A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

SLAMET RAHARDJO




Nama :
SLAMET RAHARDJO

Lahir :
Serang, Jawa Barat, 21 Januari 1949

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD, (1961)
- SMP (1964)
- SMA (1967)
- Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI)
- Akademi Film Nasional Jayabaya (tidak selesai, 1968)


Karir :
- Anggota Teater Populer (1971-sekarang)
- Pemain film (1971-sekarang)
- Sutradara (1979-sekarang)
- Aktor terbaik FFI 1974 dalam film Ranjang Pengantin. Badai Pasti Berlalu (1977)
- November 1828 (1978). Film arahannya: Rembulan dan Matahari (film terbaik FFI 1980, Semarang)
- Seputih Hatinya, Semerah Bibirnya (1980)
- Ponirah Terpidana (1983)


Alamat Rumah :
Teater Populer, Jalan Kebon Kacang IX/61, Jakarta Pusat

 

SLAMET RAHARDJO


Nama panggilannya Memet. Waktu masih sekolah, ia paling anti diajak deklamasi atau main sandiwara. "Kalau di sekolah ada latihan, lampu saya padamkan," katanya. Kini Slamet Rahardjo adalah seorang sutradara. Film pertama yang disutradarainya, Rembulan dan Matahari, meraih tiga Piala Citra di FFI 1980 di Semarang.

Tentu, ia harus bersusah payah dahulu untuk meraih kedudukan itu. Sebelumnya, anak mayor udara dan cucu asisten bupati Serang itu harus puas dengan posisi sebagai anak bawang di Teater Populer, 1969. Karena kesungguhannya, ia bisa naik panggung dalam pertunjukan drama Pernikahan Darah, Kopral Woyzek dan Perhiasan Gelas.

Dua tahun kemudian, 1971, ia terjun ke film. Ia membintangi Wajah Seorang Lelaki, yang disutradarai Teguh Karya. Tiga tahun setelah menggumuli dunia film, Memet meraih gelar Aktor Terbaik dalam FFI 1974, lewat permainannya yang mengesankan dalam film Ranjang Pengantin. Setelah itu, film yang dibintanginya adalah Perkawinan dalam Semusim, Badai Pasti Berlalu (1977), dan November 1828 (1978).Semasa kecil, Memet pernah bercita-cita menjadi presiden RI. Tetapi ketika tamat SMA di Yogyakarta, 1967, cita-citanya "turun" menjadi penerbang. Ia mengikuti tes dan lulus. Sayang, ayahnya tak menyetujui sehingga ia sempat frustrasi dan malu diejek teman-temannya.

Ia lalu pindah ke Jakarta dan masuk ATNI. Tak sampai tamat karena bubar, dan ia kemudian meneruskan kuliah ke Akademi Film Nasional Jayabaya. Di sini pun, ia tak sampai tamat, karena berselisih dengan Wahyu Sihombing, dosennya. "Soalnya sepele. Saya main drama, sedang Sihombing berprinsip: sebelum mengikuti kuliah dua tahun, mahasiswa dilarang main," kata Memet.

Anak sulung dari tujuh bersaudara itu menikah pada September 1984. Ia mempersunting Ilen Suryanegara, putri bungsu Dubes RI untuk Aljazair. "Saya menikah tepat dengan deadline yang diberikan orangtua," kata Memet lagi. Kini, setelah berhasil menjadi pemain terbaik dan sutradara terbaik, cita-citanya adalah menjadi suami dan ayah terbaik. Ia, agaknya tak ingin mengulang tragedi perceraian orangtuanya, Djarot Djojoprawiro dan Ennie Tanudiredja.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


SETIJADI | S. BAGIO | S. SARTONO | SABAM PANDAPOTAN SIAGIAN | SABAM SIRAIT | SABDONO SUROHADIKUSUMO | SADJIRUN | SADOSO SUMOSARDJUNO | SAHIRUL ALIM | SAIFUL SULUN | SAL MURGIYANTO | SALAMUN ALFIAN TJAKRADIWIRJA | SALEH AFIFF | SAMADIKUN HARTONO | SAYIDIMAN SURYOHADIPROJO | SETIJATI SASTRAPRADJA | SETO MULYADI (KAK SETO) | SIDARTA ILYAS | SIGIT HARJOJUDANTO | SUDJATMIKO | SINDUDARSONO SUDJOJONO | SELO SOEMARDJAN | SINGGIH DIRGAGUNARSA | SJAHRIAL DJALIL | SINTONG PANJAITAN | SJAMSUL NURSALIM | SJARNOEBI SAID | SISWONO JUDO HUSODO | SLAMET RAHARDJO | SITORESMI PRABUNINGRAT | SLAMET SAROJO | SOEDIGDO Pringgoprawiro | SOEDJATMOKO | SOEBRONTO Laras | SOEDJONO HOEMARDANI | SOEGARDA POERBAKAWATJA | SOEGENG Sarjadi | SOEDARPO SASTROSATOMO | SOEMITRO | SOEHARTO | SOENARIO | SOEKARDI | SOERJANTO POESPOWARDOJO | SOERJONO SOEKANTO | SOERJOSOEMARNO | SOEROSO HADISUWARNO PRAWIROHARDJO | SOFJAN ALISJAHBANA | SOFJAN WANANDI | SORIE ENDA NASUTION | SUBUR BUDHISANTOSO | SUBUR RAHARDJA | SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX | SRIKANDI HAKIM TALIB | SUDHARMONO | SUBAGIO Sastrowardojo | SUDIRO | Said Aqiel Siradj | Saifullah Yusuf | Salim Said | Sangkot Marzuki | Sapardi Djoko Damono | Seno Gumira Ajidarma | Setiawan Djody | Seto Mulyadi | Shanti L. Poesposoetjipto | Siti Hartati Murdaya | Soedradjad Djiwandono | Sri Adiningsih | Sri Sultan Hamengkubuwono X | Sujiwo Tejo | Sukyatno Nugroho | Sumita Tobing | Sundari Soekotjo | Surya Paloh | Suryopratomo | Susilo Bambang Yudhoyono | Sukanto Tanoto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq