A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Abdullah Gymnastiar




Nama :
Abdullah Gymnastiar

Lahir :
Bandung, 29 Januari 1962

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD di Bandung
- SMP di Bandung
- SMA di Bandung
- PAAP Universitas Padjadjaran, Bandung
- PIKSI Institut Teknologi Bandung, Bandung
- Universitas Ahmad Yani, Cimahi


Karir :
Dai

Karya :
- Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid
- Syukur Pengundang Nikmat
- Diam Itu Emas
- Mengatasi Rasa Minder
- Kiat Praktis Manajemen Waktu
- Menuju Generasi Ahli Zikir, Ahli Pikir, dan Ahli Ikhtiar (1999)


Keluarga :
Ayah : Letkol (Purn.) H.Engkus Kuswara Ibu : Hj. Yeti Rohayati Istri : Dra. Hj. Ninih Mutaminnah Muhsin Anak : 1. Ghaida Tsuraya 2. M. Ghazi Al Ghifari 3. Ghina Raudathul Jannah 4. Ghaitsa Shofa 5. Ghefira Nur Fatimah 6. M. Ghaza Al Ghazali

Alamat Kantor :
Gedung Kepontren Daarut Tauhiid, Jalan Geger Kalong Girang 67, Bandung Telepon (022) 2014374

 

Abdullah Gymnastiar


Nama penggagas €œManajemen Kalbu€ ini kian melambung sebagai mubaligh. Popularitasnya saat ini menyamai Hamka pada 1970-an dan setara dengan €œDai Sejuta Umat€, Zainudin M.Z., tahun 1980-an. Itulah K.H. Abdullah Gymnastiar, yang lebih senang €“ dan lebih popular -- dengan panggilan Aa Gym ketimbang kiai, misalnya. Aa adalah cara orang Sunda memendekkan kata 'kakak' (abang).

Tampil bersahaja, suka merendah, dan menyejukkan, ceramah-ceramah agamanya di sebuah stasion televisi dan di Masjid Istiqlal, Jakarta, mampu menguras air mata para hadirin. Ia bahkan tak segan-segan mengajak dirinya dan hadirin meneladani bayi dan anak-anak, yang disebutnya bagai €œgelas bening, sehingga sebutir debu pun yang menempel padanya bisa terlihat.€ Bayi dan anak-anak, katanya €œtidak pendendam, rendah hati, dan jujur€.

€œBelajarlah dari bayi, yang tak pernah merasa gagal,€ katanya dalam bagian ceramahnya berjudul 'Anak sebagai Lahan Tafakkur'. €œKetika ia belajar berjalan, setiap jatuh ia selalu bangun dan mencoba lagi. Jika ia marah pada temannya, sebentar kemudian akan baikan kembali.€ Aa lalu menghubungkannya pertikaian antar sesama saudara di Indonesia, yang tak pernah habis-habisnya memendam dendam.

Aa Gym lahir di Bandung pada 29 Januari 1962, dari pasangan Letkol H. Engkus Kuswara dan Hj. Yeti Rohayati. Meskipun tidak tumbuh di lingkungan pesantren, keluarganya terkenal disiplin dan religius.

Guru agamanya yang pertama adalah adiknya sendiri, Agung Gunmartin, yang cacat, lumpuh, matanya juling, dan telinganya hampir tuli. Yang istimewa, Agung sangat gigih, tetap rajin kuliah dan tak pernah lepas salat wajib dan tahajud. €œMeski bernapas saja sulit, dia tetap mendisiplinkan diri untuk ke masjid,€ kenangnya. Aa sendiri seorang kakak yang setia, yang rajin menggendong sang adik bila ke masjid dan mendampinginya ketika ke kampus.

Namun lama kelamaan, kesehatan Agung kian memburuk, hingga duduk pun ia sudah tak mampu. Tangannya tidak dapat lagi digerakkan. Namun keadaan itu diterimanya dengan sabar dan tawakkal, tanpa berkeluh-kesah. "Sampai akhirnya dia meninggal di pangkuan saya, " papar Aa Gym dengan mata berkaca-kaca.

Pada usia 20 tahunan, Gymnastiar berguru pada Ajengan Junaedi dari Garut, Jawa Barat. Dan hanya dalam tiga hari, ia oleh gurunya dinyatakan telah memiliki ilmu laduni €“ yang memberinya kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui proses belajar. Menurut Gym, ia sendiri kurang begitu yakin apakah benar ia telah menguasai ilmu tadi. Namun beberapa guru spiritualnya yang lain juga menyatakan bahwa dia telah dikaruniai ma'rifatullah€”'pengetahuan dari Allah'. Seorang di antaranya KH Khoer Affandi, ulama tasawuf terkenal Jawa Barat yang semasa hidupnya memimpin Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya.

€œBerkat ilmu itu, saya bisa tiba-tiba tanpa sengaja mengetahui hal-hal baru saat berceramah,€ tutur lelaki yang memanggil 'bos' kepada lawan bicaranya. Saat materinya dirujuk dengan kitab-kitab tafsir, isinya ternyata tak berbeda.

Pencarian jati diri Aa Gym diwarnai sejumlah peristiwa aneh melalui mimpi, baik yang dialaminya sendiri maupun oleh ibu dan adiknya. Dalam mimpinya, ibunya mendapati Rasulullah sedang mencari seseorang. Sedang adiknya bermimpi melihat Rasulullah mendatangi rumah mereka. Dalam mimpinya sendiri, Aa Gym sempat salat berjamaah bersama Rasulullah dan keempat Sahabat: Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.

"Saya berdiri di samping Sayidina Ali, sementara Rasulullah bertindak sebagai imam," paparnya. Dalam mimpi sebelumnya, ia merasa didatangi seorang tua berjubah putih bersih, yang mencuci mukanya dengan ekor bulu merak bersaput madu. Dia lalu mengatakan Aa Gym insyaallah akan menjadi orang yang mulia, kelak. Setelah mimpi-mimpi itu, Gymnastiar mulai berguru pada beberapa ulama.

Sebagai kiai, Aa Gym tahu sekali bahwa lebih baik memberi daripada menerima. Maka lelaki yang sejak SMA berjiwa wirausaha ini merintis pembentukan Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) pada 1987. KMIW membuat dan menjajakan stiker, kaos oblong, gantungan kunci, dan alat tulis menulis yang dibubuhi slogan-slogan religius.

Pada 1990, ia mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT). Pendirian DT terilhami gerakan Al-Arqam di Malaysia, yang berhasil secara mandiri memenuhi kebutuhan sehari-hari secara Islami. Beberapa waktu kemudian, DT pindah lokasi ke Jalan Gegerkalong Girang 67. Di lokasi rumah pondokan berkamar 20 buah itu, ia menyewa dua kamar. Di sana ia sering mendapat tantangan berat, karena lokasi itu dikenal sebagai markas "biang kerok" keresahan masyarakat. Toh ia kemudian berhasil mengontrak seluruh kamar yang ada, dan bahkan mampu membeli kepemilikannya seharga Rp 100 juta.

Aa Gym merombak komplek kos-kosan itu menjadi gedung permanen berlantai tiga. Lantai satu digunakan untuk kegiatan perekonomian; lantai dua dan tiga dijadikan masjid. Masjid DT itu sering disebut masjid seribu tangan karena dibangun secara gotong royong oleh ribuan warga yang tinggal di sekitar tempat tersebut bersama para jemaah DT. Tahun-tahun berikutnya ia berhasil mendirikan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT, yang kini telah memiliki €œcabang€ di Jakarta. Pada 1999, DT berhasil memiliki Radio Ummat yang mengudara sejak 9 Desember 1999, mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQS (Mutiara Qalbu Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna. Sampai 1999, aset DT yang semula tidak seberapa telah bernilai Rp 6 miliar.

Manajemen Kalbu merupakan cara memelihara kebeningan hati dengan lebih mengenal Allah, antaranya dengan berzikir. Selanjutnya, hati yang bening dan damai diisi dengan nilai-nilai rohani Islam seperti sabar, rida, tawakal, ikhlas, jujur, dan disertai dengan ikhtiar. Menurut ustad yang tidak memiliki pembantu rumah tangga itu, hati adalah raja yang dapat membuat manusia melakukan apa saja. "Kita banyak amal, tapi kalau hatinya tidak ikhlas, ya tidak akan diterima," ujarnya di €œmarkas€-nya di Jalan Gegerkalong Girang 38, Bandung.

Darut Tauhid adalah pesantren alternatif. Sasarannya menjadikan anak didik minimal menjadi manusia yang tidak menjadi beban orang lain, dengan merangsang tumbuhnya ekonomi umat. Dan Aa Gym tidak hanya berteori, tapi juga menghadirkan bukti. Gedung Kopontren yang berlantai 4 digunakan untuk kegiatan percetakan, penerbitan, swalayan, minimarket, warung telekomunikasi, pusat informasi, dan lainnya. Buku dan kasetnya laris manis.

€œYang penting, menurut saya mah, harus dimulai dari diri sendiri,€ katanya tentang solusi penanganan multikrisis di Indonesia. Sederhana, tapi justru mengena. Kesederhanaan inilah yang membuat banyak orang tertarik, termasuk wartawan kantor berita Reuters dan televisi CNN yang datang mewawancarainya. Kalangan non-Islam juga suka bertandang untuk bertukar pikiran dengannya.

Aa Gym menikah dengan Ninih Mutaminnah Muhsin, cucu KH Mohamad Tasdiqin, pengasuh Pondok Pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan, Jawa Barat. Ia dikaruniai enam orang anak. Tinggal pula bersama mereka lima anak yatim yang menjadi asuhannya.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


A. MATTULADA | A. SULASIKIN MURPRATOMO | ABDOEL RAOEF SOEHOED | ABDUL AZIS LAMADJIDO | ABDUL DJALIL PIROUS | ABDUL GAFAR ABDULLAH (EBIET G. ADE) | ABDUL GAFUR TENGKU IDRIS | ABDUL KADIR | ABDUL KARIM OEY | ARBI SANIT | ARDIANSYAH | ANWAR NASUTION | ARIEF BUDIMAN | ARIFIN CHAIRIN NOER | ANTON SOEDJARWO | ARIFIN M. SIREGAR | AMRI YAHYA | ARISTIDES KATOPPO | AMIRMACHMUD | ARSWENDO ATMOWILOTO | AMIR MOERTONO | AWALUDDIN DJAMIN | AZWAR ANAS | ALI SADIKIN | AHMAD SYAFII MAARIF | AHMAD SADALI | ACHDIAT KARTA MIHARDJA | ABDULLAH PUTEH | ABDULGANI | ABDUL RACHMAN RAMLY | ABDUL QADIR DJAELANI | ABDUL LATIEF | A. Deni Daruri | A.T. Mahmud | Abdul Hakim Garuda Nusantara | Abdul Mun'im Idries | Abdullah Gymnastiar | Ade Armando | Ade Rai | Afan Gaffar | Agnes Monica | Agum Gumelar | Ahmad Syafi'i Ma'arif | Alfons Taryadi | Amir Syamsuddin | Amiruddin Zakaria | Amri Yahya | Amrozi | Anand Krishna | Ananda Sukarlan | Anang Supena | Andrianus Meliala | Andy F. Noya | Anton Bachrul Alam | Anton M. Moeliono | Apong Herlina | Arbi Sanit | Aria Kusumadewa | Arifin Panigoro | Aristides Katoppo | Arjatmo Tjokronegoro | Arswendo Atmowiloto | Arwin Rasyid | Asikin Hanafiah | Atmakusumah Astraatmadja | August Parengkuan | Ayu Azhari | Ayu Utami | Azyumardi Azra | Anwar Nasution | Arief Budiman | Abdul Rahman Saleh | Anton Apriyantono | Adyaksa Dault


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq