
Nama : HENDRIKUS GERARDUS RORIMPANDEY
Lahir : Palu, Sulawesi Tengah, 2 Januari 1922
Agama : Protestan
Pendidikan : - CHR, dan CHR MULO, Tomohon
- Christelijke AMS, Jakarta (1941)
- FE UI (tidak selesai, 1952)
Karir : - Anggota KRIS/TNI (1945-1950)
- Wartawan mingguan Lembaran Minggu (1951)
- Pemimpin Perusahaan mingguan Pewarta Jakarta (1952-1953)
- Pemimpin Umum/Pemred: Dunia Ekonomi (1954)
- Bulletin Ekonomi dan Keuangan (1955-1972) ; Sinar Harapan (1961-sekarang)
- Ragi Buana (1964-1972)
- Mutiara (1979-sekarang)
- Direktur PT Sinar Agape Press (1971-sekarang)
Kegiatan Lain : - Anggota kemudian Wakil Ketua SPS Pusat (1965- 1972)
- Anggota Dewan Pers (1967-1973)
- Ketua Dewan Kehormatan SPS (1974-1979)
- Ketua Umum SGP (1974-sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Tebet Dalam II/15, Jakarta Selatan
Alamat Kantor : Jalan Dewi Sartika 136-D, Jakarta Timur
|
|
HENDRIKUS GERARDUS RORIMPANDEY
Pada usia menjelang 64, ia makin suka menasihati orang. "Menyakiti hati itu berdosa," ujarnya. Di luar jam kerja, sikap pemimpin umum harian sore Sinar Harapan, dan direktur PT Sinar Kasih, ini terhadap sesama rekan dan bawahannya sangat bersahabat. Tetapi, di waktu bekerja, ia pendiam, serius, dan agak angker. Sebagaimana kebanyakan pria Manado sebelum Perang, ia rapi dan serasi dalam berbusana. Ia tidak menyukai warna mencolok. Dalam mengelola perusahaan, ia mempunyai rumus: "Banyak oplah, banyak halaman, banyak iklan, banyak pembacanya, dan murah harga jualnya." Mengidap sakit jantung, ia tetap berwatak keras, tetapi lembut hati.
Biasa dipanggil Rorim, atau Gerard, anak ketiga dari enam bersaudara ini putra K.J. Rorimpandey dan E. Rotinsulu. Menempuh SD hingga MULO di Tomohon, Sulawesi Utara, ia menyelesaikan AMS di Jakarta. Lantas ke Bandung, Rorim bekerja di jawatan kereta api, kemudian pindah ke perusahaan swasta yang mengolah kapas dan memproduksikan perban.Revolusi kemerdekaan menyebabkan Rorim bergabung dengan Badan Perjuangan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), 1945. Lima tahun kemudian ia keluar dari Divisi Siliwangi dengan pangkat letnan satu, dan terjun ke dunia pers. Mulai sebagai wartawan Lembaran Minggu, lalu ia memimpin mingguan Pewarta Djakarta, 1952. Setelah itu berturut-turut memimpin Dunia Ekonomi, dan buletin Ekonomi Keuangan. Sejak 1961, bersama antara lain J.C.T. Simorangkir, dan Subagyo Pr., Rorim mendirikan Sinar Harapan. Kini sirkulasi Sinar Harapan sudah mencapai seluruh penjuru tanah air. Untuk transportasi ia mendirikan PT Sita Express, 1973.
Namun, tidak selamanya usaha Rorim lancar. Korannya pernah dilarang terbit, 1965. Dua kali diberangus pada 1973 dan 1978. Majalah bulanan Ragi Buana, hanya bertahan delapan tahun, 1974. Tetapi, Mutiara, "bacaan keluarga", hingga kini tetap mengunjungi para pembacanya.
Menikah dengan M.F.M. Rorimpandey-Pietersz, Rorim kini ayah enam anak.
|