
Nama : HENDRA RAHARDJA
Lahir : Ujungpandang, Sulawesi Selatan, 1943
Agama : Budha
Karir : - Dirut PT Harapan Motor Sakti
- Dirut Bank Harapan Santosa
- Dirut Bank Perdagangan Nasional Medan
- Pemilik Gedung Harapan, Gajah Mada Plaza, Bank Dagang Surabaya, Bank Tonser Manado, Orchard Meridien Hotel, Singapura
- Hotel Nikko, Singapura
Alamat Kantor : PT Harapan Motor Sakti Indonesia Co., Gedung Harapan Jalan Hayam Wuruk 28, Jakarta Pusat Telp: 360909
|
|
HENDRA RAHARDJA
Memulai usaha dengan menjual sepeda motor merk Zundapp, Ducati, DKW, dan Vespa, 1960-an, ia lalu dipercayai sebagai agen sepeda motor Yamaha dari Jepang. Kini, Hendra Rahardja bukan saja "Raja Sepeda Motor" dan satu di antara orang terkaya Indonesia, tetapi juga mulai memantapkan diri sebagai "Raja Hotel" di Singapura.
Di Jakarta, pria kelahiran Ujungpandang ini pemilik pusat perbelanjaan mewah Gajah Mada Plaza, yang letaknya berseberangan dengan Gedung Harapan, miliknya di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Sambil mendirikan gedung perkantoran Wisma Harapan, ketua grup Harapan itu juga membeli Bank Dagang Surabaya, Bank Perdagangan Nasional Medan, dan Bank Tonsea Manado.Mulai dikenal di Singapura pada 1980, Tan Tjie Hin alias Hendra Rahardja membangun The Orchard Meridien Hotel -- berkapasitas 400 kamar, yang akan dioperasikan oleh Meridien Hotel, milik Air France. Di Upper Changi Road, dekat bandar udara Changi, dia membangun hotel dengan 276 kamar. Hotel Nikko, di Outram Road, ia bangun berbentuk silinder. Di atas tanah 80 ribu meter persegi, sedang direncanakan pembangunan tiga hotel di kawasan Mariana yang cukup megah di Singapura. Pelaksanaannya agak tersendat. Namun, investasi Hendra untuk hotel saja ditaksir mencapai S# 1,6 milyar.
Anak tertua dari 10 bersaudara ini agak segan menyebutkan pendidikan formalnya. "Sekolah saya tidak tinggi," kata Hendra, yang mulai mendirikan PT Harapan Motor Sakti di sebuah ruang sempit dengan 10 orang staf di Jalan Krekot Bundar, Jakarta. Konon PT Harapan adalah perakit sepeda motor Yamaha. PT Tunas Bekasi Motor, yang didirikan oleh ayahnya, merakit sepeda motor Binter dengan lisensi Kawasaki. Mereka juga perakit skuter Bajaj.
"Kesuksesan seseorang tergantung pada Thian (Langit atau Tuhan)," ujar Hendra, yang mengaku mendapatkan modal lewat kepercayaan. Pada awal 1985, ia pernah diperiksa Kejaksaan Agung, karena dicurigai menggelapkan pajak. Tetapi, pemeriksaan kemudian dihentikan setelah ia diwajibkan membayar pajak Rp 17 milyar.
Istrinya dua orang. Yang pertama, Sri Wasihastuti, berasal dari Indonesia. Istri keduanya Cheong Swee Kheng, putri seorang kaya raya di Singapura. Ayah tujuh anak ini melakukan olah raga layar. "Sekarang hampir tidak ada waktu, paling juga golf," kata penggemar barang antik Cina, serta lukisan Affandi dan Basuki Abdullah itu.
|