
Nama : SOERJANTO POESPOWARDOJO
Lahir : Jember, Jawa Timur, 13 Agustus 1934
Agama : Katolik
Pendidikan : - SD (1949), SMP (1952), SMA Seminari (1955), Institut Filsafat dan Teologi (1962), Malang
- Universitas Angelicum, Roma
- Universitas Katolik Leuven, Belgia (Doktor, 1968)
Karir : - Ketua Jurusan Filsafat FS UI (1975-sekarang)
- Tenaga Ahli Dewan Hankamnas (1976-sekarang)
- Dosen: Seskoal (1978-sekarang), Lemhanas (1979-sekarang), Seskoau (1982-sekarang), Seskoad (1983-sekarang)
- Anggota Dewan Riset Nasional dan Staf Ahli Mensekneg (1984- sekarang)
Karya : Karya tulis penting:
Antara Lain: Sekitar Manusia, Gramedia, 1980
Alamat Rumah : Kompleks Dosen UI No. 59, Ciputat, Jakarta Selatan Telp: 741004
Alamat Kantor : Jalan Veteran 17, Jakarta Pusat Telp: 349713
|
|
SOERJANTO POESPOWARDOJO
Di SMP, Soerjanto Poespowardojo dianggap "jago" sejarah dalam kelasnya. Ia kemudian memilih jurusan filsafat dan meraih gelar doktor sekolah Angelicum Roma, dengan disertasi The Humanistic Perspective in the Early Philosophical Writings of Karl Marx, 1968.
Anak kelima dari tujuh bersaudara ini mengaku nakal ketika masih di bangku SD, di Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Hanya untuk sekadar menyalurkan hobi keluyuran dan mandi-mandi di Kali Brantas, misalnya, Soerjanto tidak segan-segan membolos dari sekolah. Akibatnya, "Saya pernah dihukum guru, berdiri di depan kelas berjam-jam," katanya. Padahal, ayahnya sendiri bekas kepala SMP, dan keluarganya memberikan perhatian besar untuk bidang pendidikan.
Tadinya, ia bercita-cita menjadi pastor. Menurut pendirian Ketua Jurusan Filsafat Fakultas Sastra UI ini, ia tidak terkesan melihat "Pengabdian dan komunikasi pastor dengan masyrakat".Ketika memperdalam studi filsafat modern di Universitas Katolik Leuven, Belgia, Soerjanto kecantol dengan dr. Theresia Soenartining. Mereka kemudian menikah, 1974, dan dikaruniai seorang anak.
Kini, waktunya banyak terisi di kantor Sekretariat Negara, sebagai staf ahli pada Sekretaris Kabinet. Di ruang kantornya yang berukuran 50036 meter, terbentang karpet berwarna hijau lumut, dilengkapi satu set meja tamu warna krem. Meja kerjanya, yang berukuran 10032 meter, dipenuhi tumpukan buku dan map.
Mungkin karena ahli filsafat Marxis masih sangat langka di Indonesia, orang seperti Soerjanto terpakai di banyak tempat. Sebagai pengajar, ia harus mondar-mandir ke Jurusan Filsafat FS UI di kampus Rawamangun, Sesko AL, AU, AD, dan Lemhanas. Ia juga tenaga ahli Dewan Riset Nasional (DRN).
Soerjanto suka berenang dan jogging. Ia mempunyai kesan menarik kalau memberi kuliah di lingkungan ABRI. "Analisa filsafat saya justru banyak diminta oleh lembaga-lembaga pendidikan ABRI," katanya.
|