
Nama : SOEDJONO HOEMARDANI
Lahir : Solo, Jawa Tengah, 23 Desember 1919
Agama : Islam
Pendidikan : - Gemeentelijke Handels School, Semarang
- Finance Advanced Course, Fort Benjamin Harrison, AS
- Seskoad
Karir : - Kodam VII/Diponegoro
- Anggota DPR-GR/MPRS
- Asisten Pribadi Presiden Soeharto Bidang Ekonomi & Perdagangan
- Inspektur Jenderal untuk Proyek-Proyek Pembangunan. Kegiatan lain: - Sesepuh Yayasan Parapsikologi Semesta
- Ketua Kehormatan CSIS (Centre for Strategic and International Studies)
Alamat Rumah : Jalan Diponegoro 61 A, Jakarta Pusat Telp: 322957
|
|
SOEDJONO HOEMARDANI
Ada suasana tertentu di rumahnya. Seracik kembang senantiasa menebarkan wangi, menjadikan suasana redup. kendati rumah Soedjono Hoemardani berada di sisi jalan yang sibuk.
Soedjono tampak tenang,seperti gambaran orang Solo pada umumnya. Lebih-lebih ketika ia sedang mengisap cangklong dan mengembuskan asapnya perlahan. Sama sekali tidak terkesan bahwa ia senantiasa sibuk sepanjang hari.
Dibandingpemuda segenerasinya. Soedjono yang lahir menjelang Natal 1919, merasa beruntung bisa mendapat pendidikan yang baik. Di Semarang, Genneeutelijke Haudelsschool, sekolah dagang pada zaman Belanda diselesaikannya.SetelahituiasempatbelajardiFiuauce Advauced Course Fort Benjamin Harrison, Amerika Serik.m Sedangkan di dalam negeri, dalam karier militernya, Soedjono menjalani pendidikan di Seskoad.
Di kalangan militer, kariernya memang berkembang pesat. Sebelum ditarik ke Jakarta, ia adalah perwira administrasi Kodam Vll/Diponegoro. Setelah meninggalkan Markas Besar Angkatan Darat--waktu itu sebagai Deputi Asisten Vll--dan menjadi Asisten Pribadi Presiden Soeharto untuk bidan~ ekonomi dan Mayor jenderal purnawirawan itu tetap menyumbangkan tenaganya sebagai InspekturJenderal Pembangunan.
Bagi Soedjono. hidup ini adalah pepanug, (karunia) Tuhan yang harus didarmabaktikan. Begitu juga daya luwih - kemampuan lebih - yang sering disebut orang sebagai paranormal. Daya luwih, menurut Soedjono, diberikan tergantung misi seseorang. "Misalnya, seseorang--atas kehendak-Nya--diberi daya luwih untuk pengobatan. Misinya untuk mengobati orang. Ada juga untuk kalangan pemerintahan."
Soedjono selalu tertarik kepada yangberbau "gaib", atau biasa disebut paranormal. Terkadang dia menyempatkan diri berziarah ke makam para ulama, untuk ngluhurake para leluhur. Di Madiun, ia langsung menganggap guru pada Kiai Hasan ulama yang meninggalkan wasiat dengan huruf Arab-pegon: Suci kang ginayuh ojo ngunaake nalar ning nggunaake naluri (gagasan suci jangan berlandaskan akal, tapi landaskan pada naluri).
Bukan berarti ia mengabaikan keduniaan. Sepak bola, tenis, dan golf adalah olah raga kegemarannya. Dari pernikahannya dengan Soetamtinah, ia dikaruniai 12 putra. Dengan fisiknya yang masih lincah, dan segar, ia adalah Ketua Kehormatan Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
|