
Nama : SOEGARDA POERBAKAWATJA
Lahir : Purbalingga, Jawa Tengah, 15 April 1899
Agama : Islam
Pendidikan : - Inslandsche School der Eerste Klasse (1913)
- Kweekschool (1918)
- Hogere Kweekschool (1921)
- Hoofdakte (1932)
- Akte Bahasa Jawa (1934)
- Universitas Cenderawasih (Doktor HC, 1977)
Karir : - Guru/Kepala HIS (1921- 1942)
- Guru/Direktur (1942-1946)
- Kepala urusan sekolah-sekolah Kementerian PP dan K (1946- 1949)
- Kepala Jawatan Pengajaran/Irjen Kementerian PP dan K (1950- 1957)
- Guru Besar Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (1954-1971)
- Guru Besar FKIP Muhammadiyah Jakarta (1958-1961)
- Pendiri dan Dekan FKIP UI (1961-1963)
- Pendiri dan Rektor Universitas Cenderawasih (1963-1967)
Karya : Karya tulis penting:
Antara lain: Aliran-aliran Baru dalam Pendidikan (1957)
- Pendidikan dalam Alam Indonesia (1970)
- Ensiklopedi Pendidikan (1970)
Alamat Rumah : Jalan Gandaria I No. 339, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
|
|
SOEGARDA POERBAKAWATJA
Dalam usia 84, ia masih mampu menjabat Rektor Universitas 17 Agustus (Untag), periode 1983-1988. Dengan sabar dan arif ia membenahi universitas yang sudah berusia lebih dari 30 tahun itu dari guncangan kasus ijazah "asli tapi palsu" (aspal). "Banyak orang belajar di universitas bukan untuk menimba ilmu," katanya. "Melainkan mengejar gelar."
Anak kesembilan (dari 13 bersaudara) putra kepala desa ini mulai mengajar di HBS setelah lulus sekolah guru di zaman Belanda, 1921. Pada masa Jepang dan awal kemerdekaan, ia menjadi guru SMA di Yogyakarta. Lalu menjadi Kepala Urusan Sekolah-Sekolah Kementerian PP&K, 1946.
Tiga tahun kemudian, ia diangkat sebagai Sekretaris Panitia Penyelidik Pengajaran, yang diketuai Ki Hajar Dewantara. Pada tahun itu ia juga turut mendirikan, kemudian menjadi anggota Dewan Kurator, Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Inspektur Jenderal Kementerian PP&K pada zaman Muhammad Yamin ini dikenal pula sebagai konseptor pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), yang kelak menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Ia bahkan turut merintis dan sekaligus menjadi guru besar luar biasa PTPG Bandung yang merupakan realisasi pertama gagasannya.
Atas permintaan Departemen Agama, ia diangkat sebagai guru besar FKIP Muhammadiyah, 1958. Setelah bertugas menyiapkan Universitas Syahkuala di Banda Aceh, ia menjadi Dekan FKIP Universitas Indonesia (UI), 1961. Pada tahun itu, Soegarda menerima penghargaan dari Presiden Soekarno berupa Satyalencana Karya Tingkat II.
Soegarda juga pendiri dan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura selama empat tahun, sejak 1963. Gelar Doktor Honoris Causa diterimanya dari universitas itu pada 1977. Masih pada tahun yang sama, ia juga menerima penghargaan dari Presiden Soeharto sebagai Perintis Pengembangan Pendidikan Tinggi. Setahun kemudian, ia dinyatakan sebagai Tokoh Pendidikan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta.
Menikah dengan Suryati, Soegarda menjadi ayah 12 anak yang memberinya 40 cucu, dan sembilan cicit. Karya tulisnya antara lain: Aliran-Aliran Baru Dalam Pendidikan (1957), Pendidikan Dalam Alam Indonesia (1970), dan Ensiklopedia Pendidikan (1978).
Di masa hidupnya, Soegarda seorang yang serius dan taat disiplin, tetapi penuh perhatian. Ia biasa bangun pukul 04.30, salat subuh, kemudian ke dapur: menjerang air dan membuat minuman bagi seluruh keluarga. Lalu merebus telur untuk dirinya, dan sopirnya. Ia wafat 7 Desember 1984.
|