOJONEGORO | HUZAI JUNUS DJOK MENTAYA | Hotma Sitompoel | HR Agung Laksono | Hidayat Nur Wahid | Hamid Awaluddin | Hatta Radjasa


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq