A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

ABDOEL RAOEF SOEHOED




Nama :
ABDOEL RAOEF SOEHOED

Lahir :
Jakarta, 2 Maret 1920

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD, Madiun (1933)
- SMP, Bandung (1936)
- SMA, Jakarta (1939)
- Technische Hooge School, Bandung (1939-1942)
- Sekolah Teknik Tinggi, Yogyakarta (1947-1948)
- Technische Hooge School, Bandung (1949-1951)
- Sekolah Perwira Staf dan Sekolah Komando AURI (1951-1952)
- Top Management Course (1965


Karir :
- Anggota DPA (1983-sekarang) Guru Sekolah Teknik, Jakarta (1942-1944)
- Asisten Sekolah Teknik Tinggi, Bandung (1944-1945)
- Perwira AURI, kedudukan terakhir Kepala Jawatan Teknik Umum AURI (1946-1955)
- Staf NV Intraport, Jakarta (1955-1956)
- Staf NV Elektrodinamika, Jakarta/Milano (1956-1957)
- Counsulting Engineer PT Sendi Bangunan (1957-1966)
- Penasihat Menteri Perindustrian (1966-1967)
- Anggota/Wakil Ketua/Ketua Sub-Panitia Penanaman Modal Asing (1967-1973)
- Wakil Ketua BKPM, merangkap Komisaris Utama PT Aneka Industri/Komisaris Uppindo dan Direktur Freeport Indonesia (1973-1978)
- Menteri Perindustrian (1978-1983)
- Ketua Otorita Pengembangan Proyek Asahan (1976 -- sekarang


Kegiatan Lain :
- Ketua Umum PB PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia) (1979-1983 ; 1983-1986)

Alamat Rumah :
Kompleks Pejabat Tinggi Jalan Gatot Subroto 22, Jakarta Selatan Telp: 510367

Alamat Kantor :
DPA Jalan Merdeka Utara 15, Jakarta Pusat Telp: 348961

 

ABDOEL RAOEF SOEHOED


Menjelang usia ke-66, lelaki berkulit sawo matang dengan tinggi 187 cm ini tampak segar. Ia rajin lari pagi, dan cermat memperhatikan makan. "Sudah lebih dari 22 tahun saya mengidap penyakit gula," tuturnya. "Kalau berat badan sudah di atas 80 kg, saya harus berdiet secara ketat."
Tekun dan suka bekerja keras, tetapi luwes dalam pergaulan, ia akrab dengan nama panggilan Boed. Datang dari keluarga Minang yang lama tinggal di Jakarta, Boed, putra Almarhum Mohammad Soetantanamas -- pegawai kantor pos. Ibunya, Sahara binti Sinarosoetan, telah almarhumah.
Pernah kuliah di Technische Hooge School (THS) -- kini ITB, ia lulus Sekolah Teknik Tinggi di Yogyakarta, 1952. Mayor purnawirawan TNI-AU ini sempat merintis bisnis, menjadi konsultan perusahaan swasta, kemudian komisaris PT Aneka Tambang. Sejak 1976, ia Ketua Otorita Pengembangan Proyek Asahan. Bukunya berjudul Asahan, Impian yang Menjadi Kenyataan, terbit 1983.
Pada tahun itu ia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), segera setelah berhenti sebagai menteri perindustrian Kabinet Pembangunan III. Tetapi, sebagai penggemar judo, ia selalu penuh perhatian. Dua kali masa jabatan ia terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI), sejak 1979.
SIWO/PWI memilih Boed sebagai Pembina Olah Raga Terbaik 1981. Setahun sebelumnya, ia membangun Lembah Pinus kompleks pusat latihan judo di Ciloto, Jawa Barat. Gedungnya megah dan mewah, seharga Rp 1 milyar. Di sini tidak hanya terdapat tempat latihan, tetapi juga hotel, cottage, dan kolam renang air panas. "Saya masih ingin Ciloto-Ciloto mini tersebar di seluruh Indonesia," tuturnya. Pusat latihan di kaki Gunung Pangrango ini dikelola Yayasan Penggemar Olah Raga Judo yang diketuainya.
Namun, Lembah Pinus sempat ditelan kesepian, ditinggalkan paling tidak sepuluh pejudo andalan. Mereka mengundurkan diri lantaran merasa tidak cocok dan tidak puas atas pelatih yang ditunjuk pengurus, akhir 1983.
Sang ketua umum PJSI lantas menskors kesepuluh atlet judo itu tanpa batas waktu. "Disiplin dan moral pejudo, itu lebih penting," katanya. Di samping ia sendiri mengaku, "Pengurus kurang mempersiapkan calon-calon pelatih." Namun, kemudian, skorsing itu dicabutnya pada Mei 1984, karena, "Tidak ada keretakan lagi," ujarnya.
Menikah dengan Raden Soeriawati Hamid, Boed kini ayah dari beberapa anak yang telah memberinya sejumlah cucu. Dalam tiap penampilan, pemegang anugerah Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya ini selalu rapi. Tidak mengherankan bila ia pernah terpilih pula sebagai Pria Berbusana Terbaik, pada 1980.
UPDATE 2003:
Pada 2001, Abdoel Raoef meluncurkan buku: Menyertai Setengah Abad Perjalanan Republik, yang ditulis oleh Ariestides Katopo. Pada 2002, Abdoel Raoef Soehoed menulis buku Bunga Rampai Pembangunan: Antara Harapan dan Ancaman Masa Depan.


Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


A. MATTULADA | A. SULASIKIN MURPRATOMO | ABDOEL RAOEF SOEHOED | ABDUL AZIS LAMADJIDO | ABDUL DJALIL PIROUS | ABDUL GAFAR ABDULLAH (EBIET G. ADE) | ABDUL GAFUR TENGKU IDRIS | ABDUL KADIR | ABDUL KARIM OEY | ARBI SANIT | ARDIANSYAH | ANWAR NASUTION | ARIEF BUDIMAN | ARIFIN CHAIRIN NOER | ANTON SOEDJARWO | ARIFIN M. SIREGAR | AMRI YAHYA | ARISTIDES KATOPPO | AMIRMACHMUD | ARSWENDO ATMOWILOTO | AMIR MOERTONO | AWALUDDIN DJAMIN | AZWAR ANAS | ALI SADIKIN | AHMAD SYAFII MAARIF | AHMAD SADALI | ACHDIAT KARTA MIHARDJA | ABDULLAH PUTEH | ABDULGANI | ABDUL RACHMAN RAMLY | ABDUL QADIR DJAELANI | ABDUL LATIEF | A. Deni Daruri | A.T. Mahmud | Abdul Hakim Garuda Nusantara | Abdul Mun'im Idries | Abdullah Gymnastiar | Ade Armando | Ade Rai | Afan Gaffar | Agnes Monica | Agum Gumelar | Ahmad Syafi'i Ma'arif | Alfons Taryadi | Amir Syamsuddin | Amiruddin Zakaria | Amri Yahya | Amrozi | Anand Krishna | Ananda Sukarlan | Anang Supena | Andrianus Meliala | Andy F. Noya | Anton Bachrul Alam | Anton M. Moeliono | Apong Herlina | Arbi Sanit | Aria Kusumadewa | Arifin Panigoro | Aristides Katoppo | Arjatmo Tjokronegoro | Arswendo Atmowiloto | Arwin Rasyid | Asikin Hanafiah | Atmakusumah Astraatmadja | August Parengkuan | Ayu Azhari | Ayu Utami | Azyumardi Azra | Anwar Nasution | Arief Budiman | Abdul Rahman Saleh | Anton Apriyantono | Adyaksa Dault


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq