
Nama : Siti Khadijah
Lahir : Jakarta, 19 November 1969
Agama : Islam
Pendidikan : Academy of Arts, Los Angeles, AS (1993)
Karir : - Foto model
- Main film sejak 1985 sampai sekarang
- Artis sinetron
- Penyanyi
Film yang dibintangi :
- Perkawinan Siti Zubaedah (1997) arahan Teguh Karya
- Outraged Fugitive (1994)
- Oeroeg (Belanda)
- Telegram (Prancis)
- Java Burn, dan lain-lain
Sinetron yang dibintangi:
- Bidadari
- Nokhtah Merah Perkawinan
- Putri Duyung, dll
Kegiatan Lain : Ketua Yayasan Al-Azhari, Bintaro
Penghargaan : - Aktris terbaik FSI 1996 dan FSI 1997
- Nominee Aktris Favorit Pemirsa (Panasonic Award) setiap tahun sejak 1997
- Aktris terbaik FFAP 2001
Keluarga : Suami : Mohammad Yusuf
Anak : 1. Hasan
2. Sean
3. Maryam
4. Sulaiman Atiq Ibrahim
|
|
Ayu Azhari
NAMANYA pernah menghebohkan. Itu lantaran adegan panas yang dia lakukan di film Outraged Fugitive, 1994. Di film arahan sutradara Roberth Anthony itu, Ayu Azhari melakukan adegan persetubuhan di kamar mandi bersama Frank Zagarino. Tapi, ketika diputar di Indonesia, adegan itu sudah banyak yang dipotong.
Itu jadi catatan "hitam" Ayu. Tapi, prestasi yang dia raih seolah menenggelamkan catatan hitam itu.
Nama aslinya Siti Khadijah. Lahir pada 19 November 1969. Suami pertama Djodi Gondokusumo. Cerai dari suami pertama, Ayu menikah dengan Mohammad Yusuf, asal Finlandia, dan dikaruniai empat anak.
Ayu mengawali karir sebagai foto model. Pada tahun 1985, ia mulai main film. Teguh Karya yang mengorbitkannya. Bersama Teater Populer Ayu ikut pementasan teater Pernikahan Darah (1986). Film yang dibintangi antara lain: Perkawinan Siti Zubaedah (1997) arahan Teguh Karya; Outraged Fugitive (1994), Oeroeg (Belanda), Java Burn, Telegram. Ketika bermunculan televisi swasta, Ayu laris main sinetron. Bahkan termasuk artis berhonor mahal. Di sinetron Noktah Merah Perkawinan produksi Rapi Film ditayangkan Indosiar, konon akting Ayu membuat para ibu rumah tangga jatuh hati. Selain di sinetron melodrama, Ayu juga main di sinetron anak-anak, Bidadari, dan sinetron komedi, Putri Duyung.
Berbagai penghargaan pun ia raih, antara lain aktris terbaik pada Festival Sinetron Indonesia (FSI) 1996 dan FSI 1997; nominee sebagai Aktris Favorit Pemirsa (Panasonic Award) setiap tahun sejak 1997. Yang cukup mengejutkan, dalam Festival Film Asia Pasifik ke-46 tahun 2001 ini, Ayu terpilih sebagai aktris terbaik atas perannya di film Telegram, arahan Slamet Rahardjo Djarot. Itu terjadi di saat perfilman Indonesia masih terpuruk.
"Biarlah anugerah yang saya raih ini menjadi kebangkitan kembali perfilman Indonesia yang selama bertahun-tahun terpuruk," kata Ayu dalam sambutannya.
Selain main film dan sinetron, Ayu terjun pula ke rekaman lagu produksi Ski Record. "Saya senang, meski ini bukan rekaman yang pertama bagi saya," kata Ayu saat memulai peluncuran di Restoran C&R Jakarta.
Di luar aktivitas sebagai artis, ia punya kegiatan sosial: ketua Yayasan Al-Azhari, Bintaro. Yayasan yang didirikan beserta saudara-saudaranya itu bertujuan menyantuni anak yatim dan anak-anak jalanan. Kalau yang ini tentu tidak menghebohkan.
|