A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Soedradjad Djiwandono




Nama :
J. Soedradjad Djiwandono

Lahir :
Yogyakarta, 7 Agustus 1938

Agama :
Katolik

Pendidikan :
- SD Maria Purworejo (1952)
- SMP Bruderan Purworejo (1955)
- SMA IV/C Negeri Surabaya (1958)
- Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (S1, 1963)
- Economic University of Wisconsin Madison, Amerika Serikat (MSc, 1966; MA, 1967)
- Boston University, Boston, Amerika Serikat (MA bidang Politik Ekonomi, 1998)
- Boston University (Ph.D., 1980) dengan disertasi berjudul: A Monetary Analysis of An Open Economy: The Case of Indonesia, 1968-1978


Karir :
- Staf Peneliti pada Leknas LIPI (1964-1978)
- Kepala Bagian Studi Ekonomi Leknas LIPI (1968-1969)
- Staf Ditjen Moneter Departemen Keuangan (1968-1969)
- Asisten Menteri Departemen Perdagangan RI (1969-1972)
- Staf Kepala Biro Bappenas (1972-1988)
- Dekan FE Universitas Atma Jaya Jakarta (1972-1974)
- Asmenko Ekuin Wasbang (1984-1988)
- Menteri Muda Perdagangan (1988-1993)
- Gubernur Bank Indonesia (1993-1998)
- Pengajar tetap FE UI (1978-sekarang)
- Guru besar tetap ilmu ekonomi UI (1994-sekarang)
- Visiting Senior Fellow untuk Institute of Southeast Asia Studies (ISEAS; Februari 2001 - Agustus 2002)
- Visiting Senior Fellow IDSS, NTU, Singapore (September 2002 €“ sekarang)


Kegiatan Lain :
- Sekretaris Umum PMKRI Yogyakarta (1961-1962)
- Ketua Umum PMKRI Pusat (1962-1963)
- Komda Jateng PMKRI (1963-1964)


Karya :
Buku :
- Masalah Ekonomi Keuangan dan Perdagangan (1970)
- Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan (1992)
- Mengelola Bank Indonesia di Masa Krisis (2001)
- Bergulat dengan Krisis dan Permasalahannya (2001)


Penghargaan :
- Bintang Mahaputra Adipradana RI (1993) - Bintang Pelajar Surabaya (1958)

Keluarga :
Ayah : Thomas Sastrodjiwandono (alm.) Ibu : Maria Sastrodjiwandono (alm.) Istri : Bianti S. Djiwandono Anak : 1. Thomas Muliatna Djiwandono 2. Gerardus M. Budi Djiwandono

Alamat Rumah :
989 Bukit Timah RD Coralcourt # 01-03 Naplewoods, Singapura 589624

Alamat Kantor :
IDSS NTU, South Spine, S4, Level B4 Nanyang Avenue, Singapura 639798

 

Soedradjad Djiwandono


Di awal krisis moneter, Februari 1998, setelah sebelumnya menutup 16 bank, Soedradjad Djiwandono diberhentikan dari jabatan Gubernur BI oleh presiden (waktu itu) Soeharto. Empat bulan kemudian, Dradjad€”demikian nama panggilannya€”dipecat sebagai anggota MPR wakil utusan golongan cendekiawan oleh Presiden Habibie. €œIni pengalaman paling aneh,€ katanya, meskipun ia sudah tahu tahu sebelumnya. Meskipun ia siap mental, namun €œAda perasaan kehilangan.€

Sejak itu Dradjad lebih sering berada di luar negeri. September 1998, ia berangkat ke Universitas Harvard, Amerika Serikat. Pekerjaannya di sana praktis hanya membaca, diskusi, dan menulis, terkadang memberi ceramah, mengisi seminar. Tapi, setiap kali ada panggilan sebagai saksi dari Kejaksaan Agung untuk memberikan kesaksian tentang kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), ia harus bolak-balik Indonesia-Amerika.

Setelah beasiswa di Harvard tuntas, sejak Februari 2001, Dradjad tinggal di Singapura. Semula menjadi visiting senior fellow untuk Institute of Southeast Asia Studies, kini visiting senior fellow untuk Institute Defence and Strategic Studies (IDSS) dan mengajar untuk program master. Selain itu, di negeri tetangga itu, ia produktif menulis buku, yakni Mengelola Bank Indonesia di Masa Krisis dan Bergulat dengan Krisis dan Permasalahannya. Buku pertama sedang dibuat versi Inggris, dan diberi judul Bank Indonesia and The Crisis in Insider's View. €œSeandainya saya di Jakarta, belum tentu saya bisa seproduktif ini,€ katanya.

Perjalanan hidup Soedradjad memang berpindah-pindah. Sejak ayahnya, Thomas Sastrodjiwandono€”seorang abdi dalem keraton Ngayogyakarta€”meninggal saat Dradjad baru 10 tahun, ia ikut kakak perempuannya di Purworejo, Jawa Tengah, dan menamatkan SD dan SMP di sana. Melanjutkan SMA di Surabaya, bungsu dari sembilan bersaudara ini pun ikut kakak perempuannya yang lain, sampai lulus pada 1958. Dari Surabaya ia kembali ke Yogyakarta, ikut kakak perempuannya yang lain lagi, dan kuliah di Fakultas Ekonomi UGM, selesai 1963.

Dengan beasiswa, ia menempuh pendidikan pascasarjana di Amerika Serikat. Meraih gelar master of science bidang ilmu ekonomi di University of Wisconsin, Madison. Menggondol gelar master of art bidang ekonomi politik serta gelar doktor di Boston University 1980 dengan disertasi berjudul: A Monetary Analysis of an Open Economy: The Case of Indonesia, 1968-1978

Selulus UGM, Dradjad sempat bekerja sebagai asisten dosen di almamaternya dan dosen di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, setelah lulus dari UGM. Hijrah ke Jakarta ia mengawali karirnya sebagai peneliti pada Lembaga Penelitian Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional (Leknas), LIPI. Di saat menjabat kepala bidang ekonomi di lembaga itu, ia diminta Departemen Keuangan menjadi staf Direktorat Jenderal Moneter. Baru setahun, begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo€”yang kemudian menjadi mertuanya€”menawari menjabat staf ahli Menteri Perdagangan. Karirnya terus berkembang, sesuai dengan ilmunya, yakni moneter dan perdagangan internasional, dia dipercaya menjabat Kepala Biro Moneter dan Keuangan Negara.

Soedradjad diangkat sebagai Menteri Muda Perdagangan pada Kabinet Pembangunan V. €œKalau saya menteri muda perdagangan, saya menganggap diri saya sebagai salesman,€ ujarnya. Itu demi promosi perdagangan luar negeri Indonesia. Itu sebabnya, ia harus banyak omong. €œKalau saya salah, saya koreksi besok. Dalam sektor moneter, kalau bisa yang saya omongkan jangan ada yang salah,€ katanya. Puncak karirnya di pemerintahan adalah ketika menjabat Gubernur Bank Indonesia pada Kabinet Pembangunan VI, menggantikan Adrianus Mooy.

Sementara itu, di dunia akademis, selain pernah menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Jakarta, Soedradjad adalah dosen tetap FE UI. Puncak prestasinya adalah pengukuhannya sebagai guru besar tetap dalam ilmu ekonomi pada 1994. Disiplin kerja adalah salah satu kunci suksesnya. Juga, terus belajar dan mempelajari hal-hal baru. €œSenang tidak terlalu, sedih tidak terlalu,€ ujarnya mengenai falsafah hidupnya.

Sebagai ahli moneter, ia berpendapat bahwa aspek moneter itu merupakan refleksi apa yang terjadi di sektor riil. €œJadi, sektor moneter yang seharusnya meladeni sector riil ini jangan ikut menambah masalah,€ katanya. Karena itulah, Dradjad mengagumi Alan Greenspan, Ketua Federal Reserve Bank Amerika Serikat, seorang ahli moneter yang mengerti teori, tapi melihat sesuatu secara realistis.

Menikah dengan Bianti, anak sulung Soemitro Djojohadikusumo, pada 1971, Dradjad dikaruniai dua anak. Di waktu luang, selain membaca, kadang Soedradjad mendengarkan musik klasik. €œSaya senang Bethoven, Mozart,€ kata pria yang waktu sekolah menengah pernah memimpin kor ini. Dulu, satu setengah tahun lalu, sebelum kedua lututnya dioperasi, Dradjad suka olahraga tenis. Untuk menjaga kesehatan, €œSaya di sini cukup banyak jalan. Naik bus, turun bus,€ ujarnya. €œSaya satu setengah tahun di National University of Singapore, saya naik bus, jalan, setelah makan, jalan. Itu bagian dari sport saya,€ katanya lagi.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


SETIJADI | S. BAGIO | S. SARTONO | SABAM PANDAPOTAN SIAGIAN | SABAM SIRAIT | SABDONO SUROHADIKUSUMO | SADJIRUN | SADOSO SUMOSARDJUNO | SAHIRUL ALIM | SAIFUL SULUN | SAL MURGIYANTO | SALAMUN ALFIAN TJAKRADIWIRJA | SALEH AFIFF | SAMADIKUN HARTONO | SAYIDIMAN SURYOHADIPROJO | SETIJATI SASTRAPRADJA | SETO MULYADI (KAK SETO) | SIDARTA ILYAS | SIGIT HARJOJUDANTO | SUDJATMIKO | SINDUDARSONO SUDJOJONO | SELO SOEMARDJAN | SINGGIH DIRGAGUNARSA | SJAHRIAL DJALIL | SINTONG PANJAITAN | SJAMSUL NURSALIM | SJARNOEBI SAID | SISWONO JUDO HUSODO | SLAMET RAHARDJO | SITORESMI PRABUNINGRAT | SLAMET SAROJO | SOEDIGDO Pringgoprawiro | SOEDJATMOKO | SOEBRONTO Laras | SOEDJONO HOEMARDANI | SOEGARDA POERBAKAWATJA | SOEGENG Sarjadi | SOEDARPO SASTROSATOMO | SOEMITRO | SOEHARTO | SOENARIO | SOEKARDI | SOERJANTO POESPOWARDOJO | SOERJONO SOEKANTO | SOERJOSOEMARNO | SOEROSO HADISUWARNO PRAWIROHARDJO | SOFJAN ALISJAHBANA | SOFJAN WANANDI | SORIE ENDA NASUTION | SUBUR BUDHISANTOSO | SUBUR RAHARDJA | SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX | SRIKANDI HAKIM TALIB | SUDHARMONO | SUBAGIO Sastrowardojo | SUDIRO | Said Aqiel Siradj | Saifullah Yusuf | Salim Said | Sangkot Marzuki | Sapardi Djoko Damono | Seno Gumira Ajidarma | Setiawan Djody | Seto Mulyadi | Shanti L. Poesposoetjipto | Siti Hartati Murdaya | Soedradjad Djiwandono | Sri Adiningsih | Sri Sultan Hamengkubuwono X | Sujiwo Tejo | Sukyatno Nugroho | Sumita Tobing | Sundari Soekotjo | Surya Paloh | Suryopratomo | Susilo Bambang Yudhoyono | Sukanto Tanoto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq