
Nama : ANWAR NASUTION
Lahir : Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 5 Agustus 1942
Agama : Islam
Pendidikan : - SD Negeri I, Sipirok (1955)
- SMP Negeri, Sipirok (1958)
- SMA Negeri Teladan, Medan (1961)
- Fakultas Ekonomi UI, Jakarta (1968)
- School of Government, Universitas Harvard, AS (1973)
- Tax Administration, University of Southern California, Los Angeles (1976)
- Universitas Tufts, Massachusetts, AS (doktor, 1982)
Karir : - Lektor Fakultas Ekonomi UI (1964-sekarang)
- Research Associate Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat (1975-sekarang)
- Ketua Tim Konsultan Bank Umum Koperasi Indonesia (1984- sekarang)
- Staf Ahli majalah Infobank (1982-sekarang)
- Tenaga Perbantuan Departemen Keuangan Ditjen Moneter (1968- 1975)
- Konsultan Ekonomi BI (1982-1983)
- Dosen Fakultas Ekonomi UI (sekarang)
Karya : - Financial Institutions and Policies in Indonesia, ISEAS, 1983
Alamat Rumah : Jalan Taman Lebak Bulus I No. 3, Cilandak, Jakarta Selatan
Alamat Kantor : Fakultas Ekonomi UI Jalan Salemba Raya 4, Jakarta Pusat Telp: 333177, 332844
|
|
ANWAR NASUTION
Semasih di SMA Teladan, Medan, ia menjadi "preman" -- istilah sana untuk anggota gang. Namun, sekolahnya lancar. Di SMP, Anwar Nasution juara pertama, di SMA juara kedua. Mengambil jurusan ilmu pasti dan pengetahuan alam, ia juga menjuarai mata pelajaran aljabar, goneometri, dan ilmu falak. Anehnya, "Mata pelajaran ekonomi malah saya tak suka," katanya.
Tidak heran kalau anak kelahiran Sipirok, Tapanuli Selatan, ini mendaftar di Fakultas Matematika & Ilmu Pasti Alam (FMIPA) ITB di Bandung, 1961. Baru setahun ia kuliah, seorang bekas rekan se-SMA datang "menggoda". "Lowongan untuk sarjana matematika susah, nanti mau kerja apa kau," kata si teman, yang lalu menganjurkannya pindah ke fakultas ekonomi. Anwar mencoba mendaftar ke FE UI -- dan diterima.
Tinggal di asrama mahasiswa UI di Rawamangun, Anwarlah yang memprakarsai nama Daksinapati -- kata Sanskerta yang berarti "calon suami yang baik". Nama itu yang dipakai hingga kini. Pada 1966, ia turut menyelenggarakan seminar ekonomi, yang kesimpulannya dipakai sebagai bahan Ketetapan MPRS No. 63/MPRS/66.
Pada 1968, setelah lulus dari FE UI, Anwar mengajar di alma mater-nya, sambil menjadi tenaga bantuan pada Dirjen Moneter Departemen Keuangan. Sejak 1975, ia peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FE UI. Yang menarik sebagai peneliti, menurut dia, ialah karena tidak adanya ikatan birokrasi. "Saya paling malas kalau disuruh rapat," ujar Anwar, yang meraih gelar doktor pada Universitas Tufts, Medford, Massachusetts, AS, 1982. Disertasinya berjudul: Macroeconomic Policies, Financial Institutions and a Short Run Monetary Model of the Indonesian Economy. Di Amerika, ia juga mendalami administrasi perpajakan. ; Anwar anak sulung di antara enam bersaudara. Kedua orangtuanya guru SMP. Ia menikah dengan perancang interior Maya Ayuna, 1974. Dulu, pada 1970-an ia berlatih karate pada Lahardo. Sebagai murid yang setia, Anwar ikut berpartisipasi ketika Lahardo diadu melawan macan di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Sebelum Lahardo masuk gelanggang, menurut cerita Anwar, ia dan teman-temannya mengelilingi sang macan. Tahu- tahu, ada penonton iseng melempar sesuatu. "Kami langsung bubar, karena macan keburu mengamuk duluan," tutur Anwar Nasution, terbahak-bahak. Kini ia giat ber-jogging.
UPDATE:
Lihat Apa & Siapa 2002-2003 di www.pdat.co.id
|