
Nama : Andrianus Eliasta Meliala
Lahir : Sungailiat, Bangka, 28 September 1966
Agama : Katolik
Pendidikan : - SD, SMP, SMA Bunda Hati Kudus Jakarta (1972€“1985)
- Jurusan Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1985-1990)
- Program Pascasarjana Psikologi Sosial Universitas Indonesia (1991-1994)
- Program Kriminal dan Psikologi Hukum, The Manchester Metropolitan University (1994-1995)
- PhD Program Kriminologi, Jurusan Antropologi dan Sosiologi, The University of Queensland (hampir selesai)
Karir : - Wartawan majalah Editor (1987-1991)
- Redaktur majalah Usahawan (1988)
- Pengajar di FISIP UI (1991-sekarang)
- Pengajar pada Fakultas Psikologi UI (1995€“sekarang)
- Pengajar paruh waktu di Universitas Satya Negara, Universitas YAI, Universitas Katolik Atma Jaya, dan Universitas Jayabaya
Alamat Rumah : Perumahan Bukit Cengkih II, Blok D14/1, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok-Jawa Barat 16951
Telepon (021) 8702225
|
|
Andrianus Meliala
Andrianus Meliala
KRIMINALITAS di Indonesia demikian tinggi, tapi begitu sedikit kriminolog. Di antara yang sedikit itu adalah Andrianus. Itu soalnya rumah kriminolog satu ini sering disambangi polisi. Mula-mula tetangganya heran, bertanya-tanya, akhirnya maklum €“ tetangga satu itu profesinya memang berkaitan dengan polisi.
Ia memilih Jurusan Kriminologi di Universitas Indonesia karena risikonya kecil: di jurusan ini tak banyak saingan calon mahasiswa. Sepeninggal ayahnya, pensiunan jaksa, Andrianus tak mau merepotkan keluarganya.
Jurusan yang ia pilih bukan karena minat ini hampir saja ditinggalkannya. Ia tak juga bisa menghilangkan ketidaksukaannya pada bidang yang oleh sebagian orang dicibir karena dekat dengan dunia hitam. Untunglah ia mendengarkan nasihat teman-teman kuliahnya, agar Andri mencoba menyukai bidang ini. Akhirnya ia memang menjadi pakar kriminolog, setelah sebentar menjadi wartawan koran kampus Warta UI, kemudian majalah berita mingguan Editor. Di majalah itu mahasiswa kriminologi ini, anehnya, tak diserahi mengurusi rubrik Kriminalitas €“ redakturnya menganggap ia kurang pas menulis tentang dunia kejahatan. Bila menulis kriminalitas, €œsaya membuat kesimpulan fakta,€ tuturnya. €œSeharusnya wartawan hanya melaporkan fakta-fakta.€
Tapi, kemudian, kolom-kolomnya tentang dunia kriminalitas di berbagai media membuat Andrianus mulai dikenal. Ketika itulah ia menyadari bahwa profesi yang semula dimasukinya karena terpaksa itu dapat dijadikan lahan hidup dan membuahkan ketenaran. Apalagi setelah ia menguasai ilmu forensik €“ penerapan fakta medis pada kasus hukum - yang ia timba di The Manchester Metropolitan University, tulisannya tentang kriminalitas makin dianggap berbobot. Dialah orang Indonesia pertama yang mengantungi ijazah ilmu forensik.
|