
Nama : SOEGENG Sarjadi
Lahir : Pekalongan, Jawa Tengah, 5 Juni 1942
Agama : Islam
Pendidikan : - SD Muhammadiyah, Pekajangan (1954)
- SMP Muhammadiyah, Pekajangan (1957)
- SMA Negeri, Pekalongan (1961)
- Fakultas Publisistik Unpad, Bandung (sampai tingkat V)
Karir : - Guru sekolah menengah Mualimin Muhammadiyah, Pekajangan, Pekalongan (1961-1962)
- Redaktur mingguan Mimbar Demokrasi, Bandung (1966-1968)
- Anggota DPR/MPR RI (1967-1968)
- Direktur PT Kwarta Daya Pratama, Jakarta (1970 -- sekarang)
- Manajer Komersial PT Krama Yudha Divisi Welding (1972 -- sekarang)
- Komisaris PT Kramat Yudha Mojopahit Motor (1976 -- sekarang)
- Direktur PT Kodel (1979 -- sekarang)
- Direktur Utama PT Parama Bina Tani (1980 -- sekarang) Kegiatan lain: - Ketua BPP Hipmi (1979-1982)
Alamat Rumah : Jalan Darmawangsa II/27 C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 771529
Alamat Kantor : PT Parama Bina Tani, Setiabudi Building, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan Telp: 517723
517962
|
|
SOEGENG Sarjadi
Anak sulung dari sepuluh bersaudara ini mewarisi bakat dagang dari ayahnya, Almarhum Sarjadi Mardaan, seorang pedagang tekstil di Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak kecil ia terbiasa menjajakan batik kepada para langganan ayahnya. Tetapi, ia bercita-cita menjadi ahli hukum, karena "Saya ingin membela orang lemah." Anehnya, ia tidak masuk fakultas hukum melainkan kuliah di Fakultas Publisistik Unpad, Bandung.
Sambil kuliah, ia tetap berdagang batik. "Untungnya lumayan," ujar bekas Ketua Senat Fakultas Publisistik dan Ketua Dema Unpad ini. Ia, ketika itu, juga Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bandung dan aktif dalam Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI).
Kuliahnya hanya sampai tingkat lima, "Saya keenakan cari duit sebagai pedagang," tutur redaktur surat kabar mingguan Mimbar Demokrasi, tahun 1966-1968, yang terbit di Bandung itu. Mula-mula ia Direktur PT Kwarta Daya Pratama, kemudian berturut-turut manajer komersial divisi las PT Krama Yudha dan komisaris PT Krama Yudha Mojopahit Motor. Tiga tahun kemudian, 1979, bersama Fahmi Idris, Aburizal Bakrie, dan Ponco Sutowo, ia mendirikan dan juga Direktur PT Kodel -- singkatan Kongsi Delapan.
Sejak 1980, ia Presiden Direktur PT Parama Bina Tani, yang bergerak di bidang kimia pertanian. Perusahaan ini memiliki pabrik pestisida, bekerja sama dengan pengusaha Amerika. Juga sebuah pabrik metanol dibangunnya di Pulau Bunyu, Kalimantan, berpatungan dengan pengusaha Jerman Barat. "Untuk alih teknologi metanol, 18 insinyur kami kirim untuk belajar di Jerman Barat," katanya. Ia sendiri pernah mengikuti American Field Service Programme (AFS) selama setahun, sejak 1959.
Pernah menjadi anggota DPR/MPR (1967-1968), ia kemudian di- recall. Menurut dia, dunia politik sudah tidak sehat. Orang melihat baik atau buruk dari siapa yang mengatakan, bukan dari apa yang dikatakan. Lelaki yang kini berhasrat menjadi penulis ini menikah dengan Sri Soesilastoeti, dokter lulusan Unpad.
Selain membaca dan main tenis, Soegeng gemar mendengarkan musik jazz dan menyaksikan film kung fu.
|