A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

SUBAGIO Sastrowardojo




Nama :
SUBAGIO Sastrowardojo

Lahir :
Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Pendidikan :
- HIS Arjuna, Bandung (1938)
- SMP, Surakarta (1945)
- SMA, Yogyakarta (1947)
- Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (1958)
- Department of Comparative Literature, Universitas Yale, AS (M.A., 1963)


Karir :
- Guru bahasa dan sastra pada beberapa SMA di Yogyakarta (1948-1954)
- Kepala Jurusan Bahasa Indonesia, Kursus B-1 Negeri, Yogyakarta (1954-1958)
- Dosen Fakultas Sastra UGM (1958-1961)
- Dosen Seskoad, Bandung (1966-1971)
- Dosen Sastra dan Bahasa Indonesia, Salisbury Teachers College, Australia (1971-1974)
- Senior Lecturer pada Universitas Flinders, Australia Selatan (1974-1981)
- Direktur Muda Penerbitan PN Balai Pustaka (1981 -- sekarang)
- Anggota Kelompok Kerja Sosbud Lemhanas (1981 -- sekarang)
- Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1982-1985)


Karya :
- Kumpulan-kumpulan sajak Simphoni (1957)
- Daerah Perbatasan (1970)
- Keroncong Motinggo (1975)
- Buku Harian (1979)
- Kejantanan di Sumbing (kumpulan cerita pendek, 1965)
- Bakat Alam dan Intelektualisme (esai, 1972)
- Sosok Pribadi dalam Sajak (kritik sastra, 1980)


Alamat Rumah :
Jalan Balai Pustaka Timur B2, Rawamangun, Jakarta Timur

Alamat Kantor :
PN Balai Pustaka, Jalan Wahidin 1, Jakarta Pusat

 

SUBAGIO Sastrowardojo


Bergaul dengan buku sejak kecil, ia mulai menulis pada usia 13 tahun. "Karya saya yang pertama ialah sebuah cerpen, Cerita Sederhana tentang Sumur," katanya. Ayahnya, Sutedjo Sastrowardojo, wedana Distrik Uteran, Madiun, Jawa Timur, kebetulan penggemar sastra. Sedang ibunya, Sujati, pandai menembang.

Anak kesebelas dari 14 bersaudara, Bag atau Bagio, demikian nama panggilannya, memang bercita-cita menjadi seniman. "Saya ingin menciptakan sesuatu. Entah berupa karangan, lukisan, tarian, atau apa saja yang berbentuk seni," tuturnya.

Tamat HIS di Jakarta, ketika duduk di SMP, di Bandung, ia ikut menyanyi di Radio Jepang bersama Kusbini, Ismail Marzuki, Netty Herawaty, dan Bing Slamet. Setelah di SMA, di Yogyakarta, ia ikut mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI). "Kami membantu polisi militer di Jebres," ceritanya. Pada zaman revolusi itu, ia anggota Tentara Pelajar (TP) di Front Srondol, Semarang, lantas bergabung dengan TNI di Gunung Sumbing, Magelang, 1949. Kemudian, ia sempat menjadi penjaja majalah dan penjaga perpustakaan sekolah.

Setahun sebelum meraih gelar sarjana sastra Timur di Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM, ia menerbitkan sendiri puisinya, Simponi, 1957. Semasa kuliah, Bag pernah menyutradarai Selubung Lampu, drama terjemahan dari karya Tennesse Williams. Karya tulisnya sendiri berupa buku diterbitkan PT Pembangunan, PT Pustaka Jaya, dan PN Balai Pustaka.

Buku-bukunya, antara lain, kumpulan cerpen Kejantanan di Sumbing (1962), kumpulan sajak Daerah Perbatasan, yang meraih anugerah seni dari pemerintah RI (1970), kumpulan esei Bakat Alam dan Intelektualisme (1972), dan kritik sastra Sosok Pribadi dalam Sajak (1980). Prof. A. Teeuw, pengamat sastra Indonesia itu, berkata tentang Subagio, "Dari semua penyair modern Indonesia, dialah yang paling mengasyikkan saya." Banyak sajaknya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang.

Tiga tahun mengajar di Fakultas Sastra UGM, pada 1963 ia pergi ke AS, meraih M.A. di Universitas Yale. Lantas ia menjadi dosen dan peneliti Sosbud di Seskoad dan Lemhanas, 1982. Bag pernah juga menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan peneliti di LIPI.

Sepuluh tahun di Australia, sejak 1971, ia mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia pada Salisbury College of Advanced Education, dan pada Flinders University. Kembali ke Indonesia, Bagio diangkat sebagai direktur muda penerbitan PN Balai Pustaka, 1981. Menikah dengan Sumarni, ia kini ayah tiga anak. Bagio mengaku kurang suka berolah raga. Tetapi, ia melakukan jogging, dan senang melihat senam.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


SETIJADI | S. BAGIO | S. SARTONO | SABAM PANDAPOTAN SIAGIAN | SABAM SIRAIT | SABDONO SUROHADIKUSUMO | SADJIRUN | SADOSO SUMOSARDJUNO | SAHIRUL ALIM | SAIFUL SULUN | SAL MURGIYANTO | SALAMUN ALFIAN TJAKRADIWIRJA | SALEH AFIFF | SAMADIKUN HARTONO | SAYIDIMAN SURYOHADIPROJO | SETIJATI SASTRAPRADJA | SETO MULYADI (KAK SETO) | SIDARTA ILYAS | SIGIT HARJOJUDANTO | SUDJATMIKO | SINDUDARSONO SUDJOJONO | SELO SOEMARDJAN | SINGGIH DIRGAGUNARSA | SJAHRIAL DJALIL | SINTONG PANJAITAN | SJAMSUL NURSALIM | SJARNOEBI SAID | SISWONO JUDO HUSODO | SLAMET RAHARDJO | SITORESMI PRABUNINGRAT | SLAMET SAROJO | SOEDIGDO Pringgoprawiro | SOEDJATMOKO | SOEBRONTO Laras | SOEDJONO HOEMARDANI | SOEGARDA POERBAKAWATJA | SOEGENG Sarjadi | SOEDARPO SASTROSATOMO | SOEMITRO | SOEHARTO | SOENARIO | SOEKARDI | SOERJANTO POESPOWARDOJO | SOERJONO SOEKANTO | SOERJOSOEMARNO | SOEROSO HADISUWARNO PRAWIROHARDJO | SOFJAN ALISJAHBANA | SOFJAN WANANDI | SORIE ENDA NASUTION | SUBUR BUDHISANTOSO | SUBUR RAHARDJA | SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX | SRIKANDI HAKIM TALIB | SUDHARMONO | SUBAGIO Sastrowardojo | SUDIRO | Said Aqiel Siradj | Saifullah Yusuf | Salim Said | Sangkot Marzuki | Sapardi Djoko Damono | Seno Gumira Ajidarma | Setiawan Djody | Seto Mulyadi | Shanti L. Poesposoetjipto | Siti Hartati Murdaya | Soedradjad Djiwandono | Sri Adiningsih | Sri Sultan Hamengkubuwono X | Sujiwo Tejo | Sukyatno Nugroho | Sumita Tobing | Sundari Soekotjo | Surya Paloh | Suryopratomo | Susilo Bambang Yudhoyono | Sukanto Tanoto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq