Nama : MU'MIN ALI GUNAWAN
Lahir : Jember, Jawa Timur, 12 Maret 1939
Agama : Protestan
Pendidikan : - SD, Jember (1952)
- SLP, Jember (1955)
- SLA, Jakarta (1958)
- Akademi Perbankan, Jakarta
- Lembaga Manajemen Indonesia
- LPPM (1974)
Karir : - Direktur Perusahaan Pelayaran (s/d 1965)
- Komisaris PT Bank Kemakmuran (s/d 1968)
- Komisaris Bank Industri & Daya Indonesia (s/d 1969)
- Direktur Bank Industri Dagang Indonesia (s/d 1971)
- Direktur PT Pan Indonesia Bank Ltd. (1971 -- sekarang)
Alamat Rumah : Permata Hijau Blok J I/13, Jakarta Selatan
Alamat Kantor : Pan Indonesia Bank Ltd., Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan
|
|
MU'MIN ALI GUNAWAN
Ketika Mu'min ditawari "memborong" saham Bank Industri & Dagang Indonesia 1960-an, dunia usaha masih suram. Ia sendiri, saat itu, lebih ingin mengembangkan bisnis kapalnya. "Tapi, karena ditawari, saya mencoba," ujarnya. Dan berhasil. Pan Indonesia (Panin) Bank yang dipimpinnya menduduki peringkat kedua bank swasta nasional, setelah Bank Central Asia. Yang terakhir ini dipimpin iparnya, Mochtar Riady.
Panin Bank-lah yang pertama merger pada 1971, memenuhi anjuran Gubernur Bank Sentral saat itu, Radius Prawiro. Panin juga bank pertama yang memasyarakat (go public). Mempunyai 23 cabang, dengan 400 karyawan, aset per Januari 1985 Rp 400 milyar. "Sesuai dengan anjuran Pemerintah, kami akan membuka cabang di AS pada 1986," ujar Mu'min Ali Gunawan.
Mu'min juga memiliki sejumlah perusahaan lain di antaranya, Pan Union Insurance, Panin Putra Life Insurance, perusahaan real estate Green Ville dan Green Garden, dan Clipan Leasing (patungan). Menurut Infobank edisi No. 62/1985, nilai total aktiva seluruh perusahaan meliputi Rp 500 milyar.
Anak keempat (dari lima bersaudara) almarhum pedagang Lie A Mie, ini mengaku tidak pernah bercita-cita luar biasa. Ketika di SMA, pulang sekolah ia suka membantu di toko milik ibunya. Tetapi, di kelas II, ia pindah ke Jakarta dan "ikut" Mochtar Riady, waktu itu Direktur Bank Buana Indonesia. Tamat SMA (1959), Mu'min alias Lie Mo Ming mulai berusaha di bidang perkapalan antarpulau. "Waktu itu kapal kami hanya kapal motor kayu," ujarnya.
Mu'min mengaku memakai sistem manajemen "campuran" antara model Jepang, Eropa, dan Amerika. Yang terpenting bagi perusahaan besar, katanya, ialah kebebasan berkomunikasi dua arah, antara atasan dan bawahan. Terhadap langganan ia juga terbuka, sudi menerima siapa saja yang ingin menemuinya. "Bagaimana mungkin bank Anda disukai masyarakat, jika Anda sendiri enggan menemui mereka?" kata bankir yang belum mau disebut "sukses" itu.
Dari pernikahannya dengan Tjitrawati Gunadi, 1958, Mu'min mempunyai empat anak, semuanya dididik di Amerika. Tidak satu pun di antara mereka yang bekerja di perusahaannya. Di saat senggang, ia main tenis di Monas, atau berenang di Hotel Hilton.
|