
Nama : Siti Hartati Murdaya
Lahir : Jakarta, 1946
Agama : Budha
Pendidikan : 1. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta (1969)
2. Executive Program Stanford University, AS (1984)
3. Management for Smaller Company, National University of Singapore (1985)
Karir : Pengusaha, bos Grup Central Cipta Murdaya;
Kegiatan Lain : 1. Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia
2. Ketua Umum Yayasan Kepedulian Sosial Paramita
3. Anggota Fraksi Utusan Golongan MPR RI
Keluarga : Suami : Murdaya Widyawimarta
Anak : 1. Prajna Murdaya
2. Metta Murdaya
3. Uppekha Murdaya
4. Karuna Murdaya
Alamat Rumah : Jalan Lembang Terusan D 51, Jakarta Pusat
Alamat Kantor : Jalan Cikini Raya 78 Jakarta Pusat. Telepon 3141607
|
|
Siti Hartati Murdaya
Berkat bimbingan neneknya, masa remaja Hartati banyak dihabiskan di vihara untuk belajar agama Buddha. Di saat teman-temannya sepulang sekolah jalan-jalan atau nonton, kenangnya, €œSaya langsung ke vihara.€ Kegiatan utamanya di vihara adalah mengaji dan melakukan meditasi, selain menyapu, mengepel, membersihkan altar, dan mencuci baju bhiksu. €œSaya mengikuti dengan serius ajaran guru agung Buddha Gautama,€ paparnya. Karena itu, anak Jakarta ini bercita-cita jadi bhiksu, sampai ia sempat mendalami agama sampai ke Sri Langka.
Sayang, orangtuanya tidak merestui anak sulung dari tujuh bersaudara ini menjadi rohaniawan agama Buddha. Malahan sang ibu mengajarinya cara dan filosofi berdagang. Awalnya Hartati mencatat bahan-bahan bangunan yang dibeli. Itu sekitar 1960-an, saat ia duduk di bangku SMP. Dari situ, muncul kesukaan pada pembukuan. Sesekali ia dipercaya sebagai mandor. Oleh ayahnya, Tuan Tjakra Bhudi€”mantan wartawan yang kemudian beralih menjadi pengusaha perkayuan€” iai diperkirakan akan menjadi pengusaha sukses di kemudian hari. Sang ayah juga melibatkan Hartati€”nama yang diberikan oleh presiden RI pertama, Sukarno€”untuk membantu usaha pengolahan kayu. Ketika bakat dagangnya makin berkembang, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta ini dipercaya menjadi direktur utama perusahaan keluarga di Semarang.
Jalan lebar terbuka setelah menikah dengan pengusaha Murdaya Widyawimarta Poo, pada Mei 1971. Pasangan ini kemudian mendirikan PT Kencana Sakti Indonesia, yang bergerak di bidang peralatan listrik, genset merek Cumming dari Amerika, termasuk sistem pelistrikan gedung bertingkat. Hampir semua lift gedung-gedung jangkung di Jakarta dipasok PT Kencana Sakti Indonesia. Pada 1992 usahanya merambah ke proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap Tanjungpriok. Usahanya melebar ke bidang propeti, perkayuan, agroindustri, kontraktor listrik. Ia juga menggarap usaha sepatu, merek Nike di bawah bendera Hardaya Aneka Shoes, sebagian besar diekspor ke mancanegara.
Hartati juga membuka kebun kelapa sawit di lahan seluas 70 ribu hektare di Sulawesi dan sekitar 40 ribu hektare sudah ditanami. Ia juga lagi membangun kawasan industri seluas 300 hektare di Balaraja, Tangerang, Banten.
Kini, setelah empat puluh tahun, ia telah menjadi salah satu pengusaha terkemuka Indonesia, memimpin Grup Central Cipta Murdaya, induk dari 36 anak perusahaan. Walau demikian, kegiatan keagamaan tidak ia tinggalkan. Saat ini Hartati Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
Ibu empat anak ini tak lupa memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya. Selain membiasakan pergi ke vihara, Hartati juga mengundang bhiksu untuk datang ke rumahnya. Soal cita-cita anak? €œSaya ingin anak-anak menjadi pengusaha,€ katanya. Alasannya: bisa meneruskan karir orangtua. €œBagaimana membuat hidup kita lebih berarti,€ katanya tentang moto hidupnya. Hartati gemar makan gado-gado.
|