A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Sapardi Djoko Damono




Nama :
Sapardi Djoko Damono

Lahir :
Solo, Jawa Tengah, 20 Maret 1940

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD Solo (1952)
- SMP II Negeri, Solo (1955)
- SMA II Negeri, Solo (1958)
- Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1964)
- Pascasarjana (S3) Universitas Indonesia
- Basic Humanities Program, Honolulu, Universitas Hawaii, AS (1970-1971)


Karir :
- Pengajar IKIP Malang cabang Madiun (1964-1968)
- Pengajar Fakultas Sastra Universitas Diponegoro (1968-1974)
- Pengajar Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1975-sekarang)
- Penyair


Kegiatan Lain :
- Direktur Pelaksana Yayasan Indonesia (1973-1978)
- Sekretaris Yayasan Dokumentasi Sastra HB Jassin (1975 - )
- Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (1984 - )


Karya :
- Kumpulan Sajak : Duka Mu Abadi (1969); Mata Pisau (1974); Akuarium (1974); Perahu Kertas (1983); Sihir Hujan (1984)
- Buku : Sosiologi Sastra, Sebuah Pengantar Ringkas (1978); Novel Indonesia Sebelum Perang (1979); Sastra Indonesia Modern: Beberapa Catatan (1983)


Keluarga :
Ayah : Sadyoko Ibu : Sapariah Istri : Wardiningsih Anak : 1. Rasti Suryandani 2. Rizki Henreko

Alamat Rumah :
Jalan Kalimantan 135, Depok 16421 Telepon/Faksimile (021) 75220706 HP 09122351150

Alamat Kantor :
Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Depok

 

Sapardi Djoko Damono


Sejak di sekolah dasar, Supardi Djoko Damono sudah suka membaca karya sastra, termasuk sajak-sajak penyair nasional dan dunia. Dari sinilah minatnya kepada puisi muncul. Apalagi, setelah bersama keluarganya pindah dari tengah kota yang ramai ke pinggiran kota Solo yang sepi, ia punya banyak waktu luang karena tak memiliki teman. Sejak kelas II SMA itulah ia mulai menulis puisi €“ padahal ia harus belajar keras karena sedang menghadapi ujian kenaikan kelas.

€œSaya masih ingat betul, bagaimana saya harus menyembunyikan puisi yang saya buat di bawah buku, bila ayah datang dan melihat saya belajar,€ ujar si sulung dua bersaudara ini. Walau masih pemula, Sapardi mengirimkan puisi-puisinya ke majalah sastra. Karya pertamanya dimuat di Post Minggu, Semarang, Desember 1957. Selanjutnya puisi-puisinya menghiasi media Ibu Kota, termasuk majalah Mimbar Indonesia pimpinan H.B. Jassin, sang €œpaus€ sastra Indonesia.

Cucu abdi dalem Keraton Surakarta, yang gemar membuat wayang kulit, ini belakangan menjadi salah-satu penyair terkemuka Indonesia. Melalui kumpulan puisinya, Sihir Hujan, yang memuat 51 sajak, Sapardi menerima anugerah €œPuisi Putra II€ dari Gabungan Persatuan Penulis Nasional (Gapena) Malaysia, 1983. Wardiningsih€”bekas adik kelasnya di UGM yang dinikahi pada pada 1965€”ikut dalam penerimaan hadiah itu, walau sebelumnya ia tak pernah mau diajak menghadiri acara sastra karena memang tak suka sastra.

Beruntung Sapardi masuk Jurusan Sastra Barat UGM, Yogyakarta. €œKarena, dengan penguasaan bahasa itu, saya langsung bisa menikmati dan berhubungan dengan sastra asing,€ ujarnya. Kegiatannya di seputar kesenian, teater mahasiswa, musik, mengisi acara sastra RRI, cukup mendukung proses kreatifnya. €œSaat itu saya juga sering keliling daerah untuk bermain sandiwara,€ ujarnya. Pardi pernah bergabung dengan beberapa grup teater, antara lain Bengkel Teater pimpinan Rendra. Bahkan, untuk membiayai pementasan, ia pernah menggadaikan sepedanya. Ia pun masih sempat menerjemahkan sajak-sajak Yunani, Cina, Rusia. Karenanya, €œSaya tidak ada waktu untuk hal yang aneh-aneh.€

Begitu lulus UGM, 1964, ia mengajar di IKIP Malang cabang Madiun, selama empat tahun, dilanjutkan di Universitas Diponegoro Semarang, juga empat tahun. Sejak 1974, Pardi mengajar di Fakultas Sastra UI. Sebagai dosen yang sastrawan, Sapardi merasa lebih santai, misalnya sering mengenakan celana jins. €œSaya selalu pakai sepatu sandal kalau mengajar,€ katanya. Kalau telat menghadiri rapat, €œOrang-orang jadi memaklumi karena mereka anggap sastrawan identik dengan ketidakteraturan,€ ujarnya, tertawa.

Baginya menulis puisi itu seperti orang melukis. Seperti coretan demi coretan bagi pelukis, ia menyusun kata demi kata sampai susunan huruf atau kata itu menjadi bermakna. Selanjutnya, Pardi menyerahkan kepada pembaca untuk memaknai sendiri. €œSaya membuat puisi itu bukan untuk menyampaikan suatu pesan atau apa pun,€ kata penyair yang salah satu sajaknya, Berjalan Ke Barat Waktu Pagi Hari dimuat dalam antologi puisi dunia.

Penyair yang pernah kuliah di Universitas Hawaii, Honolulu, AS, sudah menjelajah ke berbagai negara untuk mengikuti festival puisi. €œBenua yang belum pernah saya kunjungi hanya Afrika,€ tuturnya. Ia melihat, pembacaan puisi di banyak negara belum sepopuler di Indonesia. €œWaktu pementasan festival puisi di Tokyo, yang menonton tidak lebih dari 30 orang,€ katanya.

Sapardi juga menulis buku ilmiah. Di antaranya Sosiologi Sastra, Sebuah Pengantar Ringkas (1978), Novel Indonesia Sebelum Perang (1979, Sastra Indonesia Modern: Beberapa Catatan (1983).

Di waktu luang, ia mendengarkan musik. Koleksinya cukup lengkap: dari jazz sampai dangdut. Olahraganya senam ringan, yang penting baginya dapat mengeluarkan keringat. €œKalau orang seperti saya ini kan sudah tidak perlu lagi olahraga yang membentuk otot,€ ujar Pardi.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


SETIJADI | S. BAGIO | S. SARTONO | SABAM PANDAPOTAN SIAGIAN | SABAM SIRAIT | SABDONO SUROHADIKUSUMO | SADJIRUN | SADOSO SUMOSARDJUNO | SAHIRUL ALIM | SAIFUL SULUN | SAL MURGIYANTO | SALAMUN ALFIAN TJAKRADIWIRJA | SALEH AFIFF | SAMADIKUN HARTONO | SAYIDIMAN SURYOHADIPROJO | SETIJATI SASTRAPRADJA | SETO MULYADI (KAK SETO) | SIDARTA ILYAS | SIGIT HARJOJUDANTO | SUDJATMIKO | SINDUDARSONO SUDJOJONO | SELO SOEMARDJAN | SINGGIH DIRGAGUNARSA | SJAHRIAL DJALIL | SINTONG PANJAITAN | SJAMSUL NURSALIM | SJARNOEBI SAID | SISWONO JUDO HUSODO | SLAMET RAHARDJO | SITORESMI PRABUNINGRAT | SLAMET SAROJO | SOEDIGDO Pringgoprawiro | SOEDJATMOKO | SOEBRONTO Laras | SOEDJONO HOEMARDANI | SOEGARDA POERBAKAWATJA | SOEGENG Sarjadi | SOEDARPO SASTROSATOMO | SOEMITRO | SOEHARTO | SOENARIO | SOEKARDI | SOERJANTO POESPOWARDOJO | SOERJONO SOEKANTO | SOERJOSOEMARNO | SOEROSO HADISUWARNO PRAWIROHARDJO | SOFJAN ALISJAHBANA | SOFJAN WANANDI | SORIE ENDA NASUTION | SUBUR BUDHISANTOSO | SUBUR RAHARDJA | SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX | SRIKANDI HAKIM TALIB | SUDHARMONO | SUBAGIO Sastrowardojo | SUDIRO | Said Aqiel Siradj | Saifullah Yusuf | Salim Said | Sangkot Marzuki | Sapardi Djoko Damono | Seno Gumira Ajidarma | Setiawan Djody | Seto Mulyadi | Shanti L. Poesposoetjipto | Siti Hartati Murdaya | Soedradjad Djiwandono | Sri Adiningsih | Sri Sultan Hamengkubuwono X | Sujiwo Tejo | Sukyatno Nugroho | Sumita Tobing | Sundari Soekotjo | Surya Paloh | Suryopratomo | Susilo Bambang Yudhoyono | Sukanto Tanoto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq