A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Afan Gaffar




Nama :
Afan Gaffar

Lahir :
Bima, Nusatenggarabarat, 21 Juni 1947

Agama :
Islam

Pendidikan :
1. Sekolah Rakyat, Tente II (1959)
2. SMP Negeri Tente (1963)
3. SMA Negeri Bima (1966)
4. Ilmu Pemerintahan, Fisipol, UGM, (B.A., 1970)
5. Fisipol, Universitas Gadjah Mada (S1, 1973)
6. M.A., Political Science, Northern Illnois University (M.A., 1979)
7. Political Science, The Ohio State University (Ph.D., 1988).


Karir :
1. Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fisipol, UGM, (1974- sekarang)
2. Dosen Pascasarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM (1988)
3. Pendiri dan editor Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada
4. Pengelola Program Pascasarjana Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada
5. Ketua dan sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fisipol, Universitas Gadjah Mada; Dosen Luar Biasa pada Program Pascasarjana Ilmu Administrasi Negara Universitas Tujuh Belas Agustus, Surabaya (sampai 2000)
6. Anggota MPR-RI, Fraksi Utusan Golongan, (1998)
7. Anggota Tim Tujuh, Departemen Dalam Negeri RI , Perancang UU Politik (1988)
8. Anggota Tim Verifikasi Partai Politik, Pemilihan Umum (1999)
9. Anggota Tim Komisi Pemilihan Umum (KPU; 1999-2000)
10. Anggota Tim Ahli , Panitia Ad Hoc I, Badan Pekerja MPR; 2001)
11. Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Kabinet Pembangunan (1999)
12. Deputi Menteri Negara Otonomi Daerah (2002)
13. Anggota Dewan Penasihat Badan Pertimbangan Otonomi Daerah , (2001)
14. Bersama Dr. Nasikun dan Dr. Maria Sumardjono mendirikan Program Pasca-Ketahanan Nasional, Universitas Gadjah Mada.



Kegiatan Lain :
1. Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Pusat
2. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI)
3. Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)


Karya :
1. Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi , (Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1999)
2. Javanese Voters: A Case Study of an Election Under A Hegemonic Party System in Indonesia, Gadjah Mada, Yogyakarta, Vol.1, July 1, 1997)


Penghargaan :
1. Bintang Jasa Utama RI (1999) 2. Satya Lencana Kesetiaan 15 Tahun 3. Satya Lencana Kesetiaan 20 Tahun 4. Piagam Penghargaan Pengabdian 25 Tahun dari UGM

Keluarga :
Istri : Sudjiatun Purwaningsih Anak : 1. Nina Ulfah Nulatutadjie 2.Adi Prasetyo 3. Erlangga D.A. Gaffar 4. Ika Ujiwulansari

Alamat Rumah :
Perumahan Sidoarum II, Jalan Durian B11, Sidoarum, Godean, Yogyakarta 55564

Alamat Kantor :
Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM, Bulaksumur, Yogyakarta.

 

Afan Gaffar


Meskipun ibunya buta huruf (Latin) dan ayahnya cuma pegawai di kantor pendidikan setempat, kehidupan masa kecil Affan Gafar dalam suasana intelektualitas. Ayahnya, Ahmad Daeng Ta'asia, juga memiliki toko buku terlengkap di kota kelahiran Affan di Tente, Bima, Nusatenggarabarat. Di sana dijual buku-buku agama (Islam), ilmiah dan sastra. €œSaya sering membaca buku-buku sastra,€œ kata Prof. Drs. Affan Gafar, MA, PhD., pengajar dan pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Melihat jabatan dan gelar yang disandangnya, kita tak akan menyangka betapa bersahajanya kehidupan masa kecil dan remaja Affan Gafar. Karena di Tente pada 1960-an tidak ada SMP, ia harus bersekolah di Bima-Raba, dan untuk mencapainya ia harus berjalan kaki sejauh lima kilometer.

Sejak SMA, anak kesepuluh dari sebelas bersaudara ini juga harus membiayai sekolahnya sendiri. Ini gara-gara perbedaan keinginan antara ibunya, Hamimah binti Haji Yusuf, dan Affan. Kalau sang ibu menginginkan anaknya masuk ke Sekolah Guru Atas (SGA) €“ dan menjadi guru seperti kakak-kakaknya €“ si anak malah memilih SMA, dengan diam-diam. €œSaya termasuk orang nekat,€ katanya. Lambat laun kebohongannya terungkap juga. €œIbu marah sekali,€ papar Affan yang bercita-cita menjadi pejabat tinggi ketimbang guru. Akhirnya Ibu Hamimah yang berwatak keras itu membiarkannya masuk SMA, tapi dengan syarat: sang anak harus membiayai sendiri sekolahnya.

Sebenarnya, sejak SMP pun Affan sudah €œbekerja€. Sejak ayahnya meninggal ketika Affan berumur 10 tahun, ia menumpang di rumah orang dan itu bukan dengan cuma-cuma. €œPekerjaan saya mulai dari membersihkan rumah, mencuci, hingga menyeterika. Pokoknya pekerjaan rumah saya tangani semua. Istilahnya, tahu dirilah sebagai orang yang menumpang,€ tutur Affan. Itu semua agar ia tetap bisa melanjutkan sekolahnya.

Lain pula keinginan ayahnya, yang mengharapkannya menjadi dokter. €œAyah sering membangga-banggakan saya kepada teman-temannya, anaknya ini kelak menjadi seorang dokter,€ ujar Affan. Sayang, nilai pelajaran aljabarnya tidak bagus. Ia pun memilih jurusan yang €œtidak popular€, jurusan budaya. €œSaya menyukai pelajaran sejarah dan sastra,€ kata Affan yang akhirnya masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. €œSaya gagal memenuhi harapan ayah untuk menjadi dokter. Tetapi saya berhasil menjadi doktor,€ tambahnya.

Menjadi mahasiswa di negeri orang tak mudah bagi anak Bugis ini. €œSaya bekerja sebagai penjaga malam di sebuah proyek bangunan. Setiap hari saya mendapat upah Rp 50, dan seminggu Rp 350. Untuk menghemat, saya makan bersama buruh bangunan. Jadi ikut makan di proyek,€ kisah Affan, yang melakoni pekerjaan ini ia sejak 1969 hingga 1970. Setelah lulus dari Fisipol (1973), Affan diangkat menjadi dosen €“ sebelumnya asisten dosen --jurusan Ilmu Pemerintahan di almamaternya.

Pada 1976, ia pun mendapatkan dua tawaran beasiswa S-2. Beasiswa pertama berasal dari Konrad Adenauer Stichtung untuk studi ke Jerman. €œTetapi tidak saya gunakan karena saya berpikir akan mengalami kesulitan dalam bahasa,€ katanya. Ia pun menerima tawaran kedua, beasiswa The Rockefeller Foundation dari Amerika Serikat, yang memungkinkannya meraih gelar master dari Northern Illinois University.

Pada awal semester, Affan harus belajar ekstrakeras, yang sempat membuatnya shock. Tiba di sana dan langsung kuliah, otomatis ia harus belajar ekstra tidak hanya bahasa Inggris tetapi juga pola belajar yang menuntutnya banyak membaca buku. Pada semester pertama itu, ia juga terpaksa meninggalkan istri dan dua anaknya di Indonesia. €œSemester berikutnya, saya memboyong keluarga ke Amerika, setelah saya mengenal situasi dan mendapatkan rumah yang layak bagi mereka,€ ucap mantan ketua Permias, organisasi mahasiswa Indonesia di Amerika, ini. Meskipun nilai beasiswa lebih dari cukup, Affan juga bekerja paruh waktu di perpustakaan.

Sebagaimana pada 1999, Affan juga menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2004. Apa harapannya? €œSaya yakin suatu saat nanti Indonesia akn memiliki pemilu yang jurdil (jujur dan adil) yang diharapkan mampu menampung aspirasi rakyat,€ kata mantan Deputi Menteri Otonomi Daerah (Ryaas Rasyid) itu.

Pengalamanan yang tak terlupakan dan paling menyakitkan dilakoninya ketika ibunya meninggal saat ia mengambil gelar Ph.D. di Ohio State University (1988). €œSaya tidak sempat menungguinya. Mudah-mudahan Ibu bangga atas prestasi saya,€ katanya. Bagaimanapun, dengan jalan agak berbelit, Affan telah memenuhi keinginan ibunya agar ia menjadi guru €“ bukan guru biasa, tapi guru sekolah tinggi.

Affan muda menggemari olah raga Kempo, bahkan sempat menjadi ketua Perkemi DIY (1991-1993), kini menjalani olah raganya golf dan renang. Ia masih tetap gemar membaca buku cerita, terutama karya John Grisham.

Ia kenal dengan Sudjiatmi Purwaningsih, yang menjadi istrinya sejak 1972, di Pagelaran Alun-alun Utara. Kebetulan Fakultas Hukum, di sini Sudjiatmi kuliah, berdampingan dengn Fisipol, tempat Affan menimba ilmu. €œPerannya besar sekali bagi karir saya,€ aku ayah empat anak ini.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


A. MATTULADA | A. SULASIKIN MURPRATOMO | ABDOEL RAOEF SOEHOED | ABDUL AZIS LAMADJIDO | ABDUL DJALIL PIROUS | ABDUL GAFAR ABDULLAH (EBIET G. ADE) | ABDUL GAFUR TENGKU IDRIS | ABDUL KADIR | ABDUL KARIM OEY | ARBI SANIT | ARDIANSYAH | ANWAR NASUTION | ARIEF BUDIMAN | ARIFIN CHAIRIN NOER | ANTON SOEDJARWO | ARIFIN M. SIREGAR | AMRI YAHYA | ARISTIDES KATOPPO | AMIRMACHMUD | ARSWENDO ATMOWILOTO | AMIR MOERTONO | AWALUDDIN DJAMIN | AZWAR ANAS | ALI SADIKIN | AHMAD SYAFII MAARIF | AHMAD SADALI | ACHDIAT KARTA MIHARDJA | ABDULLAH PUTEH | ABDULGANI | ABDUL RACHMAN RAMLY | ABDUL QADIR DJAELANI | ABDUL LATIEF | A. Deni Daruri | A.T. Mahmud | Abdul Hakim Garuda Nusantara | Abdul Mun'im Idries | Abdullah Gymnastiar | Ade Armando | Ade Rai | Afan Gaffar | Agnes Monica | Agum Gumelar | Ahmad Syafi'i Ma'arif | Alfons Taryadi | Amir Syamsuddin | Amiruddin Zakaria | Amri Yahya | Amrozi | Anand Krishna | Ananda Sukarlan | Anang Supena | Andrianus Meliala | Andy F. Noya | Anton Bachrul Alam | Anton M. Moeliono | Apong Herlina | Arbi Sanit | Aria Kusumadewa | Arifin Panigoro | Aristides Katoppo | Arjatmo Tjokronegoro | Arswendo Atmowiloto | Arwin Rasyid | Asikin Hanafiah | Atmakusumah Astraatmadja | August Parengkuan | Ayu Azhari | Ayu Utami | Azyumardi Azra | Anwar Nasution | Arief Budiman | Abdul Rahman Saleh | Anton Apriyantono | Adyaksa Dault


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq