
Nama : Sundari Untinasih Soekotjo
Lahir : Jakarta, 14 April 1965
Agama : Islam
Pendidikan : - D3 Musik IKIP
- Jurusan Musik Universitas Negeri Jakarta (semester 5)
Karir : - Penyanyi Keroncong
- Guru Kesenian SMA 38 Jakarta
Kegiatan Lain : Ketua II Himpunan Musik Keroncong Indonesia
Penghargaan : - Juara II Bintang Radio/TVRI 1979
- Juara I Bintang Radio/TVRI 1983
Keluarga : Ayah : R. Soekotjo Renodihardjo
Ibu : Herini
Suami : H. Arman Surjadi
Anak : Putri Intan Permatasari
Alamat Rumah : Jalan Taman Margasatwa Raya 55, Ragunan, Jakarta Selatan
|
|
Sundari Soekotjo
Nama panggilannya Unti. Sejak kecil, telinganya sudah akrab dengan lagu keroncong yang dinyanyikan ayahnya, R. Soekotjo Renodihardjo, tentara yang hobi menyanyi. Terlebih lagi, ia kerap melihat Waldjinah menyanyi di televisi dengan mengenakan kebaya dan sanggul. Itulah yang mendorong Sundari Soekotjo bercita-cita jadi penyanyi keroncong.
€œMakanya kamu harus latihan karena sekarang itu jarang ada penyanyi keroncong yang masih muda,€ begitu kata-kata ayahnya.
Dalam keluarga, sejak kecil anak kedua dari tiga bersaudara ini mendapat pendidikan yang keras dan disiplin dari ayahnya. Namanya juga masih kanak-kanak, ketika disuruh latihan, €œSaya sering alasan sakit perut, ngantuk, atau apa saja, supaya tidak jadi latihan.€
Tapi, karena €œkegalakan€ ayahnya, Unti berusaha mewujudkan keinginannya. Umur sembilan tahun, ia menyanyi pop bersama Joko Sutisno di TVRI. Selanjutnya Unti belajar menyanyi keroncong pada beberapa guru. Pada festival keroncong remaja, 1978, Unti terpilih sebagai finalis. Dan pada tahun 1979, ia memenangi juara dua bintang radio televisi. Itu pun dengan mencuri umur, karena Unti belum mencapai 15 tahun. Juara satu bintang radio televisi diraihnya pada festival berikutnya, 1983. €œSetelah itu orang-orang menjuluki saya penyanyi keroncong,€ tutur Sundari, tertawa.
Jalan menuju dapur rekaman lagu keroncong terbuka lebar, walau Unti masih kecil saat itu. Sampai-sampai pihak perusahaan rekaman kebingungan mencarinya karena, €œSaya masih kecil sekali, jadi mereka tidak mengenali saya.€ Tapi, dengan kebaya dan sanggul, Unti tampak dewasa.
Selain menyanyi, empat tahun Sundari Soekotjo menjadi guru kesenian di SMA 38 Jakarta. Tak bisa dihindarkan, ia sering dikerjain murid-murid cowok: mobilnya dikasih bunga, wajahnya digambar oleh murid paling bandel, murid cowok duduk di bangku barisan depan setiap Unti mengajar. Tapi, anehnya, €œSaya tidak ngeh karena tidak memperhatikan,€ ujar pengagum Waldjinah ini.
Mengaku homesick, kalau sedang di rumah ia biasa bebenah, mengasuh Putri Intan Permatasari, anak tunggalnya; juga turut mempersiapkan jika suami, Arman Surjadi yang pilot itu, hendak terbang.
|