
Nama : SOEROSO HADISUWARNO PRAWIROHARDJO
Lahir : Semarang, Jawa Tengah, 16 Maret 1935
Agama : Islam
Pendidikan : - SD, Yogyakarta (1948)
- SMP, Yogyakarta (1952)
- SMA Yogyakarta (1955)
- Fakultas Sospol UGM Yogyakarta (1960)
- Universitas Pittsburg, AS (1962)
- Universitas Oxford, Inggris, (Doktor 1979)
Karir : - Dosen Fakultas Sospol UGM Yogyakarta (1960 -- sekarang)
- Dekan Fakultas Sospol UGM Yogyakarta (1966-1969)
- Rektor UGM (1968-1973)
- Ketua BP3K Departemen Pt&tK (1980)
- Guru Besar UGM (sekarang)
Kegiatan Lain : Ketua Lembaga Javanologi, Yayasan Panunggalan, Yogyakarta (1984 -- sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Melati Kulon 15 Baciro, Yogyakarta Telp: (0274)-3520
Alamat Kantor : UGM Bulaksumur, Yogyakarta
|
|
SOEROSO HADISUWARNO PRAWIROHARDJO
Berhenti dari jabatan ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K-Depdikbud), ia kembali ke Universitas Gajah Mada (UGM), 1983. Setahun kemudian namanya muncul sebagai ketua pendiri Lembaga Javanologi. Lembaga ini berinduk pada Yayasan Panunggalan -- juga didirikan Soeroso -- yang "Ingin menyumbangkan sesuatu dalam bentuk kegiatan melestarikan, membina, dan mengembangkan kebudayaan daerah." Tiga program kegiatan lembaga itu meliputi penelitian mengenai berbagai segi kebudayaan Jawa, pendirian pusat dokumentasi dan informasi, dan menjalin hubungan dengan masyarakat luas.
Semula bercita-cita menjadi diplomat, tamat SMA, Soeroso bekerja di Deplu, 1955. Ketika ternyata Akademi Dinas Luar Negeri tidak dibuka lagi, ia lantas kuliah di jurusan Hubungan Internasional Fakultas Sospol UGM. Menulis tesis The Failure of Democratic Government in Developing Countries, ia meraih gelar M.A. di Universitas Pittsburgh, AS, 1962.Sempat menjadi dekan Fakultas Sospol UGM selama tiga tahun sejak 1966, ia kemudian menjadi rektor UGM untuk periode 1968-1973. Gelar doktor diraihnya di Universitas Oxford, Inggris, dengan disertasi Gajah Mada University of Indonesia and the Impact of Political Change with Particular Reference to the Period 1965-1973, 1979. Anak keempat dari tujuh bersaudara ini ditinggal wafat ayahnya, Hadisoewarno Prawirohardjo, dalam usia 11 tahun. Soeroso lalu hidup bersama ibunya, Soeratmilah, yang menjanda dan tidak pernah mengenyam sekolah. "Tapi beliau seorang yang bijaksana," katanya, mengagumi sang ibu.
Menikah dengan Wahyoeningdyah, ia kini ayah tiga orang anak. Memiliki koleksi buku lebih dari 3.000 judul yang boleh dipinjam para mahasiswa, ia juga rajin menulis artikel tentang politik, hubungan internasional, pendidikan dan kebudayaan. Bekas ketua BP3K Depdikbud ini menggemari sepak bola, mengumpulkan barang antik, memelihara burung dan tanaman.
|